Senin, 08 Oktober 2018

::: Alhamdulillah.. Bhiksu Pemimpin Budha Thailand Memeluk Agama Islam :::

Netizen bernama Alam Syah mengunggah sebuah video berdurasi 2:16 menit yang memperlihatkan seorang Biksu di Thailand sedang mengucapkan kalimat Syahadat.

Dengan dibimbing oleh seorang Ustadz, sang Bhiksu masih mengenakan jubah mengucapkan dua kalimat Syahadat Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan maknanya dalam bahasa Thailand.

Sang Bhiksu yang merupakan Ketua Besar Sami Ya’la Thailand ini menjelaskan bahwa alasan mengapa akhirnya memeluk agama Islam adalah karena setelah mengkaji Islam, dirinya menemukan kehebatan Al-Qur’an.

“Alhamdulillah..Kemarin ketua besar sami ya’la thailand mengucapkan syahadat setelah mengkaji islam. Dia mengakui kehebatan alquran dan akhirnya masuk islam”
tulis Alam Syah di akun Facebook pribadinya, jum’at (7/10/2016) .

Berikut Videonya :
https://www.youtube.com/watch?v=BYqZzghQbDM

Sumber :
http://islamedia.id/bhiksu-pemimpin-budha-thailand-memeluk-agama-islam/


::: Mengapa Banyak Beramal, Tapi Masuk Neraka ? :::

Bismillaahir rahmaanir rahiim...

Nukilan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berikut memberikan kita pelajaran agar tidak berlaku “UJUB”. Sifat ujub membuat amalan yang kita lakukan seakan-akan sirna.

Akibat itu, neraka pun yang bisa jadi ancaman. Sehingga beramal baik pun selamanya tidak berujung baik. Bisa jadi ujungnya adalah seperti ini karena rasa UJUB dalam diri.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
Sebagian ulama salaf, di antaranya Sa’id bin Jubair berkata,
Sesungguhnya ada seorang hamba yang beramal kebaikan malah ia masuk neraka. Sebaliknya ada pula yang beramal kejelekan malah ia masuk surga. 



Yang beramal kebaikan tersebut, ia merasa ujub (bangga dengan amalnya), lantas ia pun berbangga diri, itulah yang mengakibatkan ia masuk neraka.

Ada pula yang beramal kejelekan, namun ia senantiasa takut (akan adzab Allah) dan ia iringi dengan taubat, itulah yang membuatnya masuk surga.


Semoga jadi pelajaran berharga di pagi ini. Semoga Allah melindungi kita dari sifat ujub dalam beramal. Terhadap dosa, moga-moga Allah menerima taubat kita dengan kita isi hari-hari yang ada dengan amalan sholih.

Begitupun juga ketika kita membaca buku Syarah Arba’in An Nawawiyah, kita mendapatkan beberapa penjelasan menarik dari Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin terhadap hadits yang berbunyi,
“Sesungguhnya salah seorang dari kalian benar-benar beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya satu hasta, lalu dia didahului oleh catatan takdirnya, sehingga dia beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga dia memasukinya” .

“Dan salah seorang di antara kalian benar-benar beramal dengan amalan ahli neraka, hingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya sehasta, lalu dia didahului oleh catatan takdirnya, sehingga dia beramal dengan amalan ahli surga hingga dia memasukinya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Mungkin sebagian kita bertanya?
“Bagaimana mungkin seseorang yang selama ini telah beramal dengan amalan ahli neraka bisa masuk surga?”

Inilah hikmah dari Allah Subhanahu wata’ala. Syaikh menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa seorang manusia tidak sepantasnya berputus asa, karena bisa jadi seseorang melakukan kemaksiatan dalam waktu yang lama kemudian Allah memberikan hidayah kepadanya, sehingga ia bisa mendapatkan petunjuk di akhir hayatnya.

Jadi jangan merasa pesimis. Bertaubatlah dan jalankan ketaatan kepada Allah meski sebelumnya kemaksiatan telah menggerogoti sepanjang hidup Anda. Semoga dengan demikian Allah akan memberikan husnul khatimah (akhir yang baik) bagi kehidupan kita. Amiiiin……

(Sumber: Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah, Darul Wafa’, 10/294/abimantrono).


Sumber :
http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2015/01/30/35372/mengapa-banyak-beramal-tapi-masuk-neraka/


::: Inilah Bahayanya Jika Orang Biasa Berbohong Dalam Kesehatannya :::

Islam melarang umatnya berbohong. Rasulullah memastikan bahwa seorang mukmin tidak mungkin pembohong. Bahkan sebaliknya, gemar berbohong adalah sifat orang-orang munafik.

Seperti disebutkan dalam hadits, bahaya berbohong sangatlah besar. Ia mengantarkan pelakunya ke neraka.

“Dan sesungguhnya kebohongan itu mengantarkan membawa kepada kekufuran. Dan sesungguhnya kekufuran itu menyeret ke neraka. Dan sesungguhnya seseorang yang berdusta akan dicatat Allah sebagai pendusta” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara di dunia, bahaya bohong ternyata juga besar. Bohong tidak hanya membuat orang lain tidak mempercayainya, tetapi juga dapat berakibat fatal bagi kesehatan dirinya sendiri.

Berikut ini bahaya berbohong bagi kesehatan seperti dikutip dari buku Ayat-ayat Sehat karya Yuga Pramita:

Pada saat berbohong, seseorang sejatinya sedang melawan apa-apa yang sebenarnya harus disampaikan. Jangan heran jika dalam kondisi demikian, terjadi konflik batin yang tak mustahil membuat jiwa seseorang tertekan.

Dr. Dr. Ari F. Syam, Sp.PD-kGEH, MMB, FINASIM, FACP., spesialis penyakit dalam FK-UI dan RSCM mengatakan, tekanan jiwa (setelah melakukan kebohongan) akan menyebabkan gangguan jiwa (neurosis), baik depresi, ansietis, maupun gangguan fisik akibat kejiwaan berupa penyakit psikomatik. Psikomatik adalah penyakit fisik yang didasari oleh penyakit psikis.

Sementara menurut Saudra Dalton-Smith M.D.,penulis Set Free to Live Free, berbohong dapat meningkatkan hormon stres yang bisa mengakibatkan degup jantung dan tarikan napas meningkat, pencernaan melemah, serta saraf dan otot menjadi sangat sensitif.

Sekali dua kali hal ini mungkin tidak berpengaruh serius. Akan tetapi, jika sering terjadi-lantaran pengaruh peningkatan tekanan darah setiap kali melakukan pembohongan- situasi ini dapat memicu tercetusnya beragam penyakit gawat seperti jantung koroner, stroke dan gagal jantung kongestif.
Demikianlah. Segala hal yang dilarang syariat Islam selalu membahayakan manusia. Dan sering kali, bahayanya mengancam banyak aspek. Seperti berbohong ini, ia bukan hanya berbahaya secara sosial tetapi juga membahayakan kesehatan pelakunya sendiri.

Sumber :
http://www.suaranews.com/2014/08/inilah-bahanya-jika-orang-biasa.html


Sabtu, 06 Oktober 2018

::: Mengharukan.. Jalan Menjemput Hidayah Seorang Wanita Belgia :::

Percakapan mengharukan terjadi antara seorang muslimah muda yang bekerja sebagai petugas call center sebuah perusahaan telekomunikasi dengan seorang wanita tua Belgia yang telah buta kedua matanya.

Muslimah asal Afrika Utara ini awalnya bermaksud menelepon salah seorang pelanggan internet perusahaan tempat ia bekerja terkait masalah tagihan, namun ia salah sambung dan terhubung dengan wanita tua asal Belgia yang ternyata adalah seorang non-muslim itu.

Tanpa diduga, percakapan yang kemudian mengalir di antara keduanya berlangsung begitu mengharukan. Di tengah perbincangan keduanya, sang wanita tua berusia 57 itu mengutarakan bahwa hatinya telah tersentuh dengan Al-Qur’an. Akhirnya ia pun mengucap syahadatnya dalam percakapan yang berlangsung kurang dari 5 menit ini.

Rekaman suara percakapan ini dirilis pada halaman Facebook The Deen Show pada Rabu (15/10/2014) kemarin.

Berikut terjemahan percakapan muslimah muda petugas call center itu dengan sang wanita Belgia tersebut.

***

Halo

Halo

Ya, selamat pagi Nyonya, saya seorang pegawai dari *** telecomunication call center.

Ya, selamat pagi.

Bisakah saya berbicara dengan orang yang bertanggung jawab atas tagihan internet di sana?

Oh, tagihan internet. Pasti terjadi sebuah kesalahan, Nyonya.

Anda tidak punya internet, Nyonya?

Tidak.

Apa Anda mempunyai komputer?

Tidak.

Maafkan saya telah menggangu Anda kalau begitu.

Apa kau menyediakan layanan *** ?

Tidak, kami cabang dari ***

Baiklah, semoga kalian semakin sukses. Ini merupakan sebuah tugas yang melelahkan. Aku berharap kau mendapat keberuntungan yang terbaik. Aku adalah seorang wanita tua dan buta. Tapi beritahu aku, adakah sistem yang ditawarkan untuk orang buta?

Untuk televisi?

Tidak. Aku bisa mendengar televisi, namun aku tak dapat menontonnya. Ah, kalian juga pasti mengurusnya (internet)? Kalian berkecimpung dengan segala jenis komunikasi.

Ya, ya. Telepon, internet, dan televisi.

Dulu aku menggunakan sebuah merk televisi baru dan menontonnya. Namun sekarang aku tak dapat melihat gambar apapun, jadi aku hanya mendengarkannya seperti sebuah radio. Aku berharap untukmu… Sayangnya, saat ini aku sudah di penghujung hidupku, tapi aku senang karena aku masih hidup.

Tapi aku tahu pekerjaanmu sangat melelahkan dan kau seperti… Hhhm, aku hanya berharap tak ada yang memanfaatkanmu dalam situasi apapun. Itu sangatlah sulit.

Nyonya, bila saya mendapati wanita seperti Anda setiap bulan, saya akan menjadi wanita paling bahagia di dunia.

Maka aku akan menanyakanmu satu pertanyaan lainnya, namun pribadi.

Katakanlah.
Kau sangat baik, apakah kau berasal dari Afrika Utara?

Benar sekali.
Baiklah, itu tidak mengejutkanku, anakku. Assalamu’alaikum.

Wanita muda itu pun menjawab dengan begitu senang…

Wah, wa’alaikumsalam.

Namaku Elize. Tapi dalam bahasa Arab ini seperti ‘Mustafa’. Kata Elize berasal dari bahasa Latin yang artinya ‘terpilih’, dan ini adalah salah satu Nama Allah. Aku perlu mengatakan ini anakku, karena kau sepertinya seorang Muslim. Apa kau seorang Muslim?

Ya, ya benar.

Aku adalah seorang wanita berusia 57 tahun, berkulit sangat putih dan sangat Belgia. Aku bukanlah seorang Muslim, tapi pada saat aku berusia 52 tahun, selama 4 tahun aku belajar bahasa Arab di Universitas Bristol. Jadi aku bisa mempelajari Fus-ha (bahasa Arab klasik).

Wanita muda itu tertawa senang mendengar cerita sang wanita tua. Dan tanpa diduga, kalimat berikutnya yang diucapkan oleh sang wanita tua itu begitu mengejutkan:

Tapi aku ingin memberitahumu, anakku. Aku bukanlah seorang Muslim, tapi dengan sepenuh hati aku katakan:

Asyhadu alla ilaaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluh.

Ini membuat hati saya terharu. Ini begitu banyak buatmu, kan? Baiklah, jika kau mengizinkanku, anakku, tak ada orang yang fanatik. Suamiku telah meninggal dunia. Dan karena aku mempelajari bahasa Arab, dulu aku membaca Al-Qur’an, tapi sekarang aku tak dapat lagi membacanya. Dan bila ada sesuatu yang membantuku saat itu, ialah Surah Al-Baqarah.

Ya Allah

Apakah kau membaca Al-Qur’an?

Ya, tentu saja. Itu biasa.

Kau tahu, [Al-Qur'an] ini banyak membantuku, anakku. Betapa aku membaca bible dan hal-hal tentang Buddhisme. Dan ketika aku membaca Al-Qur’an, aku terhibur bahwa Allah tidak membebani satu jiwa di luar kesanggupannya. Karena saat itu aku begitu sedih dan [Al-Qur'an] ini begitu membantuku. Kau memiliki agama yang begitu indah, hanya saja seharusnya tak ada yang jatuh kedalam fanatisme. Anakku… Sayangku, dengan seluruh cintaku, sayang.

Apakah kau keberatan jika aku meneleponmu lagi, bila kau suka, bila itu tak mengganggumu?

Ya, dan aku meminta 10 detik lagi untuk orang-orang di seluruh dunia, sebuah do’a sederhana selama 10 detik.

Ya Tuhanku, nama-Mu adalah penyembuhku. Mengingatmu adalah obat bagiku. Kedekatan-Mu adalah harapanku. Cintamu adalah kebahagiaanku. Rahmat-Mu adalah pengobat dan penolongku, di dunia dan di akhirat. Dan Engkau adalah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Dengan seluruh cintaku untukmu, untuk keluargamu, dan orang tuamu.

Terima kasih banyak, Nyonya. Ini memuatku menangis. Terima kasih banyak.

***

Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang memiliki sifat yang paling baik.” [HR Thabrani-shahih]

Sumber :
http://www.arrahmah.com/news/2014/10/16/mengharukan-jalan-menjemput-hidayah-seorang-wanita-belgia-2.html


:: Prof. Dr. Yunahar Ilyas: "Muslim Hobi Mengolok Islam Kemungkinan Sakit Jiwa !"

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag., mengaku heran ada umat Islam yang bangga mengolok Islam.

Ia menilai, orang-orang seperti itu memiliki gangguan jiwa, sebab senang mengolok dirinya sendiri.

"Sakit jiwa itu, sebab, orang yang senang menjelek-jelekan dirinya sendiri itu kemungkinan memiliki kelainan jiwa," kata Yunahar, Rabu (14/12).

Ketua PP Muhammadiyah ini merasa, kondisi itu memang beriringan dengan tingkah
media-media di dunia saat ini, yang selalu beranggapan negatif atas apa yang dituntut umat Islam. Bahkan, umat Islam yang tengah menuntut sesuatu, tidak jarang malah dituduh sebagai gejala intoleransi.

Hal itu terlihat begitu kontras dengan kondisi saat ada masjid yang dibakar atau terbakar. Pasalnya, kejadian itu tidak pernah sama sekali disebut sebagai gejala intoleransi, sehingga tuduhan itu cuma menyasar umat Islam. "Pasti yang dituduh umat Islam, tapi ketika ada masjid dibakar, gak akan disebut-sebut itu intoleransi," ujar ulama kelahiran Bukittinggi ini.

Untuk itu, para dai harus memahami kalau perpecahan umat sekarang itu tidak melulu masalah fiqih atau hukum. Menurut Yunahar, masalah yang semakin tajam justru berasal dari fiqih dakwah, yang belakangan kerap mendapat fitnahan. (ROL).

Sumber : PortalPiyungan


::: Ajak Orang Kristen Masuk Islam, Jangan Anda Malah Masuk Gereja ! :::

Natal (yang berasal dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”) adalah hari raya kaum kafir Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristen penyembah salib pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.

Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember dan juga kebaktian pagi tanggal 25 Desember.

Mengucapkan “selamat natal” adalah ucapan yang bisa mengeluarkan seorang muslim dari agama islam alias MURTAD, tentu setelah tegaknya Hujjah dan hilangnya mawaani’, sehingga Kemurtadannya resmi berdasarkan qawaa’id dan dhawaabith syar’i.


Akan tetapi secara ‘am (secara umum) ucapan “selamat natal” adalah ucapan MURTAD, yang mengucapkannya bisa jadi KAAFIRR !!! Ingat itu !!

Kenapa demikian ?? Apa alasannya ??

Pernyataan tegas tentang kafirnya Nasrani alias kristen, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Sungguh telah kafir orang-orang (Kristen) yang mengatakan bahwa Allah adalah ‘Isa Al-Masih bin Maryam.” [QS.Al-Maidah ayat 17]

LIHAT: orang-orang kristen (nasrani) kafir karena menganggap Yesus sebagai sesembahan mereka, bukankah yang mereka rayakan (dihari natal itu) adalah hari lahirnya yesus ?! Lalu pantaskah kita mengatakan “Selamat” atas kekafiran mereka ?!

Selain itu, penegasan tentang batilnya aqidah Trinitas. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Sungguh telah kafir orang orang (Kristen) yang mengatakan bahwa Allah adalah satu dari yang tiga, dan tidaklah sesembahan itu kecuali sesembahan yang satu (Allah subhaanahu wa ta’ala).” [QS. Al-Maidah ayat 73]

LIHAT: Mereka kafir karena meyakini Trinitas, salah satu oknum Trinitas itulah dasar perayaan Natal mereka, Patutkah kita mengatakan “Selamat” atas perayaan kekafiran mereka ini ?!

Lalu, Allah Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) dan orang-orang musyrik akan masuk neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluq.” [QS. Al-Bayyinah: 6]

LIHAT: Mereka adalah makhluk yang hina dan dimurkai Allah, apakah patut seorang yang beriman kepada Allah dan mengaku Muslim lalu memuliakan dan menghormati orang-orang yang Allah hinakan dan Allah murkai dengan mengucapkan “Selamat Natal”? Atau bahkan sampai kita turut dalam acara perayaan Natal !!???

Na’udzubillah…!!!

Selain itu, penegasan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang orang-orang Nasrani (Kristen), sesuai dengan ayat-ayat di atas, beliau bersabda,
“Demi Yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah ada seorang pun dari umat ini yang pernah mendengarkan tentang aku, apakah ia seorang Yahudi atau Nasrani, kemudian ia mati sebelum beriman dengan ajaran yang aku bawa, kecuali termasuk penghuni neraka.” [HR.Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallaahu’anhu]

LIHAT: Mereka dipastikan sebagai penghuni neraka dikarenakan menyekutukan Allah dengan Yesus yang mereka peringati hari lahirnya di tanggal 25 Desember, Jika ayat-ayat dan hadits yang telah sangat jelas akan kekafiran dan kejelakan mereka, kemudian kita masih mengucapkan Selamat Natal dan mencari-cari alasan pembenarannya, sungguh sangat layak kita bertanya kepada diri kita, masihkah tersisa iman dalam diri kita ?!

Catatan: Akan tetapi, mau jinak atau tidak jinak, mengucapkan “Selamat Natal” adalah Haram dan orang yang mengucapkan nya bisa murtad sebagaimana pendalilan yang kami terangkan dengan ayat-ayat diatas, Allahu A’lam. dan MUI serta MIUMI pun telah mengeluarkan fatwa akan haramnya mengucapkan “selamat natal”. Allahul-Musta’an.



Sumber :
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/ajak-orang-kristen-masuk-islam-jangan-anda-malah-masuk-gereja.htm





 


Selasa, 02 Oktober 2018

::: Bikin Trenyuh.. KESAKSIAN WARGA KRISTEN DI PALU TENTANG FPI.. MASYA ALLAH..! :::

Seorang warga Kristen di Palu membuat pengakuan yang mengejutkan tentang FPI.

Di sebuah status yang viral di sosial media, netizen bernama Latuhita tersebut mengaku malu akan sikapnya selama ini terhadap FPI.

Latuhita menyebutkan, ketika bencana gempa dan tsunami di Palu, suasananya sangat mencekam.

Tapi ketika subuh tiba, dilihatnya orang dengan baju serba putih menolong warga yang jadi korban. Tidak memandang agama. FPI, kata Latuhita, melihat salib dirumah warga Kristen, tapi tetap membantu.

Latuhita juga mengaku malu, atas sikapnya selama ini di medsos. Yang selalu mencaci maki FPI.

Diakhir tulisan, Latuhita meminta maaf kepada FPI. "Ketikabencana datang, barulah kita tau, mana yang benar-benar basodara," tulisnya.

[Video - FPI di Palu]

Ustadz Sugianto Kaimuddin Ketua DPD FPI Sulteng brsama dgn relawan FPI tak kuasa mnahan tangis saat tiba dlokasi trparah di kel. Balaroa Palu Barat, Sulteng. Ratusan rumah warga ambruk longsor sedalam 20 meter kebawah, dan blm ada sama sekali evakuasi korban hngga saat ini. pic.twitter.com/UCN1OYI7K2
— Lembaga Informasi Front (@LembagaF) 30 September 2018

Sumber :
https://www.portal-islam.id/2018/10/bikin-trenyuh-status-warga-kristen-di.html