Sabtu, 13 Agustus 2016

Ahok Tak Setuju Penggusuran Gereja di Pulomas, Namun Memerintahkan Mushola Pasar Ikan untuk Dihancurkan ! >> Inikah Keadilan ?

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menolak secara tegas upaya penggusuran Gereja Protestan Minahasa di kawasan Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur. Hal ini disampaikan oleh pihak pengurus gereja bernama Richard.

Perwakilan pengurus Gereja Protestan Minahsa bernama Richard mengaku telah menemui Ahok di Balikota untuk melaporkan upaya keberatan terhadap penggusuran gereja yang akan dilakukan oleh PT Pacuan Kuda Pulomas.

Saat bertemu Ahok, Richard mendapat lampu hijau dari Ahok bahwa tidak akan ada upaya penggusuran.

“Ahok menyatakan bahwa gereja tidak akan digusur, surat peringatan yang dikeluarkan tidak mencantumkan nama Gubernur dan Wali Kota Jakarta Timur”
ujar Richard sebagaimana dilansir okezone, jum’at (15/4/2016).

Gereja Protestan Minahasa di kasawan Pacuan Kuda Pulomas ini rame menjadi perbincangan karena ada rencana akan ikut digusur akibat dampak pengembangan sarana olahraga equestrian (lompat kuda) untuk kepentingan ASEAN Games 2018.

Kebijakan Ahok yang tidak menyetujui penggusuran Gereja ini sangat berbeda dengan kebijakan Ahok lainya terkait rumah ibadah umat Islam, yaitu saat menggusur kawasan Pasar Ikan Luar Batang, Jakarta Utara, Selasa (12/4/2016). (baca: Musholla Ini Akhirnya AhokHancurkan dengan Buldoser)

Atas instruksi Ahok, Mushola Al Jamil yang terletak di kawasan Kampung Aquarium Pasar Ikan Penjaringan Jakarta Utara dihancurkan dengan buldoser dan rata dengan tanah.

Saat itu penolakan warga tak dihiraukan, bahkan warga yang menolak kemudian ditangkap oleh aparat Polisi Pamong Praja (Pol PP). (Islamedia).
http://ift.tt/29Wzy9N

Sumber :
http://ift.tt/2bgzq0l

Musholla Ini Akhirnya Ahok Hancurkan dengan Buldoser

Pasukan Pol PP Pemerintah DKI Jakarta atas Instruksi Ahok akhirnya berhasil menghancurkan Mushola Al Jamil yang terletak di kawasan Kampung Aquarium Pasar Ikan Penjaringan Jakarta Utara.


“Pantauan di lokasi siang ini, musholla tersebut sudah rata dengan tanah dan tidak ada perlawanan dari warga. Musholla itu rata dengan tanah setelah dibuldoser” ujar wartawan warta kota Yurike Budiman, Selasa (12/4/2016).

Warga akhirnya tidak melakukan perlawanan saat boldoser meratakan Mushola Al Jamil, warga takuy ditangkap oleh Pol PP. “Mau gimana lagi, mbak, kita ngomong dikit saja sudah dicomot nanti sama petugas,” ungkap seorang warga.

Sehari sebelumnya, Senin (11/4/2016) warga masih mempertahankan Musala Al Jamil, bahkan beberapa warga duduk di atap musala yang sudah dicabut kubahnya sejak kemarin.

“Kemarin kami masih sempat adakan dzikir, sampai ada yang bocor kepalanya (warga) karena bertahan di dalam dan kena pukul petugas,” ujar salah seorang warga. (Islamedia).

http://ift.tt/29Wzy9N

Sumber :
http://ift.tt/2aKUY8X

Dirobohkan Ahok, Korban Gusuran Pasar Ikan Dirikan Musholla "AL JIHAD" Simbol Perlawanan

Warga korban penggusuran di kawasan Pasar Ikan yang masih bertahan di tenda pengungsian bersikukuh membangun kembali mushalla yang sempat dirobohkan Gubernur Ahok dalam penggusuran pertengahan April lalu.


Warga mendirikan musholla di atas puing-puing musholla lama dan menamakan musholla baru dengan "AL JIHAD", nama yang mencerminkan perjuangan dan perlawanan warga menghadapi kesewenang-wenangan gubernur Ahok.

“Kan, di sini orang juga butuh ibadah. (Sejak mushalla dirobohkan), kalau kita mau shalat, kan, jauh, harus nyeberang segala macem,” ujar Baharudin, salah satu pengurus mushalla di area penggusuran kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (10/05/2016), dilansir hidayatullah.com.

Ia bercerita, saat terjadi penggusuran warga bersikeras menolak penghancuran mushalla yang semula bernama Al-Jamil ini.

“Pertama dirobohin rumah-rumahnya, tinggal mushalla aja yang belom. Tapi sehari setelahnya mushalla juga ikut dirobohkan,” jelasnya.



Ditanya apakah warga tidak takut mendirikan kembali bangunan di lokasi penggusuran, Baharudin menjawab tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut.

“Enggak juga! Apa yang mau ditakuti, orang gusurannya juga dipaksakan,” ungkapnya.

Baharudin menjelaskan, tempat ibadah yang kini dinamai Musholla Al-Jihad itu dibangun persis di atas tanah berdirinya mushalla sebelumnya.

“Alhamdulillah banyak yang bantu. Ada motivasi dari orang lain yang ikut mendukung jalannya ibadah supaya kita nggak putus ibadah. Kalau misalnya jauh nggak ada mushalla, gimana?”
ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin saat menyambangi korban penggusuran, Selasa (10/05/2016), juga berpesan agar warga memperkuat keimanan dan tidak meninggalkan shalat.

“Tetap shalat dan memperkuat iman. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan dan mengabulkan hajat kita semua,” pintanya, di-aamiin-kan para warga yang hadir.(dm).

Sumber :
http://ift.tt/24OV4yq

APAKAH KITA AKAN DIAM SAJA ?

http://ift.tt/29Wzy9N



::: Lima Orang Yang Berkurban Meski Dalam Kondisi Miskin :::

Kewajiban untuk menyembelih sapi, kambing atau domba saat Idul Adha memang menjadi perintah Allah SWT kepada orang yang mampu.

Ibadah Kurban ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang kurang mampu agar bisa merayakan lebaran haji bersama-sama.

Namun ternyata, semangat berbagi rezeki dalam ibadah kurban tidak hanya dilakukan oleh mereka yang berpenghasilan lebih saja. Beberapa orang yang miskin berikut ini juga melakukan hal serupa. Meski dalam kondisi ekonomi yang sulit, mereka tetap memiliki semangat untuk berkurban saat Idul Adha.

Jika orang kaya bisa dengan mudah mengeluarkan uang untuk berkurban, maka tidak dengan lima orang ini. Mereka harus bersusah payah mengumpulkan recehan setiap harinya hingga terkumpul setelah beberapa tahun. Keinginan mereka untuk menjadi pihak yang memberi akhirnya menginspirasi kita, bahwa Kurban bukan permasalahan miskin atau kaya. Namun mau atau tidak mencari keridhaan Allah SWT. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

1. Mak Yati, Seorang Pemulung

Mak Yati (61) merupakan seorang nenek yang bekerja sebagai pemulung tebet Jakarta Selatan. Setiap hari Ia hanya berpenghasilan Rp. 25 ribu dari mengais sisa-sisa sampah warga ibukota. Dari uang inilah Ia sisa-sisakan untuk menabung membeli hewan kurban pada Idul Adha 2012 lalu.



Mak Yati mengaku mengumpulkan uang dari Rp.1000 sampai Rp 1500 selama tiga tahun. Akhirnya dengan uang yang dikumpulkannya tersebut cukup untuk membeli dua ekor kambing untuk berkurban. Wanita asal Madura ini mengaku memang ingin sekali melaksanakan kurban saat idul Adha. Ia merasa malu karena harus terus mengantre daging kurban saat lebaran haji.

Akhirnya pada 22 Oktober 2012 lalu, Ia berhasil membeli dua ekor kambing untuk diserahkan kepada pengurus Masjid Al Ittihad. Pengurus masjid yang ada saat itu terkaget-kaget hingga menitikkan air mata. Maklum, Mak Yati memang dikenal karena sering memunguti sampah botol plastik di kawasan masjid tersebut.

Ternyata pengorbanan Mak Yati menabung selama tiga tahun langsung mendapat ganjaran dari Allah. Setelah kisah pengorbanannya jadi pemberitaan media, Kementerian Sosial membuatkan rumah untuk Mak Yati di kampung halamannya di Purwosari, Pasuruan, Jatim.

Rumah yang dibangun tersebut bercat putih dan hijau dengan luas tanah 100 meter persegi, dan luas bangunan 45 meter persegi. Mak Yati resmi menerimanya pada 18 Februari 2013. Selain rumah, Mak Yati juga diberi uang makan selama 3 bulan pertama sebesar Rp 2,8 juta dan modal usaha. Ia lalu bertani di kampungnya.

2. Bambang, Tukang Becak Menabung Lima Tahun Untuk Berkurban Sapi

Kondisi serupa juga dialami oleh Bambang. Tukang becak asal asal Pasuruan, Jawa Timur ini juga berhasil berkurban meski dalam keterbatasan. Setelah menabung selama lima tahun, Bambang yang sehari-hari berpenghasilan Rp.20 sampai Rp.50 per hari bisa membeli seekor sapi seharga Rp. 13 Juta untuk berkurban pada Idul Adha tahun 2013 lalu.



Setiap hari Bambang mulai menarik becak dari jam 06.00 pagi sampai pukul 12.00 siang. Hasil menarik becak itu dia tabung sebagian. Uang-uang itu disimpan di kotak penyimpanan yang berada di bawah jok becak miliknya. Selain hasil menarik becak, uang untuk membeli sapi kurban itu juga datang dari sang istri, Mahmuda (46), yang bekerja sebagai tukang pijat.

3. Iwan Lutfi, Pemulung

Kisah selanjutnya datang dari Iwan Lutfi yang merupakan seorang pemulung. Ia dan istrinya merasa geregetan karena selama ini hanya jadi penerima daging qurban saat Idul Adha. Namun mereka hanya berani mengadukan kegemasannya kepada Allah SWT dalam sujud-sujud tahajud.



Pada lebaran haji 2012 lalu, sang istri yang tengah menonton sinetron haji tiba-tiba nyeletuk bertanya kapan bisa naik haji dan bisa berkurban. Namun pertanyaan ini tidak kuasa dijawab Iwan yang hanya menerima uang pas-pasan untuk makan sehari-hari.

Malam itu, istri Iwan tahajud pengin berqurban. Ternyata tanpa disangka-sangka, malamnya ada dermawan mendatangi gubug mereka di dekat Pasar Kembang Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Orang tak dikenal itu membelikan kambing qurban ukuran besar buat Iwan.

Ia berpikir bahwa kambing qurban itu untuk disembelih di sini atas nama orang dermawan tersebut. Ternyata Ia dibelikan kambing untuk berqurban. Hingga saat ini Iwan penasaran dengan dermawan misterius yang memberinya kambing. Ia sama sekali tidak mengetahui namanya.  “Sama sekali tidak tahu namanya. Ketika saya tanya untuk keperluan mengirim doa, katanya pahala dan doa nggak bakal salah alamat,” ungkap Iwan.

4. Yu Timah, penjual nasi yang miskin

Yu Timah, nenek berusia 50 tahun ini membuat banyak orang malu dan berkaca. Nenek yang tinggal sendiri di rumah belantai tanah dan berdinding anyaman bambu mampu membeli seokor kambing untuk kurban. Yu Timah rupanya sudah bertekad keras untuk berkurban, padahal dirinya hanyalah seorang penjual nasi bungkus.



Keterbatasan ini tak menghalanginya,setiap menerima Bantuan Langsung Tunai Yu Timah selalu menyimpan uang itu di bank. Uang itu dia kumpulkan sedikit demi sedikit hingga mencapai Rp 600 ribu. Suatu kali Yu Timah yang merasa uangnya sudah cukup, pun lekas ke bank untuk menggambil uang. Tepatnya pada Idul Adha 2011, Ia berhasil membeli seekor kambing.

"Saya mau beli kambing kurban, Pak! Kalau 600 ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing." ujar dia kepada pegawai bank seperti yang dikutip dari laman dompet dhuafa, Jumat (3/10).

Sayang, saat itu bank telah tutup. Pegawai pun iseng bertanya untuk apa uang itu. Dengan malu, Yu Timah mengatakan hendak berkurban.

"Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar 600 ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?" tanya pegawai tersebut.

Lantas dengan wajah berseri, Yu Timah mengatakan, "Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban."
5. Almarhum Mbah Kemi

Almarhum Mbah Kemi semasa hidup tinggal sendirian di sebuah gubuk di dusun Kembang Kuning, Windusari, Magelang Jawa Tengah. Gubuk itu beratap genteng berdinding bilik. Kesehariannya diisi dengan mengikuti pengajian meski harus berjalan kaki jauh menuju desa tetangga.



Biasanya Ia mendapatkan makanan sisa snack dari pengajian yang kemudian  dibawanya pulang. Biasanya satu kardus snack bisa mengganjal lapar sampai tiga hari. Ternyata di gubuknya yang sempit Ia tidak tinggal sendiri. Ia berbagi ruang dengan seorang pria jompo kurang waras yang ia temukan di jalanan. Ia juga berbagi ruang dengan seekor ayam betina yang sedang mengeram dan juga kambing setengah baya.

“Nanti kalau saya meninggal, kambing ini biar dipotong untuk orang-orang yang ngurusi jenazah saya,” pesan Mbah Kemi.

Suatu ketika jelang Idul Adha, Ketua Yayasan Daarul Qur’an, Anwar Sani, mampir ke gubug Mbah Kemi. Saat berpamitan pulang, Sani memberinya Rp 150 ribu, dengan pesan untuk membeli makanan kalau nggak ada makanan. Sang tamu prihatin lantaran Mbah Kemi sering mengonsumsi nasi basi.

Ternyata, uang Rp 150 ribu itu akhirnya Mbah Kemi bawa ke pasar bersama seekor kambing setengah baya miliknya. Sesampainya di pasar, uang dan kambing mudanya ditukar dengan kambing jantan yang besar. Kambing besar itu dibawanya pulang. Tapi tidak dimasukkan lagi ke kandang, melainkan dibawa ke musholla depan rumah Mbah Kemi.

“Besok lusa kan Idul Adha, jadi kambing ini dipotong buat qurban saja,” katanya. Saat ada tetangga yang menanyakan kenapa kambing satu-satunya diqurbankan, Mbah Kemi menjawab, “Sakjane Mbah ki pengen banget munggah kaji, tapi amargo durung iso, yo nyembeleh wedus disek wae (Sebenarnya Mbah ingin sekali pergi haji, tapi karena nggak belum bisa ya motong kambing aja dulu).”

Keinginan Mbah Kemi untuk bisa naik haji diijabah Allah. Adalah donatur PPPA Daarul Qur’an yang tergerak hatinya untuk memberangkatkan Mbah Kemi ke Tanah Suci. Pada awal Juni 2009, Mbah Kemi berangkat umroh bersama Kafilah Daarul Qur’an.

Kisah mereka seperti sebuah tamparan bagi kita yang selama ini menahan pundi-pundi rupiah dan dollar namun sama sekali belum berniat untuk kurban. Padahal rezeki dari Allah sedemikian banyak diserahkan kepada kita. Semoga pada lebaran haji tahun ini, pembaca setia infoyunik bisa berbagi dengan berkurban. Jika pun tidak bisa tahun ini, semoga tulisan ini bisa menggerakkan pembaca untuk berkurban tahun depan. Aamiin.

"Barangsiapa yang memiliki kelapangan untuk berkurban namun dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami" (HR Ibnu Majah, Ahmad dan Al Hakim).

Sumber :
http://ift.tt/2bfo7FR
http://ift.tt/2aJPHOL


::: Rais Syuriah NU : "NU DKI Tidak Mendukung Gubernur Non-Muslim, NU DKI Serukan Dukung Gubernur Muslim-Beriman." :::

JAKARTA - Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta, KH Mahfudz Asirun, menegaskan dukungannya terhadap pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur yang Muslim dan beriman.

“NU DKI tidak mendukung gubernur non-Muslim. NU mendukung gubernur yang beriman, yang senang sama rakyat dan disenangi sama rakyat,” ujarnya Kamis, 8 Dzulqa’dah 1437 H (11/08/2016).

Hal itu ia tegaskan dalam acara Muzakarah Ulama bersama pimpinan parpol dan tokoh-tokoh masyarakat di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membahas Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

“Mungkin saja atasan saya atau bawahan saya ada yang mengatakan bahwa NU mendukung non-Muslim. Yang jelas, Rais Syuriyah (NU DKI) itu tidak mendukung (gubernur) non-Muslim,” ungkapnya di depan puluhan tokoh.

Kiai Mahfudz menyampaikan itu karena merasa sebagai kewajibannya. “Dan merasa terpanggil, jangan sampai juga NU itu mendukung gubernur non-Muslim,” ungkap Pimpinan Pesantren Al-Itqon ini.

Para tokoh di Jakarta mendorong parpol untuk mengusung satu pasangan Muslim pada Pilgub DKI 2017.
“Saya merasakan apa yang bapak-bapak rasakan. Calon satu saja itu saya juga sangat setuju,” ujar Mahfudz.

Oleh karena itu, ia mengimbau umat Islam di DKI Jakarta agar satu suara. Ia pun berharap para parpol peserta Pilgub DKI 2017 mengusung satu pasang calon Muslim.

“Semoga ada pertolongan agar Gubernur DKI 2017 sesuai dengan yang kita harapkan; jujur, bersih, tegas, cerdas, dan beradab,” harapnya.(dm).


Sumber :
http://ift.tt/2b4e8mi

WASPADA PROPAGANDA KRISTEN KUASAI DAERAH MUSLIM..

Silahkan Baca Disini :
http://ift.tt/295nWP5
 


::: DALAM INJIL TERNYATA YESUS BERDO'A KEPADA TUHAN ! Jika Yesus Tuhan Kenapa Berdo'a ? Berdo'a Kepada Siapa ? >> Inilah Bukti Yesus Bukan Tuhan.. :::

 
YESUS KRISTUS BERDOA KEPADA TUHAN

Tuhan itu hanya bisa dikenal melalui sifat-sifatNya. Kalau sifat-sifat Ketuhanan itu ada pada yesus, Anda pantas menamakan dia Tuhan. Namun, hakikatnya adalah sebaliknya.

Pada yesus Kristus, tidak terdapat sifat Ilahiyah atau sifat Ketuhanan. Karena itu, pengakuan akan ketuhanannya tidak benar dan bertentangan dengan kebenaran.

Mari kita perbandingkan sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Tuhan dengan tindakan-tindakan dan perbuatan-perbuatan yesus.

Tuhan tidak layak minta doa dari siapapun juga, tetapi orang meminta, memohon dan berdoa kepadaNya. Adalah wajar Tuhan mengabulkan doa orang baik-baik dan bijak.



Dikatakan:
 “TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengarNya” (Amsal 15:29).

Yesus sendiri berdoa, memohon kepada Tuhan, seperti tersebut dalam Injil:



DALAM INJIL LUKAS
Yesus Berdo'a

 
 
 
 
 

DALAM INJIL MARKUS
Yesus Berdo'a


DALAM INJIL MATIUS
Yesus Berdo'a




.
KEPADA SIAPA YESUS BERDO'A ?
Yesus Berdoa Kepada Allah.



Kalau Yesus kristus itu Tuhan,  kepada siapa dia mohon doa dan meminta pertolongan? Ayat-ayat di atas
membuktikan bahwa yesus kristus bukan Tuhan. yesus hanyalah manusia yang juga berdoa kepada Allah.

Marilah berpikir..
^_^

Sumber :
http://ift.tt/2aJM3EE

MENGAJAK KRISTEN/KATOLIK BERPIKIR ...





Jumat, 12 Agustus 2016

::: Kisah Larissa Chou Mencari Tuhan, Menjadi Muallaf Setelah Mempelajari Berbagai Agama.. Dan Langsung Berhijab Syar'i ! Masyaallah.. :::

Gadis muda keturunan Tionghoa ini telah mengambil keputusan yang sangat besar dalam hidupnya.

Di usianya yang masih menginjak 19 tahun, Larissa Chou memutuskan untuk untuk berpindah keyakinan sehingga menjadi satu-satunya anggota keluarga yang beragama islam.

Karena keberaniannya ini, Larissa Chou banyak dikagumi oleh gadis-gadis seusianya.

Ternyata seorang Larissa Chou belajar ilmu hijrah dari panutannya, Felixia Yeap. Seorang mantan model majalah dewasa keturunan China yang berkewarganegaraan Melayu ini juga mualaf dan memutuskan untuk menutup auratnya.

Simak, yuk seperti apa  perjalanan hijrah seorang Larissa Chou.


1. Mencari Tuhan

Larissa Chou hidup di tengah keluarga besarnya yang berdarah Chinesse. Di usianya yang masih sangat muda, Larissa mencoba mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seputar Tuhan yang selama ini mengganggunya. Tidak tanggung-tanggung, Larissa berusaha ‘mencari Tuhan’ melalui dua agama, yaitu Nasrani dan Budha. Namun, sayangnya dua agama belum mampu memberikan jawaban yang memuaskan Larissa.

2. Mulai Berkenalan Dengan Islam



Di tengah kebingungannya, Larissa akhirnya berkenalan dengan satu lagi agama, yaitu islam. Meski merasa asing pada awalnya, Larissa juga mengaku merasa tertarik untuk terus mencari tentang apa itu islam, dan apakah Tuhan dari sudut pandang agama ini.

Demi menemukan suatu kebenaran, Larissa pun membandingkan islam dengan dua agama yang lebih dulu dipelajarinya. Hingga ia mendapat kesimpulan, bahwa islam lah agama yang paling masuk akal. Larissa pun memutuskan untuk menjadi mualaf.

3. Yakin Menjadi Mualaf

Keyakinan Larissa tidak berhenti sampai di situ. Dalam prosesnya mempelajari islam, Larissa bahkan belajar bagaimana caranya sholat melalui Youtube, dan mempraktekannya secara diam-diam karena takut ketahuan oleh keluarganya. Pembantu Rumah Tangga di rumah Larissa, satu-satunya yang memeluk islam di sana juga enggan mengajarinya, karena takut dimarahi oleh keluarga Larissa.


4. Berusaha Meyakinkan Keluarga

Keluarga besar Larissa yang memang berdarah Chinese jelas merasa sangat keberatan dengan keputusan berani yang diambil oleh Larissa Chou. Hal ini dikarenakan usia Larissa yang masih cukup muda untuk mengambil keputusan yang terbilang besar tersebut. Namun, Larissa sangat yakin dan berjanji akan mempertanggungjawabkan pilihannya. Akhirnya keluarga besar pun menerima keputusan Larissa.

5. Memutuskan Untuk Menutup Aurat

Keputusan besar selanjutnya pun diambil oleh gadis cantik ini. Selang satu bulan setelah memeluk islam, Larissa memutuskan untuk menutup auratnya dengan hijab. Tak tanggung-tanggung, Larissa langsung mengenakan hijab syar’i panjang yang menutup punggung dan dadanya. “Saya memang tidak sempurna Saya pun baru menjadi seorang muslimah Tapi saya akan berusaha membantu dan membimbing teman saya dari dulu tidak pernah membeda-beda kan teman apapun ras nya dan berasal dari keluarga mana karena semua manusia itu sama apalagi di mata Allah Hanya manusia itu sendiri yang membedakan." 

http://ift.tt/29D7J5U


Semangat yaa berhijab syar’i ” harap Larissa.

Nah, itu tadi perjalanan seorang gadis Tionghoa cantik yang menemukan Tuhan melalui islam. Si cantik ini bahkan nampak jauh lebih cantik dengan hijab syar’inya. Cantik, kan? Bagaimana menurutmu? (dm).


Sumber :
http://ift.tt/2boEWCx


Inilah 9 Fakta tentang Larissa Chou, Amoy Mualaf Cantik Menantu KH Arifin Ilham

Putra pertama ulama dan Dai kondang KH Muhammad Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz memutuskan menikah dalam usia remaja pada usia 17 tahun.


http://ift.tt/29D7J5U

Ia menikahi seorang mualaf beretnis Tionghoa, Larissa Chou yang berusia dua tahun lebih tua dari Alvin.

Siapa Larissa Chou ? Berikut fakta-faktanya yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Lahir di Cirebon
Nama lengkapnya Larissa Chou, wanita kelahiran Cirebon, 23 April 1996 silam ini.
Sebagai seorang mualaf yang kebetulan beretnis Tionghoa, jelas Larissa mendapat tentangan dari keluarganya. Pasalnya, tak satupun dari mereka yang Muslim. Keributan tak dapat dielakkan saat mereka mengetahui Larissa masuk Islam

2. Profesi
Larissa juga dikenal berprofesi sebagai Make Up Artis. Meski lahir dicerobon namun Larissa tinggal di Bandung. Oleh fans-nya ia disapa Cici.

3. Berpendirian teguh
Saat memutuskan menjadi muallaf Larrissa sempat ditentang  keluarganya. pasalnya tak satupun keluarganya muslim. Tak hanya itu ia pun dihujat oleh teman-temannya, bahkan pria-pria Tionghoa non Muslim yang jatuh hati padanya, langsung berpaling.

Tapi ia tidak peduli. Ia berjuang mempertahankan pendiriannya.

Dia menulis:

mungkin akan banyak yang heran terutama teman2 saya..

karena saya adalah murni keturunan chinesse dan satu2 nya yang mualaf di keluarga:)

mungkin jarang melihat orang dengan etnis ras thiongha ( cina ) yang muslim..

dan disini saya mau membuktikan kalau agama adalah pilihan bukan diliat dari ras atau lingkungan nya..

dan saya pun bukan sembarangan mempercayai sesuatu.. Tanpa saya mempelajari dan yakin..

dan saya memilih belajar islam pun atas keyakinan yang saya telah pelajarin dan hidayah yang saya dapat..

komentar orang akan beda2 tapi selagi itu pilihan saya dan saya engga salah terhadap mereka yang mengomentari.. saya berusaha tidak memikirkan..


Karena mereka bukan yang menjalani dan berada di posisi saya.. Engga tau perjuangan mualaf juga bagaimana..

saya harap teman2 & keluarga akan menghargai yang sedang saya jalanin saya sekarang.. saya pun tidak bisa menebak ke depan gimana yang penting yang sekarang di jalanin yang baik..


Dan terima kasih sekali buat temen2 muslim yang mendukung

4. Baru Seminggu Langsung Berhijab
Hebatnya lagi, hanya berselang seminggu setelah mengucapkan syahadat, ia langsung berijab Syar’i tanpa peduli omongan orang.


“Saya memang tidak sempurna Saya pun baru menjadi seorang muslimah Tapi saya akan berusaha membantu dan membimbing teman Saya dari dulu tidak pernah membeda-beda kan teman apapun ras nya dan berasal dari keluarga mana karena semua manusia itu sama apalagi di mata Allah Hanya manusia itu sendiri yang membedakan. Semangat yaa berhijab syar’i ”

5. Terinspirasi Felixia
Ternyata seorang Larissa Chou belajar ilmu hijrah dari panutannya, Felixia Yeap. Seorang mantan model majalah dewasa keturunan China yang berkewarganegaraan Melayu ini juga mualaf dan memutuskan untuk menutup auratnya.

"Saya sudah tau beliau lama, felixia asal malaysia perempuan murni keturunan china seperti saya ( beda nya saya asal indonesia ) dan beliau pun sama mualaf Felixia pertama mualaf tidak ada proses langsung berhijab dan syar'i saya juga sama seperti beliau..

Beliau pun di hujat, saya pun di hujat tapi lebih parah beliau karena beliau seorang artis Hijrah beliau keren sekali, dulu nya dia adalah model majalah dewasa Beliau pun mau membuktikan bahwa Gadis China tidak anti islam dan bisa menjadi muslimah Felixia yeap sudah sadar dan menemukan kebenaran yaitu islam Saya pun begitu..

Islam bukan hanya untuk keturunan arab maupun suku indonesia asli. Islam bukan hanya untuk perempuan yang terlahir sebagai muslimah yang dari lahir belum mengenal islam dan Hijab pun BISA ? dan mau memperjuangkan Doakan saya dan juga Felixia Yeap agar selalu istiqomah dan bisa jadi motivasi Tidak perlu salut terhadap mualaf menurut saya ini lah kebesaran Allah"


 6. Belajar perbandingan agama
Dikutip dari http://ift.tt/1onlgRh, Larissa merasa sangat jauh dari kebenaran tentang tuhan.

Dalam upaya pencariannya ia mempelajari agama Budha dan Kristen, mengikuti beragam kegiatan kagaaman, namun belum bisa menjawab segala pertanyaanya selama ini.

Larissa mencoba untuk mempelajari agama Islam, saat pertama kali mempelajari Islam, ia pun merasa asing. Tapi itu justru membuatnya semakin tertarik mempelajarinya, bagaimana pandangan Islam tentang Tuhan, bagaimana cara ibadahnya, dan bagaimana kitab sucinya.

Larissa kemudian membandingkan dengan dua agama lain yang telah dipelajari sebelumnya. Itu ia lakukan demi mencari sebuah kebenaran.

Ia akhirnya mendapati Islam dan ajarannya ternyata masuk akal. Islam adalah jawaban selama ini ia cari dan setiap aturan dalam Islam adalah untuk membawa manusia menjadi pribadi yang lebih baik.
Sebelum mengenal Islam ia sempat berpikir Islam adalah agama yang berlebihan, banyak yang diharamkan dalam agama ini.

7. Belajar shalat dari YouTube
Ada pengalaman unik yang ia rasakan saat pertama kali belajar sholat. Karena keluarganya tidak ada satupun yang beragama Islam, Larisa terpaksa mempelajari tatacara shalat dari YouTube dan mempraktikkannya secara sembunyi-sembunyi.

Pembantu, satu-satunya yang Islam di rumahnya malah enggan menjelaskan Islam ketika ia mencoba bertanya, karena takut dimarahi oleh keluarganya.

8. Aktif di Medsos
Larissa juga aktif di media sosial yang sama dengan Alvin. Larissa yang dua tahun lebih tua dari Alvin itu juga sempat mengunggah foto undangan pernikahannya 26 hari lalu lewat akun ask.fm.

Dia memiliki lebih dari 300 ribu pengikut di askfm. melalui media sosial pula ia berjumpa dengan Alvin dan mereka kerap berdiskusi tentang agama. Dia juga aktif di Instagram (larissachou), Twitter (@Larissachou) dan snapschat (larissachou).

9. Ayah dan neneknya juga ikut Muallaf
Ustaz Arifin Ilham mengungkapkan, jika putra pertamanya itu tidak hanya berhasil membimbing dan mengajak Larissa untuk masuk Islam, melainkan juga ayahnya Rudi Gunawan (46) serta neneknya Tan Po Cian (74).

Proses ketiganya mengucapkan kalimat syahadat disaksikan puluhan ribu jamaah zikir. [tribun]
 http://ift.tt/29D7J5U
Sumber :
http://ift.tt/2aFPdHH

http://ift.tt/29D7J5U



::: FPI Sindir Media TV Tidak Tayangkan Berita 'Biksu' China Pengedar Uang Palsu karena Tidak Berjenggot, Tidak Berpeci ! >> Ketidakadilan Media :::

Rupanya Front Pembela Islam (FPI) merasa, media besar, khususnya Televisi tidak adil dalam menjalankan tugas mereka, bahkan FPI tidak segan-segan langsung menuding jika media Televisi justru sudah melakukan pilih kasih, terutama dalam hal pemberitaan yang dianggap sangat tendensius.

Bagaimana tidak, kabar tertangkapnya 3 orang Biksu asal Cina yang mengedarkan uang palsu, sama sekali tidak dimuat oleh media mainstream atau Televisi.

“Sepi dari pemberitaan media, tiga Biksu asal China ditangkap karena edarkan uang palsu, andaikan saja tiga biksu ini pakai jenggot, pake peci, ama pake sarung, mungkin sudah masuk tv,” tulisan dalam sebuah gambar, yang di upload akun twitter milik FPI.

Dalam gambar tampak tiga orang biksu yang tertangkap, sementara di depan seorang pegawai Imigrasi yang menangkap mereka tampak duduk tersenyum.

“Andai mereka pakai jenggot, peci dan sarung. Bisa tiap jam muncul di TV. (Tahu sendiri tv yang mana?)” Tulis @DPP_FPI.

“Sudah pastilah yang dimaksud adalah Kompas TV, semua juga tahu, bagaimana Kompas TV jika sudah soal pelakunya beragama Islam, bisa-bisa 3 jam pertama, hampir tiap 10 menit muncul,” ujar Darwis Sibua, Tokoh Muda Muslim Maluku Utara di Jakarta, tersenyum.

Darwis mengingatkan kembali, bagaimana Kompas TV memaksakan untuk “menyerang” umat Islam, dengan cara memaksakan seorang pelaku LGBT, Hartoyo, yang terang-terangan mengaku dan sering berpose, “menjijikkan” versi Darwis, kemudian oleh Kompas TV, malah didandani bagaikan seorang ustadz yang ahli agama.

Sementara itu Darwis sendiri, tidak kalah merasa sangat kecewanya dengan stasiun televisi lainnya, yang juga tidak memuat kasus yang sangat menghebohkan ini.

“Jarang-jarang ada pemuka agama seperti Biksu, mengedarkan uang palsu, atau jangan-jangan karena pemilik stasiun-stasiun televisi itu dimiliki oleh para cukong-cukong Aseng, dan kebetulan beragama sama, jadi berita seperti ini “Haram” hukumnya bagi televisi untuk memuat?” ujar Darwis, sambil geleng kepala tidak percaya.

Selain itu sebuah akun milik @KaspoMade menulis,” sampe anak istri, saudara, tetangga bakal kena imbas,”

“Sudah pastilah mereka akan dikejar, baik oleh wartawan bahkan oleh polisi karena dianggap sebagai kaki tangan,” ujar Darwis.

Kejadian ini sebenarnya sudah terjadi sejak Jumat (5/8/2016) lalu, ketika pihak Imigrasi Kelas I Ngurah Rai menangkap mereka, atas laporan masyarakat, di wilayah Kuta, Badung Bali.



Ketiganya adalah Kexin Chen, Jingzhong Huang dan N Huang yang juga ternyata melakukan kegiatan mengemis, ketika ditangkap ketiganya memiliki 700 lembar Yen dengan pecahan 100 yen.

Selain itu, dalam hasil pemeriksaan ketiganya ternyata di Bali sebagai pendatang yang menyalahi ijin tinggal sebagai wisatawan.

Pihak Imigrasi Kelas I Ngurah Rai sebelumnya sudah melakukan monitoring, selama dua minggu, kecurigaan semakin tinggi, karena dari laporan masyarakat, juga diketahui jika salah satunya memiliki istri, sementara Biksu tidak diperbolehkan memiliki istri. [pembawaberita].

Sumber :
http://ift.tt/2aRBUVa

PENGIN TAHU CARA MEDIA MASSA HANCURKAN CITRA ISLAM ?

Silahkan Baca Disini :
http://ift.tt/20lTiRd
 


::: Ormas GARDAH Jabar Tangkap Tangan Dugaan Aksi “Pemurtadan” Missionaris Kristen >> Masih Menganggap Kristen Toleran ? :::

Penyebar buku dinilai melanggar SK Kemenag no.70/78 tentang penyiaran agama kepada orang yang sudah beragama..

Beberapa orang yang mengaku dari Denominasi Saksi Yehuwa tertangkap tangan saat membuka stand yang diduga sarat gerakan pemurtadan di pasar kaget di kawasan kampus Universitas Telkom Bojongsoang Kecamatan Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung, Ahad (01/02/2015) lalu.

Kelompok ini ditangkap oleh ormas Gerakan Pagar Aqidah (GARDAH) dan Laskar Sabilillah saat kedapatan membagikan buku-buku Kristen secara gratis dan brosur yang isinya dinilai menggiring pada pemurtadan.

Dalam aksinya mereka dinilai membangun pencitraan yang simpatik dengan memakai bahasa daerah yang baik dan santun, serta berupaya menolong masalah kehidupan. Sehingga beberapa warga Muslim yang tengah melintas dikawasan tersebut yang tertarik untuk mendekat atau sekedar berdialog.

“Setelah tim dari Gardah dan Laskar Sabilliah mendapat laporan dari warga lalu melakukan pemantauan selama hampir 2 pekan. Kemarin (Ahad, 01/02/2015) kita tangkap para misionaris tersebut, kemudian beserta Ketua RW setempat dan Ketua DKM At-Taqwa langsung mengintrogasinya,” ujar Ketua Umum Gardah, Suryana Nurfatwa dalam rilisnya kepada hidayatullah.com.

Abdurrahman (Ketua RW) dan H. Adang (DKM At Taqwa) mewakili warga mengaku sangat tersinggung dengan ulah kelompok Yehuwa ini yang beroperasi di wilayahnya. Ia meminta para misionaris yang melakukan pemurtadan untuk segera menghentikannya.

Menurutnya, jika terus berlangsung jangan salahkan jika masyarakat dan jama’ah akan melakukan tindakan karena sudah mengganggu aqidah.

Suryana Nurfatwa menambahkan mereka (para penyebar buku) jelas melanggar SK Kemenag no.70/78 tentang penyiaran agama, dilarang menyiarkan agama kepada yang sudah beragama.

Pihaknya bertekad akan mengusut terus kasus ini dan akan mengejar pimpinan Saksi Yehuwa karena Forum Islami (FIS) sudah lama mencari dan memburu kelompok yang gencar mendatangi targetnya dengan dor to dor ini.

Dalam pantauan tim FIS kelompok ini kerap mendatangi masyarakat terutama di wilayah perkampungan dengan membagikan buku-buku dan brosur yang berisi ajakan masuk agama Kristen.

Untuk itu Suryana meminta dan menghimbau kepada kaum Muslimin agar ikut memantau seluruh wilayah terutama di pasar kaget atau kawasan bebas kendaraan bermotor (Car Free Day/CFD).

“Jika menemukan modus serupa segera informasikan ke pihak kami,  nanti kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut Rainhard selaku  pimpinan misionaris saksi Yehua yang beralamat di Istana Gardenia Regensi Cimahi telah bersedia mengikuti aturan yang ada dan berjanji tidak akan melakukannya lagi didaerah manapun serta siap menerima sanksi jika melanggar, hal tersebut dituangkan dalam sebuah surat pernyataan.

Namun demikian Suryana dan FIS memastikan bahwa persoalan tersebut akan diusut sampai tuntas.*/Suryana (Bandung).


Sumber : Hidayatullah

APAKAH KITA AKAN DIAM SAJA ?



UNTUK MENGHADAPI MISSIONARIS..
SUDAH SAATNYA UMAT ISLAM BELAJAR ILMU KRISTOLOGI..

VIDEO KAJIAN KRISTOLOGI UNTUK MENGHADAPI KRISTENISASI

Silahkan Tonton Dan Share Di Sini :
 https://www.youtube.com/user/kristensebenarnya/videos

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬۩Ϫ۩▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

VIDEO ISLAM MENJAWAB FITNAH MISSIONARIS
 VIDEO ISLAM MENJAWAB FITNAH DAN HUJATAN ORANG KAFIR

Silahkan Tonton Dan Share Disini

https://www.youtube.com/channel/UCH9-EMSM_LX1BC9o-rI5cbQ/videos