Rabu, 10 April 2019

::: Istimewa, di Tolikara Ada Perda Hanya Gereja GIDI Yang Boleh Berdiri :::

Papua (SI Online) - Bupati Tolikara, Usman Wanimbo mengungkapkan, di wilayah yang dipimpinnya ada peraturan daerah (Perda) yang menyatakan hanya kelompok Gereja Injili di Indonesia (GIDI) yang boleh membangun tempat ibadah di wilayah Kabupaten Tolikara, Papua.

Ia menerangkan bahwa perda tersebut sudah disahkan oleh DPRD sejak 2013 lalu.

"Memang ada Perda yang menyatakan itu, bahwa di sini asal mula terbentuknya GIDI. Sehingga masyarakat berpikir untuk aliran gereja lain tidak bisa membangun tempat ibadah di sini. Hanya itu saja, aliran lain tidak boleh bangun," kata Usman Wanimbo, Selasa (21/07) seperti dikutip Viva.co.id.

Menurutnya, dengan adanya Perda tersebut masyarakat mau tidak mau harus terima. Apalagi, katanya, kelompok GIDI termasuk komunitas gereja yang besar di Tolikara, Papua.

"Jadi apakah ada rancangan khusus atau bagaimana. Musala memang dari dulu ada. Tapi sampai hari ini belum dieksekusi dalam bentuk peraturan Bupati. Masjid juga dilarang dibangun dalam Perda itu," katanya.

Ia juga menyadari bahwa ada tuntutan dari masyarakat yang menginginkan bahwa tidak boleh ada aliran lain yang diperbolehkan masuk ke wilayah tersebut. Perda tersebut juga merupakan hasil rapat usulan gereja GIDI di wilayah Tolikara.

"Kalau pada prinsipnya, Musala boleh ada karena sudah terbakar. Perda itu tidak pernah dicoret, karena sudah disahkan," ujarnya.

Mendagri Minta Perda Dicabut

Meski ada Perda yang intoleran, uniknya Kemterian Dalam Negeri tidak mengetahuinya. Selama ini Mendagri hanya berkoar-koar hendak mencabut Perda-perda yang dikatakan bernuansa Syariah.

Demikian pula dengan lembaga semacam Komnas HAM dan para aktivis HAM yang terus berkicau untuk mencabut Perda Syariah. Mereka diam dan tidak tahu bila di Tolikara ada Perda Kristen yang bertentangan dengan konstitusi negara.

Setelah terjadi kerusuhan, barulah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta Perda tersebut ditinjau kembali. Alasannya pemerintah telah memberi kebebasan untuk beragama dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing.

"Coba di DPRD ditinjau kembali. Kalau satu agama saja tidak boleh, apalagi kalau beda. Saya minta untuk dilihat dulu arsipnya, ada tidak perda itu," kata Tjahjo.

Tak hanya itu, Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Dirjen Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri(Kemendagri) Soedarmo juga menerangkan bahwa mekanisme pengesahan Perda tersebut harusnya mendapat persetujuan dari Mendagri. Menurutnya jika belum ada belum adas persetujuan dari Mendagri maka Perda tersebut belum sah.

"Harusnya tidak bisa diberlakukan kalau belum disahkan. Kan harus dipikirkan secara komprehensif," katanya.

Soedarmo menegaskan bahwa di Indonesia tidak menganut kekhususan. Indonesia adalah negara kesatuan, yang artinya membolehkan seluruh pemeluk agama untuk melaksanakan agama sesuai keyakinan masing-masing.

"Kalau ada kondisi eksklusivitas di sini itu bisa menimbulkan resistensi dari agama-agama lain. Jadi mohon pemda dan legislatif bisa kembali membahas perda itu. Karena kan belum disahkan Mendagri juga," katanya.

Sumber :
http://www.suara-islam.com/read/index/14936/Istimewa--di-Tolikara-Ada-Perda-Hanya-Gereja-GIDI-yang-Boleh-Berdiri


::: Mari Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR :::

Hampir setiap hari Infaq Dakwah Center (IDC) mendapat pengaduan, laporan dan permohonan bantuan terkait persoalan kaum muslimin yang dililit hutang kepada rentenir.

Untuk mewadahi persoalan yang khusus berhubungan dengan persoalan rentenir, IDC menyalurkan kepada Laskar GARR (Gerakan Anti Rentenir dan Riba).

Mari kita jaga diri dan keluarga dari dosa besar riba. Satukan langkah untuk memerangi rentenir.

 Bila ada korban rentenir silahkan laporkan kepada Laskar GARR.

GARR Centre: 085.200000.155, 085.700000.155, laskar.gar@gmail.com

RESOLUSI PERANG MELAWAN RIBA DAN RENTENIR

1. Riba adalah perbuatan dosa yang diharamkan Allah SWT.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan” (Qs Ali Imran 130).

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa” (QS. Al-Baqarah 276).

2. Riba diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya” (Qs Al-Baqarah 279).

3. Orang yang memakan riba berdirinya seperti orang yang kerasukan setan

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah...” (Qs Al-Baqarah 275).

4. Orang yang memakan riba adalah penghuni neraka yang kekal

“...Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (Qs Al-Baqarah 275).

5. Allah mengutuk semua orang yang terlibat dalam transaksi riba

“Dari Jabir RA beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Allah mengutuk orang yang memakan (menerima) riba, orang yang membayar riba, pencatat (dalam transaksi riba), dan dua orang saksi. Mereka itu semuanya sama saja” (HR. Muslim dan Ahmad).

6. Riba adalah salah satu dosa besar (kaba‘ir) yang lebih berat daripada dosa zina dengan ibu kandung

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Riba terdiri atas 70 jenis yang berbeda-beda, yang paling ringan dosanya ialah setara dengan seorang lelaki berzina dengan ibu kandungnya di Masjidil Haram” (HR Ibnu Majah dan Baihaqi).

7. Riba adalah salah satu dosa besar (kaba‘ir) yang mencelakakan, sejajar dengan syirik, sihir, makan harta anak yatim, dan membunuh.

Dari Abu Hurairah RA diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah tujuh dosa besar yang mencelakakan! Kepada Rasulullah ditanyakan, “Apakah dosa-dosa besar yang dimaksud itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Menyekutukan Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya tanpa hak, makan harta anak yatim, makan riba, lari dari medan perang, dan mencemarkan nama baik wanita mukmin yang lengah” (HR Bukhari dan Muslim).

Dukungan Terhadap Laskar GARR untuk dakwah dan nahi munkar memerangi riba dan rentenir bisa disalurkan melalui IDC:

    Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
    Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
    Bank Mandiri Syar’iah (BSM), No.Rek: 7050.888.422  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
    Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
    Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
    Bank CIMB Niaga, No.Rek: 675.0100.407.006  a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
    Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497  a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC)

CATATAN:

Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 1.000 (seribu rupiah). Misalnya: Rp 1.001.000,- Rp 501.000,- Rp 201.000,- Rp 101.000,- 51.000,- dan seterusnya.
Info: 08999.704050, 08567.700020; PIN BB: 2AF8061E; BBM CHANNEL: C001F2BF0

Sumber :
http://www.infaqdakwahcenter.com/read/idc/242/mari-perang-melawan-riba-dan-rentenir-bersama-laskar-garr/


::: Penghianatan atas Umat Islam, akan Terjadi Sepanjang Zaman :::

Hari itu, hari Jum’at. Seharusnya menjadi hari yang baik bagi muslimin. Tepatnya tanggal 7 Shafar 656 H. Kota Baghdad, pusat peradaban dunia terbesar masa itu. Ibukota Khilafah Abbasiyyah yang telah 5 abad memakmurkan bumi ini dengan peradaban dan ilmu.

Hari Jum’at itu justru puncak kehancuran wilayah khilafah dan akhir dari keseluruhan kebesaran.

Untuk selamanya. Hulaghu Khan pemimpin pasukan Mongolia hari itu datang masuk ke dalam istana Khilafah terakhir Abbasiyyah, Musta’shim billah.


Dia datang beserta istrinya dan para pengawalnya. Seluruh elemen kekhilafahan telah lumpuh. Khalifah sudah menyerah. Hulaghu meminta Musta’shim menunjukkan semua simpanan kekayaan di istananya. Dengan sangat hina, Musta’shim menunjukkan semua kekayaannya dalam istana. Kemudian Hulaghu membagikan perhiasan dan kekayaan itu kepada istrinya dan para pengawal dekatnya.

Sudah satu minggu, Kota Baghdad dihancurkan dari berbagai sudutnya. Musibah kemanusiaan yang tidak mengenal satu kecap pun kata kasihan. Begitulah kekejaman pasukan Mongolia.

Tembok kota dihancurkan. Setiap yang datang dibunuh. Setiap yang menyerah pun dibunuh. Pembunuhan besar-besar itu disaksikan oleh Sungai Dijlah. 3 hari Sungai Dijlah berwarna merah darah. Juga jalanan Kota Baghdad. Banjir darah.

Anak-anak dan wanita memohon belas kasihan di bawah kuda-kuda pasukan Mongolia untuk dimaafkan dan agar tidak dibunuh, dengan al-Qur’an di tangan-tangan mereka. Tetapi kuda-kuda Mongol menginjak-injak semuanya. Diinjak-injak tanpa secuil pun rasa kasihan. Sebelum akhirnya pedang-pedang pun, mereka ayunkan kepada setiap anak dan wanita.

Mereka yang sakit terbaring di rumah sakit tidak luput merasakan kekejaman yang belum pernah disaksikan oleh kekejaman bangsa manapun. Tidak ada satupun yang selamat. Semuanya harus mengakhiri ajalnya di ujung pedang Mongolia.

Satu minggu itu, setidaknya 400.000 nyawa melayang. Termasuk khalifah Musta’shim dan seluruh anak serta kerabatnya.

Bukan hanya pembantaian muslimin. Peradaban yang dibangun berabad-abad, ilmu yang menerangi dunia juga ikut dihancurkan. Lagi-lagi Sungai Dijlah menjadi saksi bisu. Pasukan Mongolia menyeberang sungai Dijlah dengan menggunakan tumpukan buku. Kuda-kuda Mongol menginjak-injak buku-buku ilmu.

Masjid-masjid diruntuhkan. Rendah sekali syahwat Mongolia, yaitu mengambili pernik-pernik masjid yang terbuat dari emas di kubah-kubahnya. Istana-istana juga dihancurkan untuk dirampas semua kekayaan berupa harta benda dan perhiasan.

Kota dibakar. Gedung, masjid, perpustakaan, istana, rumah sakit. Kehancuran total.

Hulaghu Khan akhirnya menghentikan pembunuhan. Penghentian itu dikarenakan bau anyir darah dan bekas puing-puing penghancuran dan pembakaran menyebabkan polusi dan penyebaran wabah penyakit. Hulaghu mengkhawatirkan kesehatan pasukannya, sehingga dia memerintahkan penguburan mayat manusia dan binatang.

Dan Baghdad pun hancur lebur. Pusat kebesaran Islam itu. Ibukota Khilafah Abbasiyyah itu. Khilafah Abbasiyyah diakhiri dengan cara yang sangat mengiris-iris hati. Baghdad dihabisi dengan cara yang sangat mudah. Kebesaran itu runtuh dengan begitu sederhana. Tidak ada kota sebegitu mudah diruntuhkan, semudah Baghdad.

La haula wa quwwata illa billah…

Innalillah wa inna ilahi raji’un…

Seharusnya Baghad tidak runtuh. Semestinya Khilafah Abbasiyyah tidak hilang. Kalau tidak muncul pengkhianat besar di tubuh kekhilafahan. Kalau saja tidak ada pengkhianat umat.

Muayyaduddin Ibnul ‘Alqami. Nama pengkhianat yang hingga akhir zaman akan selalu disebut dalam sejarah Islam sebagai pengkhianat peradaban, pengkhianat umat. Ibnul ‘Alqami bukan sembarang orang. Dia adalah perdana menteri di kekhilafahan Abbasiyyah.

Sebelum pengkhianatan Ibnul ‘Alqami, sesungguhnya para amir wilayah sekitar Baghdad telah lebih dahulu menjadi pengkhianat umat. Mereka bersatu dan bersedia bahkan ada yang berangkat sendiri untuk membantu pasukan Mongolia menghancurkan muslimin sendiri.

Tetapi puncak semua pengkhianatan itu adalah tokoh terdekat dengan pusat. Di Kota Baghdad yang dikenal kuat. Ibnul ‘Alqami diam-diam membangun hubungan haram dengan Hulaghu. Pengkhianat umat itu menjual Baghdad dengan tukaran di antaranya adalah jabatan jika Hulaghu berhasil menguasai Baghdad. Rencana demi rencana jahat dilakukannya. Sementara khalifah asyik menikmati goyangan artis dan berpesta pora.

Begitulah. Dan sejarah pun mengulang dirinya. Andalus mempunyai kisah yang mirip. Karena memang sejarah selalu sama di zaman manapun.

Kota terakhir yang masih kuat berdiri saat seluruh kota-kota wilayah Andalus telah menyerah di tangan negara-negara Kristen adalah Granada. Kota itu masih sangat kuat bertahan, gagah dan terus membangun.

Tetapi akhirnya Granada pun menyerah. Khilafah Islamiyyah di Eropa selatan tutup hingga hari ini (semoga Allah memberi kita kesempatan untuk melihat kembalinya Eropa ke tangan muslimin – amin).

Dan sejarah terulang lagi. Granada runtuh karena pengkhianat peradaban ada dalam tubuh muslimin. Mereka bukan sembarang orang. Mereka adalah pemimpin muslimin, tetapi merangkap pengkhianat umat.

Tiga nama yang diabadikan sejarah hingga hari akhir nanti sebagai pengkhianat umat. Catatan itu tidak akan pernah bisa dihapus. Dua orang menteri: Yusuf bin Kamasyah dan Abul Qasim al-Malih, serta satu tokoh agama: al-Baqini.

Umat dijual. Negeri muslim digadaikan. Diserahkan kepada negara Kristen. Ditukar dengan sampah dunia.

Raja Fernando 3 dan Ratu Isabella memasang salib besar dari perak di pasang di atas Istana al-Hamra’ dan diumumkan bahwa hari itu adalah akhir dari kekuasaan muslim di Andalus.

Tahun 1499 M, masjid-masjid resmi ditutup.

Sesungguhnya ini bukan akhir dari perjalanan muslimin di Andalus. Perjuangan sekelompok mujahidin muslimin terus digelorakan, mencoba mengambil alih Granada. Perjuangan itu ada pasang surutnya.

Perjuangan itu bukan tidak ada hasilnya. Beberapa wilayah di sekitar Andalus sempat berhasil dikuasai muslimin.

Ibnu Abbu adalah pemimpin terakhir kelompok mujahidin yang terus dikejar-kejar oleh pasukan Kristen. Tetapi mereka tidak pernah berhasil menyentuh Ibnu Abbu.

Lagi, sejarah terulang. Pengkhianat internal penyebabnya. Ibnu Abbu syahid bukan di tangan pasukan Kristen. Tetapi dibunuh oleh seorang muslim yang bernama Syurais, yang anak dan istrinya ditawan oleh pasukan Kristen. Syurais dijanjikan bahwa anak istrinya akan dibebaskan jika ia berhasil membunuh Ibnu Abbu. Dan pengkhianat itupun melakukannya.

Ibnu Abbu telah syahid. Dan akhirnya semuanya terhenti. Semua perjuangan muslimin berakhir. Muslimin harus mati atau menjadi budak. Akhir seluruh perjalanan muslimin di Andalus.

Maha benar Allah dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap Khawwan lagi Kafur.” (Qs. Al-Hajj: 38)

Khawwan adalah pengkhianat besar. Kafur adalah orang dengan kekafiran besar atau pengingkar nikmat.

Setidaknya ada 2 pelajaran besar dari ayat agung tersebut:

1. Hanya Allah yang menjaga jamaah orang-orang beriman. Bukti penjagaan Allah, dengan tidak menyelinapnya khawwan dan kafur. Jika telah hadir dua kelompok tersebut, berarti jamaah mukminin tersebut sudah ditinggal Allah. Sekaligus bukti bahwa Allah sudah tidak ridha, sehingga tidak lagi ada penjagaan-Nya.

2. Khawwan lebih dahulu disebut sebelum kafur. Dan selalu begitu. Para pengkhianat selalu menjadi mukaddimah untuk kehancuran jamaah orang-orang beriman yang berakhir di tangan orang-orang kafir.

Ibnul ‘Alqami, Yusuf bin Kamasyah, Abul Qasim al-Malih, al-Baqini, Syurais. Nama-nama para pengkhianat peradaban.

Nama-nama yang berbeda akan terus bermunculan sepanjang zaman. Hingga hari ini. Di tubuh muslimin. Para tokohnya…

Sebagai pengkhianat peradaban! Sebagai pengkhianat umat!

Dan kini… Semua pun mengetahui siapa mereka… kejadian tragedi Suriah, kerusuhan Mesir , menunjukkan hal itu dengan terang berderang…

Sumber :
http://www.eramuslim.com/peradaban/sirah-tematik/penghianatan-atas-umat-islam-akan-terjadi-sepanjang-zaman.htm


::: Kisah Pertemuan Mengharukan Antara Cak Nun dan Ustadz Felix Siauw :::

Malam itu, Ahad (6/8/17), saya menyertai ust Felix Siauw menghadiri ma'iyah Cak Nun dan Kyai Kanjeng di Krapyak Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Kami datang kurang lebih ber sepuluh.


Jauh-jauh dari Jakarta, ustadz Felix Siauw sengaja meluangkan waktu untuk menghadiri ma'iyah Cak Nun tersebut.

Bagi saya pribadi, menghadiri ma'iyah Cak Nun bukan hal baru. Sejak awal tahun 2000an saya sering menghadiri ma'iyah bulanan beliau di TK Alhamdulillah Kasihan Bantul Yogyakarta.

Namun kehadiran saya malam ini menjadi sangat spesial karena menyertai ustadz Felix yang di baliknya terderet serangkaian kisah yang penting.

Kita tau, beberapa kajian ustadz Felix di Semarang & Solo sempat ditolak oleh Banser hingga urung dilaksanakan. Kemudian di masjid Al Firdaus Yogyakarta berhasil dilaksanakan dengan support dari saudara-saudara Kokam, FJI, MM, dan laskar-laskar lain, termasuk kesepakatan dengan Banser.

Malam ini mobil kami memasuki area ma'iyah caknun yang dikawal mungkin ratusan saudara Banser dan dihadiri ribuan saudara nahdiyin. Kami tak bisa mendekati panggung karena begitu padatnya jamaah Cak Nun. Kemudian kami duduk di suatu sudut menyimak episode demi episode ma'iyah Cak Nun.

Sekitar pukul 01.00 (7/8/17) jamaah putri di depan mulai memudar satu persatu hingga kami bisa maju sedikit demi sedikit mendekati panggung.

Menjelang penghujung acara, melalui pesan singkat via ponsel, Cak Nun yang mengetahui bahwa ust Felix berada di tengah-tengah jamaahnya, beliau menawarkan pada ustdz Felix untuk naik ke panggung.

Namun dengan rendah hati ustadz Felix menyatakan terima kasih atas kesempatan yang diberikan, namun beliau menyatakan bahwa datang untuk menyimak dan belajar, sehingga tidak selayaknya naik ke panggung. Subhanallah, saya merasakan ketawadhu'an dan keikhlasan beliau berdua dalam moment ini.

Di penghujung acara, pasca shalawat dan doa, Cak Nun di depan publik memaparkan yang intinya kurang lebih demikian;

"Saya ini ingin menjadi perekat bagi semua pihak. Bertabayun, Berdiskusi, Tukar Pikiran, dan malam ini, kita kedatangan tamu jauh dari Jakarta, ustadz Felix Siauw, yang saat ini ada di tengah-tengah kita entah di sebelah mana"

Sontak semua jamaah kaget tak menyangka, hingga perhatian jamaah tertuju pada ustadz Felix yang berdiri di tengah keriuhan jamaah. Sebagian menyalami dan meminta selfie.

Cak Nun melanjutkan;

"Saya banyak tidak sependapat dengan pemikiran dia (ustadz Felix Siauw) dan dia juga banyak tidak sependapat dengan saya. Setiap orang memang tidak harus sependapat tetapi kebersamaan dan diskusi perlu terus dibangun"

Kemudian Cak Nun dan seluruh tokoh yang di panggung bersiap untuk bersalaman dengan jamaah. Di antara yang berada di panggung adalah Cak Nun dan Kapolda DIY. Puluhan Banser berbaris menjadi pagar betis pengaman.

Jamaah berbaris antri untuk bersalaman dengan Cak Nun. Ustadz Felix Siauw dan rombongan termasuk dalam antrian jamaah itu.

Setelah bersalaman ustadz Felix berbaur kembali dengan jamaah. Permintaan foto bersama dan selfie tak henti-henti.

Tak terasa air mata ini menetes. Berada di tengah-tengah saudara Nahdiyin dan Banser. Saya merasa seperti bertemu saudara tua yang lama tak berjumpa, setelah kami saling tak bertegur sapa beberapa lama.

Saya mendapatkan pelajaran dari beliau berdua, Cak Nun dan ustadz Felix, tentang keikhlasan hati dalam dakwah, membersamai umat, tanpa saling dendam, tanpa saling curiga, meski dalam beberapa hal belum bisa satu kata.

Semoga Allah segera menyatukan hati seluruh muslimin yang hampir saja tercerai berai.



Yogyakarta, 7 Agustus 2017

Oleh Doni R

Sumber :
http://www.islamedia.id/2017/08/pertemuan-mengharukan-antara-cak-nun-dan-ustadz-felix.html

 


::: Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil Indonesia Dukung penuh Pembubaran HTI, Setelah Itu FPI Diincar :::

Persatuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) mendukung langkah pemerintah untuk membubarkan organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Sikap ini diambil menyikapi polemik yang terjadi setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 atas perubahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

“Mendukung penuh pemerintah untuk membubarkan organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan ormas-ormas lain yang kegiatannya terindikasi bertujuan mengganti Pancasila dengan ideologi lain,” ujar Pendeta Ronny Mandang dalam rilis yang diterima Panjimas.com, Selasa (18/7).

Tidak hanya HTI, PGLII pun mendesak pemerintah untuk membubarkan Front Pembela Islam (FPI). “Mendesak pemerintah untuk membubarkan ormas Front Pembela Islam (FPI) yang nyata-nyata telah menunjukkan sikap yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” tuturnya.

Rabu pagi 19 Juli 2017, pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM akhirnya resmi mencabut badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkumham Freddy Haris.

Ini menunjukan semakin terlihat nyata bahwa orang-orang non-muslim sangat memusuhi dan berambisi untuk memadamkan cahaya Islam. Mereka tak rela jika dakwah Islam berkembang di Indonesia. (PM/Ram).

Sumber :
https://www.eramuslim.com/berita/nasional/awas-persekutuan-gereja-dan-lembaga-injili-indonesia-dukung-penuh-pembubaran-hti-setelah-itu-fpi.htm


::: Al-Quran dan Bibel Bahas Qishas, Jilbab dan Miras :::

Seharusnya menetapkan hukum Qishas dalam suatu wilayah tidak hanya diperuntukkan kepada umat Islam semata, akan tetapi juga kepada pemeluk Nasrani.

Oleh: Adnan

SEBAGAI salah satu dari agama samawi, Nasrani memiliki kitab suci yang berisikan tentang prinsip-prinsip ketuhanan, praktik hukum, perintah dan larangan bagi pemeluknya.

Pemeluk Nasrani menyebutnya Al-Kitab, sementara pemeluk Islam menyebutnya dengan Injil. Walaupun Al-Kitab juga disebut dalam Al-Quran. Di samping itu, Al-Kitab juga sering disebut dengan nama lain Bibel. Al-Kitab atau Bibel berisikan tentang perjanjian lama/Taurat (Old testament) dan perjanjian baru/Injil (New testament).

Tidak dapat dipungkiri sebagai bagian dari agama samawi, Nasrani memiliki rentetan sejarah dengan Islam. Sehingga walaupun berbeda kepercayaan masalah teologis, namun ajaran Isa as (Yesus sebutan umat Nasrani) yang termaktub dalam injil merupakan perintah Allah. Bagi umat Islam, diturunkan Muhammad saw dengan mukjizat Al-Quran adalah sebagai pelengkap dan penutup para Nabi serta penyempurna dari kitab suci sebelumnya, baik itu Injil, Taurat dan Zabur.

Oleh karena itu, beberapa ayat dan pasal dalam Bibel masih murni perintah Allah Subhanahu Wata’ala, walaupun banyak yang telah dirubah. Akan tetapi, tulisan ini ingin mengangkat beberapa praktik hukum yang masih murni wahyu Allah kepada Nabi Isa as/Yesus termaktub dalam Bibel. Sehingga syariat Islam tidak hanya sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah semata, akan tetapi juga memiliki kesamaan dengan ajaran Isa as/Yesus kepada pemeluknya.

Dengan demikian, syariat Islam yang berlaku di Aceh seharusnya tidak hanya milik umat Islam, tetapi juga milik umat Nasrani.

Ajaran Bibel

Beberapa praktik hukum yang termaktub dalam Bibel memiliki kemiripan dan kesamaan dengan praktik hukum yang termaktub dalam Al-Quran.

Pertama, terkait hukum Qishas

Qishas merupakan salah satu istilah dalam hukum Islam yang berarti pembalasan, yaitu pembalasan (hukuman) yang diberikan kepada pelaku jinayat atas perbuatan dan pelanggaran yang telah dilakukan. Jinayat merupakan penyerangan manusia, baik penyerangan terhadap jiwa (pembunuhan) dan penyerangan terhadap organ tubuh.

Selain itu, Qishas sering disebut sebagai hukum yang dibalas nyawa dengan nyawa. Dalam kasus pembunuhan, pihak keluarga korban diberikan kewenangan untuk meminta hukuman mati kepada pelaku (pembunuh). Sehingga hukuman kepada pembunuh setimpal dengan orang yang dibunuh.

Hukum qishas sebagai salah satu cara Allah agar manusia saling menjaga kelangsungan hidup (jiwa) antar sesama manusia.

Namun, seakan-akan hukum Qishas hanya milik umat Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah semata. Padahal, dalam Bibel juga mengajarkan tentang hukum Qishas.

Dalam Bibel Keluaran 21: 23-25 disebutkan:

    “(23) tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, (24) mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, (25) lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.”

Di samping itu, Allah menegaskan kembali dalam Al-Quran syariat yang termaktub dalam Taurat tersebut, yaitu;

"Dan Kami tetapkan atas mereka di dalamnya (Taurat) bahwa jiwa dibalas dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telingan dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka dengan lukapun ada Qishasnya. Barangsiapa yang melepaskan hak Qishas, maka melepaskan itu jadi penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang telah diturnkan Allah, maka mereka adalah orang-orang yang zalim.” (QS: Al-Maidah: 45).

Oleh karena itu, sumber hukum Qishas telah disyariatkan Allah kepada Musa as yang termaktub dalam Taurat. Lalu syariat tersebut disempurnakan dalam masa kerasulan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam yang termaktub dalam Al-Quran.

Dengan demikian, menetapkan hukum Qishas dalam suatu wilayah tidak hanya diperuntukkan kepada umat Islam semata, akan tetapi juga kepada pemeluk Nasrani yang berkitab sucikan Bibel (Al-Kitab).

Kedua, wajib berjilbab (bertudung) bagi perempuan

Jilbab merupakan salah satu dari identitas perempuan muslimah yang telah disyariatkan Allah Subhanahu Wata’a. Hal tersebut selain termaktub dalam Al-Quran surat An-Nur: 31, juga dalam Al-Ahzab: 59 yaitu;

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” 


Jilbab dalam Bible

Di samping itu, tentu masih banyak praktik-praktik hukum yang lain dalam Bibel yang senada dengan praktik-praktik hukum yang termaktub dalam Al-Quran

Dengan turunnya syariat berjilbab/bertudung, seakan-akan ia hanya identitas muslimah semata yang bersumber kepada Al-Quran dan Sunnah.

Padahal berjilbab/bertudung juga telah diperintah Allah kepada pemeluk agama Nasrani.

Dalam Bibel Korintus 11: 5-6 dan 13 menyebutkan:

    “(5) tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya, (6) sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya, (13) pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?

Begitulah ajaran yang tersebut dalam Bibel, mengajarkan kepada pemeluknya untuk bertudung/berjilbab. Tidak berjilbab/bertudung sama seperti orang yang tidak memiliki rambut (botak). Sehingga jika tidak mau bertudung/berjilbab haruslah rambutnya dicukur atau digunting.

Namun apabila mencukur atau menggunting rambut sebuah penghinaan bagi perempuan, maka haruslah perempuan tersebut bertudung/berjilbab. Oleh karena itu, perintah Jilbab yang terbingkai dalam syariat Islam, seharusnya tidak hanya wajib bagi muslimah semata akan tetapi juga harus dilakukan oleh pemeluk Nasrani seperti perintah Bibel.

Ketiga, Haram minuman keras

Meminum minuman keras juga merupakan bagian dari praktik hukum Allah yang tidak hanya dilarang kepada umat Islam semata, akan tetapi juga kepada umat Nasrani. hal tersebut dikarenakan, larangan meminum minuman keras tidak hanya disebutkan dalam Al-Quran, akan tetapi juga dalam Bibel.

Dalam Al-Quran disebutkan;

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”
(QS: Al-Maidah: 90).

Sedangkan dalam Bibel Imamat 10: 9 juga disebutkan:

“Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun temurun.”
Begitupula dalam Bibel Yesaya 5: 11, disebutkan;

“Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur.”

Pemeluk Agama Samawi

Dalam Al-Quran ditegaskan bawah dahulu manusia merupakan umat yang satu, lalu Allah mengutus kepada setiap umat para Nabi untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan, serta menurunkan bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi perkara terhadap perkara yang diperselisihkan. Akan tetapi karena kedengkian terhadap satu umat dengan umat yang lain, mereka saling menbenci (lihat: QS. Albaqarah: 213).

Di samping itu, tentu masih banyak praktik-praktik hukum yang lain dalam Bibel yang senada dengan praktik-praktik hukum yang termaktub dalam Al-Quran, namun belum tersebut dalam tulisan ini, seperti larangan membuat patung, hukum rajam, perintah berkhitan/sunat dan lain sebagainya.

Dengan demikian, praktik-praktik hukum tersebut apabila diberlakukan pada suatu wilayah, termasuk di Aceh, seharusnya tidak hanya berlaku untuk umat Islam tetapi juga kepada umat Nasrani.

Oleh karena itu, qanun syariat Islam tidak hanya berlaku bagi pemeluk Islam semata, akan tetapi juga kepada seluruh pemeluk agama Samawi (Islam, Yahudi dan Nasrani). Dengan demikian tidak ada tumpang tindih dalam pelaksanaan syariat Islam, khususnya di Aceh sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang diperbolehkan melaksanakan syariat Islam.*

Penulis mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sumber :
http://www.hidayatullah.com/artikel/tsaqafah/read/2015/10/05/80088/al-quran-dan-bibel-bahas-qishas-jilbab-dan-miras-1.html


Selasa, 09 April 2019

::: Kisah Youtuber Korea Masuk Islam Karena Sering Dengar Shalawat Nisa Sabyan :::

Memutuskan untuk pindah agama tentu bukanlah hal yang mudah. Hal itu juga sempat dirasakan seorang Youtuber asal Korea Hwang Woo Joon yang populer dengan sebutan Ricky Ujung atau Ujung Oppa.

Youtuber ini kerap mengunggah konten video berbahasa Indonesia. Rupanya, ia merupakan lulusan S1 jurusan penerjemahan bahasa Melayu dan Indonesia. Ia juga mengajar bahasa Indonesia di Korea.

Selama 15 tahun terakhir, Ujung Oppa sering pulang-pergi dari Korea ke Indonesia. Awalnya, ia melakukan hal itu untuk urusan pekerjaan di bidang pendidikan, tapi kini ia justru memiliki banyak teman, bahkan fans. Akun Youtube Ujung Oppa telah memiliki 1,2 juta subscribers yang didominasi oleh orang Indonesia.

“Tinggal di Indonesia, saya udah biasa menonton, mendengar, dan ketemu orang muslim. Islam jadi nggak asing. Misalkan mendengar adzan, salawat, dan sering mencoba makanan halal di Indonesia dan Korea. Dulu Ujung Oppa nggak tahu sama sekali (soal Islam) dan nggak berminat,” tuturnya dalam video yang diunggah di akun Youtube Ujung Oppa pada Rabu (27/03).

Ia juga sering bertemu dengan grup musik Sabyan Gambus untuk kebutuhan konten Youtube. Oppa mengaku senang mendengar dan menyanyikan salawat. Hatinya merasa tenang setiap kali mendengar salawat.

Titik puncak keputusannya untuk menjadi mualaf adalah karena sahabatnya di Korea. Suatu ketika, ia mengajak temannya Muhammad Zon (nama baru setelah menjadi muallaf) untuk meliput kegiatan di masjid saat Idul Fitri.

Awalnya Muhammad zon tampak ‘ogah-ogahan’, karena menurut Ujung Oppa Islam di Korea masih sangat asing. Populasi muslim hanyalah 0,05% saja. Namun, Zon pun akhirnya mengiyakan.

Usai ceramah dari ustad, Ujung Oppa sempat bertanya perihal ketertarikannya terhadap Islam tapi ia takut terhadap larangan dalam agama tersebut. Ustad kemudian memberikan penjelasan bahwa ia tak perlu takut.

Hal yang membuatnya merinding, hanya dalam waktu dua jam saja berada di masjid, Muhammad Zon memutuskan mau masuk Islam saat itu juga. Ujung Oppa sempat bertanya beberapa kali untuk meyakinkannya, tapi ternyata ia telah yakin.

Muhammad Zon kemudian menikah dengan wanita bercadar asal Indonesia yang tinggal di Korea. Ia dipecat dari tempat kerjanya karena tidak mau minum alkohol dan makan babi.

Perjuangannya sangat keras menurut Ujung Oppa, dan ia melihat Zon tetap bahagia. Dari sanalah ia bertambah yakin untuk memeluk agama Islam dan belajar lebih dalam lagi.

“Ujung Oppa juga ingin bahagia. Apa ya rahasianya dari mereka, bisa bahagia. Benar-benar bikin Ujung Oppa kepo. Tanpa paksaan, Ujung Oppa memutuskan untuk menjadi muslim. Dan kita sekarang brother. Untuk ke depan, Ujung Oppa akan bertemu ustad dan belajar pelan-pelan tentang agama Islam, akan membuktikan bahwa pilihan Oppa benar,” ungkapnya.

Di akhir video, Ujung Oppa meminta doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia untuk belajar agama Islam lebih baik lagi. Video itu kini telah ditonton hampir satu juta orang. (dtk)



Sumber :
https://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/kisah-youtuber-korea-masuk-islam-karena-sering-dengar-shalawat-nisa-sabyan-gambus.htm