Senin, 12 November 2018

::: TERUNGKAP! Donasi Uang Receh Konsumen Alfamart Disalurkan ke ORGANISASI KRISTEN ! :::

Ribut-ribut donasi di jaringan mini market Alfamart. Beberapa hari ini di sosial media netizen ribut soal donasi receh "Seratus Rupiah" (Rp 100) saat belanja di Alfamart. Beberapa netizen memperlihatkan struk belanja yang tertera donasi sukarela Rp 100.

Cobalah sedikit selidiki kebenaran beritanya…

Ternyata, Alfamart memang bekerja sama dengan “Habitat for Humanity” (HFH)

Link info: https://finance.detik.com/advertorial-news-block/2977528/ke-sinilah-donasi-uang-receh-konsumen-alfamart-disalurkan

Juga di situs alfamart: https://alfamartku.com/news/2016/07/laporan-donasi-konsumen-alfamart-2015

Di link berita itu disebutkan salah satu penyaluran Donasi Konsumen Alfamart sebesar Rp 2 Miliar lebih adalah ke Habitat for Humanity (HFH):

[Kutipan link]:
"Alfamart juga bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia untuk merekonstruksi rumah layak huni bagi keluarga pra-sejahtera. Program bernama Kampung Alfamart ini menggunakan donasi konsumen periode 1 – 31 Mei 2015 yang terkumpul sebesar Rp 2.640.754.074."



Maka, coba selidiki siapa pendiri “HFH” itu…?

Ternyata, pendirinya adalah seorang “biblical scholar” (ahli kitab Injil)…

[Kutipan link]:
The idea that became Habitat for Humanity first grew from the fertile soil of Koinonia Farm, a community farm outside of Americus, Georgia, founded by farmer and biblical scholar Clarence Jordan.

Link info: http://www.habitat.org/about/history



HFH juga secara jelas-jelas menyatakan adalah “ecumenical Christian housing organization” (organisasi perumahan Kristen ekumenis):

Link info: https://ift.tt/2hH0Ik4

[Kutipan link]
Is Habitat for Humanity a Christian organization?
Yes, we are a global nonprofit, ecumenical Christian housing organization. All who desire to be a part of this work are welcome, regardless of religious preference or background. We have a policy of building with people in need regardless of race or religion. We welcome volunteers and supporters from all backgrounds.


Demikian dari informasi yang tersedia di internet.

SUDAH JELAS?

Konsumen Muslim MASIH MAU DONASI KE ALFAMART???

Saatnya UMAT ISLAM PUNYA JARINGAN MINIMARKET SENDIRI (Minimarket 212?), sehingga Donasi (Infaq Shadaqah) dari konsumen muslim juga tersalurkan untuk kemaslahatan umat dan kemajuan dakwah Islam.

Mungkin sepele "Hanya Seratus Rupiah", tapi Rp 100 dikalikan jutaan konsumen dikalikan hari bulan tahun, maka seperti contoh Alfamart di atas: Terkumpul Rp 2 MILIAR LEBIH yang disalurkan lewat organisasi kristen HFH.

SEBARKAN DAN SADARKAN !!!



Sumber :
http://www.portal-islam.id/2016/12/terungkap-donasi-uang-receh-konsumen.html

SAATNYA UMAT ISLAM HIJRAH BELANJA !









ATAU

BELANJA DI WARUNG TETANGGA MUSLIM KITA..


::: Masya Allah.. Program Kemanusian FPI Bedah Rumah ! Kini Rumah Seorang Janda Kristiani Jadi Sasaran ! :::

Susanah br. Tarigan (47 tahun) yang lebih akrab dipanggil Bik Sannah, janda warga Desa Selandi, Kecamatan Payong, Tanah Karo itu tak henti-hentinya menitikan air mata.

Bukan tanpa sebab, pasalnya rumah yang ia tinggali bersama 4 orang anak-anaknya yang masih kecil, direvonasi oleh Tim Bedah Rumah Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara.

"Awalnya saya tidak percaya, saat bapak-bapak dari FPI berkunjung ke rumah saya dan meminta izin kepada saya agar merenovasi rumah. Karena saya kan beragama Kristen, tapi saya iyakan saja agar mereka tidak merasa tersinggung". Jelas Bik Sannah dengan nada haru.

Namun seiring saat semakin banyaknya tetangga dan warga yang mengucapkan selamat kepadanya, berangsur Bik Sannah mulai percaya. Terlebih pada Jumat 4 Mei 2018 rombongan laskar FPI Sumut datang dan mulai membongkar rumahnya untuk direnovasi.

Menurut warga, Bik Sannah yang sehari-harinya menafkahi dan memenuhi kebutuhan dirinya dan keempat orang anaknya dengan bekerja menjadi buruh panen di ladang orang, dengan gaji 40 ribu perhari itu, memang layak menerima program tersebut. Karena selain kehidupannya yang sangat memprihatinkan, bantuan tersebut akan memberikan semangat baru untuk keempat anaknya.

Dan warga pun sangat mengapresiasi keputusan FPI Sumut di bawah kepemimpinan Sayed Hud Alatas yang tidak membeda-bedakan agama dalam program sosial dan kemanusiaannya.

Di tempat terpisah, Sayed Hud Alatas, membenarkan bahwa pilihan untuk merenovasi rumah Bik Sannah murni atas nama kemanusiaan dan tidak ada maksud dan niat lain. "Tidak ada niatan lain. Ini benar-benar atas nama kemanusiaan. ini sudah menjadi takdir beliau". jelasnya.

"Awalnya kami mencanangkan renovasi tersebut akan dikerjakan setelah Ramadhan (bulan depan) mengingat pembiayaan kita yang sudah menipis. Tapi Allah berkehendak lain. Rezeki tidak bisa ditahan. diluar logika kami, setelah desas-desus akan direnovasinya rumah Bik Sannah akan direnovasi FPI sampai ketelinga petinggi-petinggo kepolisian. Ternyata kepolisian setempat, bahkan Polda Sumut merespon niatan kami ini, dengan mengutus perwakilannya untuk mengucapkan terimakasih atas program keummatan di wilayah kerja mereka. Dan meminta kepada FPI Sumut untuk tidak menolak bantuan berupa material yang untuk perenovasi rumah Bik Sannah. Atas adanya dukungan inilah, maka kami langsung mulai membongkar dan akan merenovasinya sekarang". tambah Sayed Hud Alatas..

Sayed Hud Alatas juga menerangkan, bantuan yang disiapkan Polda Sumut lantas diteruskan ke Polres Tanah Karo untuk diserahkan kepada FPI Sumut berupa material bangunan yang. Dan Ketua DPD FPI Sumut tersebut juga berharap, agar hal ini nantinya dapat diteruskan menjadi kerjasama yang baik antara Polda Sumut dan FPI Sumut kedepannya di wilayah-wilayah Sumatera Utara. Di luar program bedah rumah FPI Sumut yang sudah berjalan sebelumnya.

Masyarakat Kutambaru terkhusus Desa Selandi Kecamatan, sangat antusias dengan keberadaan FPI   mereka. Karena sejak pertama kali terjadinya erupsi Gunung Sinabung yang lalu, FPI langsung turun dan mondok di lokasi terdampak erupsi. Serta banyak memberikan bantuan berupa sembako, mesin air, dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya yang sangat dibutuhkan. Dan kini, dampak program bedah rumah FPI mampu mengetuk hati warga sekitar untuk ikut saling berbagi kepada warga yang membutuhkan.

Sebagaimana yang disampaikan beberapa warga yang sempat diwawancarai, umumnya mereka sangat merasa bersalah selama ini, karena percaya begitu saja tentang isu-isu yang mengatakan FPI itu keras, radikal, intoleran dan lainnya.

Selama hampir 3 bulan ini FPI Sumut telah bersosialisasi di Tanah Karo, nyatanya FPI telah dianggap sangat bersahabat, menjunjung rasa persaudaraan dan mempunyai toleransi yang tinggi tanpa membeda-bedakan kultur dan ras dalam kehidupan bermasyarakat di tengah mereka.(dm).

Sumber :
http://www.portal-islam.id/2018/05/duh-fpi-berulah-lagi-kini-rumah-seorang.html

MASIH MEMBENCI FPI ?
KARENA FITNAH MEDIA MAINSTREAM ?


::: Kepala Keuangan Vatikan Bersedia Jadi Saksi Kasus Pedofilia di Lingkungan Gereja :::

Gerald Ridsdale melakukan kejahatan pedofilia terhadap puluhan anak laki-laki di berbagai paroki antara tahun 1950-an dan 1970-an.

Kepala Keuangan Vatikan George Pell menawarkan diri untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan kasus pedofilia yang melembaga di lingkungan gereja di Australia.

Kardinal Pell dulu pernah menjabat sebagai Uskup agung Sydney, jabatan paling senior di gereja Katolik Australia.

Pell dituding membungkam seorang korban pedofilia yang dilakukan oleh seorang pendeta cabul dan membantu rohaniwan gereja yang bernama Gerald Ridsdale, pindah ke paroki lain.

Australia sedang menyelidiki bagaimana sekolah-sekolah, gereja-gereja dan pemerintah menanggapi kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak-anak.

Dilansir BBC Rabu (27/5/2015), pekan ini sebuah komisi kerajaan mulai mendengarkan kesaksian-kesaksian dari para korban di Ballarat di negara bagian Victoria, di mana Gerald Ridsdale melakukan kejahatan seksual terhadap puluhan anak laki-laki di berbagai paroki antara tahun 1950-an dan 1970-an.

Pell dituding terlibat dalam memindahkan Ridsdale ke negara bagaian lain, dan berusaha menyuap keponakan laki-laki Ridsdale agar tutup mulut atas kejahatan seksual yang dilakukan pamannya.

Kamis lalu, komisi merilis sebuah surat dari Pell yang mengatakan bahwa dia sangat “ngeri” dengan kasus di Ballarat.

“Saya merasa sangat sedih sekali melihat bagaimana otoritas gereja gagal dalam menangani kasus kejahatan ini,” kata Pell.

“Saya merasa sangat terpanggil untuk membantu komisi kerajaan dan melakukan apa saja yang saya bisa untuk membantu para korban yang masih ada (termasuk) memberikan bukti secara langsung jika diminta untuk itu.”

Ridsdale, 81, pertama kali dihukum penjara pada tahun 1993 atas kejahatan seksual yang dilakukannya terhadap anak-anak.

Royal Commission into Institutional Responses to Child Sexual Abuse dibentuk pada April 2013, menyusul desakan dari anggota parlemen di tengah-tengah klaim polisi yang mengatakan Gereja Katolik Roma menyembunyikan bukti kejahatan-kejahatan seksual para pendeta pedofil.

Terungkap bahwa para pendeta pedofil justru dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya oleh institusi gereja dan bukannya dilaporkan kepada polisi agar kasusnya diselidiki.

Terdapat pula tuduhan yang menyebutkan bahwa orang-orang dewasa (di lingkungan gereja) gagal mencegah kejahatan seksual terhadap anak-anak itu agar tidak berlangsung lebih lanjut.

Sebuah laporan hasil konsultasi yang dirilis Januari lalu memperkirakan bahwa sedikitnya 65.000 orang menjadi korban pendeta pedofil dan berhak mendapatkan kompensasi dari pemerintah.*



Sumber :
http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2015/05/30/70784/kepala-keuangan-vatikan-bersedia-jadi-saksi-kasus-pedofilia-di-lingkungan-gereja.html

MASIH PERCAYA DENGAN AGAMA KRISTEN ?

DI AUSTRALIA
 


::: Kisah Nyata Habib Rizieq Kecil Saat Sekolah di Sekolahan Kristen :::

[KISAH NYATA]

Ada seorang anak yang beragama Islam, setelah lulus SD ia di sarankan oleh Ibunda tercintanya untuk masuk di sekolah SMP BETHEL KRISTEN.

Sang anak bertanya kepada Ibunda tercintanya: "Ibu, apa Ibu tidak khawatir kepada saya?"

Sang Ibu menjawab: "Kenapa ibu harus khawatir? Bukankah engkau kalau pulang sekolah belajar mengaji dan hadir di Majleis Ilmu?"

Singkat cerita, anak tersebut masuklah di sekolah SMP BETHEL KRISTEN yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari rumahnya.

Ketika aktifitas belajar berlangsung, dimana hanya anak tersebut yang beragama Islam, masuklah sang Guru ke dalam kelas untuk mengajar.

Entah pelajaran apa, Guru tersebut iseng kepada anak tersebut, karena ia sendiri yang beragama Islam.

Guru berkata: "Saya bingung dengan agama yang melarang makan daging Babi, bukankah Babi ciptaan Tuhan?"

Suasana menjadi henig. Sedangkan mata sang Guru melirik ke anak yang beragama Islam tersebut.

Sang anak tersebut pun merasa dirinya tersendir, akhirnya ia menjawab pertanyaan Gurunya.

Murid muslim: "Iya Bu, saya juga heran"

Guru: "Kamu aja heran, apa lagi saya"

Murid muslim: "Iya bu, saya heran bukan karena daging Babi, tetapi karena IBLIS"

Guru: "Loh, kenapa karna Iblis?"

Murid muslim: "Begini Bu, kenapa semua manusia memusuhi Iblis, bukankah Iblis ciptaan Tuhan juga?"

Guru: "Ya karena Tuhan ingin menguji kita"

Murid muslim: "Nah, sama Bu, Tuhan juga melarang kita makan daging Babi karena ingin menguji kita, taat atau tidak kepada-Nya."

Sang Guru dan murid-murid yang lainpun terdiam. Dengan kejadian itu teman temanya mengakui kejeniusan Anak Muslim tersebut, bahkan berkat dirinya teman dan Guru masuk agama Islam.

Anak tersebut kini menjadi Imam Besar Front Pembela Islam yang memiliki cabang organisasi dari Sabang sampai Maurauke.

Dan anak tersebut kini menjadi MUFTI/AHLI FATWA SULU (Malaysia).

Beliau adalah Adda'i Ilallah Al 'Allamah Al Mujahid. DR. Al Habib MUHAMMAD RIZIEQ BIN HUSEIN BIN MUHAMMAD SHIHAB Lc, MA, DPMSS -Hafizhahullah-.

Sumber :
http://www.portalpiyungan.com/2015/12/kisah-nyata-habib-rizieq-kecil-saat.html


::: Ketika Ajal Menjemput Jangan Bersedih :::

Pada saat ajal menjemput, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.

Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari.....

Barang barangmu akan dikemas, kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu.
Jika keluargamu setuju barang-barang itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu.

Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu.

Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.

Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yang akan dihisab dan diperhitungkan untuk yang kecil dan yang besar dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada 3;

- Orang yang mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.

- Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa

- Di rumah ada kesedihan yang mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!

Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.
Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta.
Kini hidup yang sesungguhnya telah dimulai.

Pertanyaannya adalah:

Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan perenungan.

Usahakan dengan sungguh-sungguh,  Menjalankan kewajiban-Nya, lakukan ha-hal yang disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam,

Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia tentang hal ini in sha Allah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat kelak.


Sumber :
http://www.islamedia.id/2015/01/ketika-ajal-menjemput-jangan-bersedih.html

 


::: Kisah Nyata : "ALLAH BAYAR SECARA TUNAI ANAK YANG DURHAKA PADA ORANG TUA !" :::

Dikisahkan oleh seorang ustadz dinegeri Jiran (kisah nyata)

1 hari saya pergi ke satu Rumah Panti Jompo,
Seorang sahabat meminta bantuan,
Agar saya dapat menyalurkan bantuan kepada orang miskin,

Saya belikan kain sarung,
Beli roti,
Dll,
Saya pun pergi ke Panti Jompo yang saya kenal,
Tak usah saya sebut namanya,

Saat sampai kendaraan kami di perkarangan Panti Jompo tsb,
Tiba-tiba ada seorang ibu tua berlari dari asrama (panti) mendekati saya,
.
“Ye…
Ye…
Anak aku datang,
Anak aku datang,
Senangnya anak aku datang…”

Saya tak mengenal beliau siapa,
Ibu itu memeluk saya,
Dia cium saya,

0rang tua itu berkata…

“Nak…
Kenapa tinggalkan ibu disini nak,
Ibu mau pulang…
Ibu rindu rumah kita…”

Saya waktu itu…
Hampir tak bisa berkata-kata,
Ya Allah…
Saya coba mengucapkan kata…

“Bu…”

Saya pegang tanganya,
Saya lihat mukanya,
Dia bilang…

“Sampai hati nak,
Kau tak mengaku aku ini ibu kau…”

Bisa saya bayangkan,
Bagaimana perasan beliau begitu rindu pada anak nya,
Saya coba berpura-pura,
Seolah-olah saya anaknya, saya berkata…

“Bu…
Maafkan saya ya…”

Saya pegang tangannya, saya ajak duduk atas kursi,
Saya ambil roti, dl
Dan saya suapkan ke mulutnya,
Tak terasa menetes air mata dipipi,

Mencoba bayangkan,
Hati seorang ibu yang rindu kepada anaknya,
Bila kita anaknya,
Mengambilkan sepotong roti,
Kita suapkan kemulutnya,
Bagaimana perasaan beliau ?
Bagaimana perasan kita ?

Saya coba usap air matanya yang meleleh dipipi,
Dia pegang tangan saya,
Subhana Allah…
Saya bisa merasakan bagaimana perasaan beliau yang begitu rindu kepada anaknya,

Saat saya hendak pulang,
Dia pegang kaki saya sambil berkata…

“Nak…
Jangan tinggalkan ibu nak,
Ibu mau balik,
Ibu mau pulang…”

Akhirnya saya minta izin dengan pihak pengawas panti di situ,
Melihat data beliau ternyata anaknya ada 5 orang,
Yang paling besar bergelar Tan Sri,
0rangnya memang kaya,
Punya nama besar,
Dan hebat orangnya,

Waktu saya izin pulang,
Dia pegang baju saya,
Dia bilang mau ikut saya pulang,
Saya bilang
“Di mobil ada banyak barang”,
“Tak apa kata ibu itu,
Saya duduk sama barang-barang,
Itu”…

Akhirnya saya izin ke pengelola panti untuk membawa ibu itu selama 5 hari saja,

Pulang ke rumah saya,
Sholat Subuh saya jadi Imam dia makmum di belakang,
Saya baca doa, sl
Saya tengok air mata beliau jatuh,
Selesai doa saya salami beliau,
Saya cium tangannya,
Saya bilang…

“Bu…Maafkan saya ya…”

Waktu itu,
Saya tak membayangkan,
Kalau ibu saya sudah meninggal,
Tapi saya bayangkan ibu ini adalah ibu saya,
Sebab dia rindu pada anak-anaknya,

Di hari ketiga di rumah saya,
Waktu Sholat Isya’,
Selesai doa saya salami beliau,
Dia lapisi tangannya dengan kain mukena-nya,
Dia salam,

Saya bilang…

“Bu…
Kenapa ibu lapisi tangan ibu ?,
2 hari yang lalu ibu salam,
Ibu tak lapisi tangan ibu dengan saya,
Kenapa hari ini ibu lapisi tangan ?”

Dia bilang…

“Ustaz…
Kau bukan anak saya kan…”

Subhanaallah…
Tiba-tiba dia sebut nama saya “Ustaz”,
Saya bilang…

“Kenapa ibu panggil saya ustaz ?
Saya anak ibu…”

Dia berkata…

“Bukan…
Kalau anak saya dia tak akan seperti ini,
Kalau anak saya dia tak akan jadi imam saya,
Kalau anak saya dia tak akan suap saya makan…”

Bayangkan sahabat-sahabat bagaimana perasaan ibu ini,
Spontan saya pegang dia,
Saya peluk dia,
Saya menangis,
Saya bilang…

“Bu…
Walaupun bukan ibu saya,
Tapi saya sayang ibu seperti ibu saya…”

Saya pegang tangan ibu ini…
Walaupun bukan ibu saya,
Tapi saya tahu hatinya sangat rindu dekat dengan anaknya,
Waktu itu saya pandang wajahnya,
Saya bilang…

“Bu…
Walaupun ibu saya telah tiada,
Tapi ibu boleh ganti menjadi ibu saya,
Ibu duduklah di sini…”

Saat makan,
Saya suapkan nasi ke mulutnya,
Dia muntahkan balik makan dari mulutnya,

Saya tanya…

“Kenapa bu ?”

Tiba-tiba saya lihat wajahnya pucat,
Saya angkat dia,
Panggil ambulan antar ke rumah sakit,

Waktu di RS,
Saya ambil kepalanya dan saya rebahkan ibu ini,
Dia pegang tangan saya dia berkata…

“Ustaz…
Kalau saya mati,
Tolong jangan beritahu sorang pun anak saya,
Kalau saya sudah mati,
Jangan beritahu mereka di mana makam saya,
Kalau mereka tahu di mana kubur saya,
Jangan izinkan dia pegang batu nisan saya…”

Saya pegang beliau saya berkata…

“Bu…
Jangan ngomong seperti itu,
Bu…”

Isteri saya menangis di sebelah,
Anak saya menangis di sebelah memegang dia,
Kami pegang dia…

“Bu…
Jangan ngomong seperti itu,
Bu…”

Dia geleng kepala,
Rupa-rupanya itulah saat penghujung hayatnya,
Akhirnya dia pun meninggal di atas ribaan saya di rumah sakit itu,

Dia meninggal dalam pelukan saya,
Saya doakan Ibu Hajjah Khalijah ini ruhnya mudah-mudahan bersama Salafusoleh,

Sahabat,
Bila kita masih ada ibu,
Tolonglah taat pada ibu kita,
Jangan durhaka pada ibu kita,
Jangan tinggalkan dia di Panti Jompo,
Saat ibu kita sakit kita jaga dia,
Pijat-pijat kepala dan kaki ibu kita…

Sahabat-sahabat coba tanya ibu kita…

“Bagaimana penderitaan ibu saat mengandung saya dulu ?
Bagaimana sakitnya ibu saat melahirkan saya dulu ?”

Tanya ibu kita sahabat-sahabat sekalian…
Kalau kita tanya sudah tentu air mata ibu kita akan jatuh,
Karena itu sahabat-sahabat suapkanlah makanan pada ibu kita…

Sahabat-sahabat semua…
Selepas wafatnya ibu ini, ternyata berita kematiannya sampai juga kepada anaknya yang sulung,
Anak dia terus telefon saya…

Apa anaknya bilang pada saya…

“Saya akan bawa anda ke pengadilan,
Saya akan tuntut anda telah membawa keluar ibu saya dari dari Panti Jompo”…

3 tahun dia titipkan ibunya di Panti,
Dia tak pergi lihat,
Sebab itu ibunya rindu,
Hingga ibu itu tak bisa membedakan saya dengan anaknya…

Akhirnya saya tunggu,
Tunggu punya tunggu tidak ada kabar hampir setahun lebih,
Saya pergi ceramah di Masjid di daerah pecinaan,
Selesai saya ceramah datang seorang lelaki memeluk saya,

Menangis dalam masjid,
0rang dalam masjid heran,
Ada apa ini,
Saya tanya pada dia…

“Pak,
Ada apa ini ?
Ada masalah apa…?”

Dia berkata dalam keadaan menangis…

“Ustaz…
Tolong kasih tahu di mana makam ibu saya ustaz ?
Tolong kasih tahu di mana kubur ibu saya ?”…

Saya bilang…

“Kenapa hari ini baru tanya kubur ibu kamu ?”…

Dia bilang…

“Tolonglah ustaz…
Saya mau jumpa ibu saya ustaz,
Sayalah orang yang bergelar Tan Sri yang mau menuntut ustaz saat itu…
Saya sekarang ini sudah bangkrut ustaz,
Isteri saya mati kecelakaan,
Rumah disita bank,
Mobil mewah saya semua dah disita bank,
Tinggal 1 saja,
Motor tua itu…”

Saya berkata…

“Saya bisa tunjukkan makam ibu kamu,
Tapi dengan 1 syarat,
Kamu jangan pegang batu nisan ibu kamu…”

Sampai di pemakaman,
Tak sempat saya turun dari mobil,
Dia turun duluan,
Saya lihat didepan mata saya sendiri dia jatuh tersungkur tangan nya menjadi hitam,
Mulutnya tertarik sebelah yang tadi awalnya tangan dan mulutnya baik-baik saja,
Sambil memanggil-manggil…

“Ibu…
Ibuuu…
Ibuuuuu…”

Tiba-tiba saya angkat dia tak jauh dari makam ibunya belum sampai ke kubur ibunya,
Dia sudah hembuskan nafas terakhir disamping makam ibunya…

Allahu Akbarrr…

Mengucap panjang saya…
Allah SWT tunjukkan kepada saya,
Dikehidupan ini balasan anak yang durhaka pada ibu dan ayahnya,

Semoga kisah ini menjadi pelajaran di luar sana,
Ambillah iktiar dari kisah di atas,.

“Dan apabila mata ibumu sudah tertutup,
Maka hilanglah satu keberkatan disisi Allah,
Yaitu doa seorang ibu”‘

Sekarang anda mempunyai 2 pilihan,
1. Biarkan Tulisan ini berada di page ini supaya orang lain tidak membaca,
2. Menyebarkan ke Teman yang lain dengan klik ‘Bagikan’ supaya orang lain ikut terinpirasi dan Inysa Allah mendapat pahala,

Silahkan Di Share Ya…
Semoga yang Klik Suka dan Share Akan Ditambahkan Rezekinya,
Dan Diangkat Penyakitnya…
Amin

Sumber :
https://bataranews.com/2018/02/02/kisah-nyata-allah-bayar-secara-tunai-anak-yang-durhaka-pada-orang-tua/


Rabu, 31 Oktober 2018

::: Setelah Mempelajari Islam, Artis Roger Danuarta pun Bersyahadat.. Alhamdulillah..:::

Artis Roger Danuarta menjadi mualaf setelah mengucapkan kalimat syahadat pada Senin, 29 Oktober 2018 malam.

Hal itu dikonfirmasi Ketua Mualaf Center Indonesia (MCI) Steven Indra Wibowo yang mengatakan, pencatatan syahadat Roger dilakukan di MCI Bekasi.

"Alhamdulillah Roger Danuarta sudah bersyahadat. Pencatatan saya wakilkan ke MCI Bekasi dengan Pak Sudjangi," ujar Steven seperti dikutip dari Republika.

Steven mengungkapkan telah dihubungi sahabat Roger, bahwa Roger ingin bersyahadat dari beberapa bulan yang lalu. Akhirnya, pada Senin malam kemarin Roger Danuarta mengucapkan dua kalimat syahadat dengan didampingi Ustaz Insan Mokoginta.

Steven juga mengunggah video ketika Roger Danuarta mengucapkan kalimat syahadat di akun Instagram pribadinya. Sebelumnya, video Roger bersyahadat juga telah beredar di media sosial.

Dalam video tersebut tampak Roger Danuarta mengenakan kemeja dan kopiah. Ia berjabat tangan dengan Ustaz Insan Mokoginta yang menuntunnya mengucapkan kalimat syahadat.

"Bismillaahirrahmaanirrahiim. Asyhadu an La Ilaha Illa Allah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah," ucap Roger secara perlahan-lahan mengikuti bimbingan Ustaz Insan.

"Sah ya," kata Ustaz Insan Mokoginta usai lafaz syahadat diucapkan Roger.

Mike selaku manajer Roger Danuarta, telah berusaha dihubungi untuk mengonfirmasi lebih lanjut. Akan tetapi, saat berita ini diturunkan Mike belum menanggapi perihal Roger Danuarta mengucapkan kalimat syahadat.

Roger Danuarta, putra sulung almarhum penata rambut sekaligus pengusaha salon terkemuka Johny Danuarta merupakan aktor dan penyanyi. Pria kelahiran Jakarta, 20 Mei 1982 silam sempat tersandung kasus penggunaan narkotika saat ditemukan tak sadarkan diri dalam sebuah mobil di kawasan Kayu Putih Tengah, 4 tahun lalu.

Kabar mualafnya Roger ini segera disambut gembira warganet.

"Alhamdulillah... Roger adlh salah satu aktor idola saya... Allah tlh memberikan hidayah kpdnya...  Subhanallah... semoga istiqomah, Aamiin..," cuit @h4di66.

"Alhamdulillah ROGER DANUARTA masuk Islam, semoga jadi muslim yang baik dan istiqomah," cuit @peachking_

Berikut video saat Roger mengucapkan dua kalimat syahadat (Klik Disini).

 
Sumber :
https://www.portal-islam.id/2018/10/ucap-dua-kalimat-syahadat-roger.html

Kisah Inspiratif Dibalik Mualafnya Roger Danuarta

Di balik mualafnya artis Roger Danuarta, rupanya tersimpan kisah inspiratif. Hatinya mulai tersentuh dengan agama Islam sejak bulan Ramadhan.


Ketua Umum Mualaf Center Indonesia, Steven Indra Wibowo sedikit menceritakan bagaimana sampai akhirnya Roger Danuarta ingin menjadi mualaf.

“Dia itu sebenarnya dari Ramadhan selama syuting udah ngelihatin orang Islam kayak buka puasa. Syuting dipotong sama salat. Di lokasi syuting kan pada puasa kan. Dikelilingi sama orang-orang muslim juga kan dia,” kata Steven Indra Wibowo saat dihubungi detikHOT, Selasa (30/10).

“Itu selama ramadan dia lihat orang Islam bekerja sambil puasa. Karena adab muslim di sekitarnya nih. Bagusnya dia disekelilingi dengan orang muslim yang bagus adabnya. Yang ngejaga salatnya. Tahu kan crew film biasanya tatoan, gondrong. Tapi pada salat. Dan kebetulan ketemunya orang-orang hijrah,” sambungnya.

Melihat itu semua Roger Danuarta akhirnya mantap dengan keyakinan untuk masuk Islam. Ia pun mendatangi Mualaf Center Indonesia wilayah Bekasi pada Senin, 29 Oktober 2018 ba’da Maghrib.

“Dia butuh keyakinan, kita panggilan pak Insan Mokoginta untuk nemenin dia,” ujar Steven Indra Wibowo. (dtk)

Sumber :
https://www.eramuslim.com/berita/nasional/kisah-inspiratif-dibalik-mualafnya-roger-danuarta.htm