Kamis, 22 Desember 2016

::: Innalillahi.. Tiga Orang Terluka dalam Penembakan di Masjid Zurich ! >> Karena Pelakunya Non Islam, Dia Bukan Teroris ! :::

ZURICH — Seorang pria menyerbu Islamic Center di Zurich, Swiss, Senin (19/12) malam, dan menembaki orang yang sedang shalat. Tiga orang cedera dalam insiden ini, sedangkan pelaku dinyatakan tewas.

Ketiga korban adalah pria berusia 30 tahun, 35 tahun, dan 56 tahun. Dua orang di antara mereka menderita cedera parah. Lokasi penembakan terjadi di dekat stasiun kereta di Zurich. Penembakan terjadi selepas pukul 17.30 waktu setempat (23.30 WIB).

Menurut polisi, Islamic Center di Eisgasse ini digunakan juga sebagai masjid, kebanyakan yang datang adalah keturunan Somalia.

“Sebelumnya kami tidak pernah ada masalah,” ujar Abukar Abshirow, warga keturunan Somalia yang bisa shalat di masjid tersebut.

“Tidak pernah ada seorang pun yang datang dan bertanya, mengapa kami ada di sini. Tidak pernah,” ujarnya. Menurutnya, ketiga korban cedera adalah keturunan Somalia.

Pada Selasa, polisi menyatakan pencarian pelaku dihentikan karena jenazah yang ditemukan dekat lokasi adalah sang pelaku. “Jenazah yang ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi setelah kejadian tersebut adalah tersangka,” demikian pernyataan dalam situs kepolisian.

Sang pelaku adalah pria berusia sekitar 30 tahun dan mengenakan pakaian serta topi wol warna gelap. Ia melarikan diri keluar masjid setelah menembak, demikian dilansir Rueters.(dm).

Sumber :
http://ift.tt/2hdAur6

SEPERTI BIASA..
MEDIA MASSA BUNGKAM JIKA KORBANNYA UMAT ISLAM..
DAN PELAKUNYA NON ISLAM TIDAK DIBERI LABEL TERORIS !




::: Umat Islam lndonesia : Toleransi Yang Sangat Kebablasan :::

JAKARTA - Hampir setiap memasuki bulan Desember ramai seruan-seruan toleransi umat beragama, khususnya toleransi umat Islam terhadap orang Nasrani. Nuansa Natal terasa di mana-mana, Mal- mal, berbagai pusat pembelanjaan, toko-toko dan kantor-kantor ramai dihiasi aksesoris Natal seperti pohon cemara berikut lampu warna-warni yang identik dengan Natal.



Para pelayan toko dan mal ramai-ramai disuruh memakai baju sinterklas atau atribut yang identik dengan semarak Natal.


Tak lupa acara Perayaan Natal Bersama (PNB) digelar di berbagai kantor dan instansi. Para karyawan dan pegawai yang mayoritasnya adalah Muslim pun didorong untuk ikut berpartisipasi. Salah satu alasannya bahwa itu adalah wujud toleransi.


Toleransi Diperalat

Toleransi saat ini bisa dikatakan diperalat. Pasalnya, di balik seruan untuk berpartisipasi dalam semarak perayaan hari raya umat agama lain, khususnya perayaan Natal, sangat terasa banyak motif di belakangnya. Selain motif ekonomi untuk meraup untung, ada pula motif politik. Kaum Kristen ingin “unjuk gigi” dan mungkin dominasi mereka di negeri Muslim.

Mereka mengadakan acara Natal bersama secara besar-besaran dengan mengundang penguasa dan para pejabat untuk menghadiri perayaan tersebut. Mereka tak peduli dengan agama yang dianut penguasa atau para pejabat itu.

Natal juga dijadikan momentum penting menanamkan ide sinkretisme dan pluralisme. Melalui upaya ini, akidah umat Islam secara pelan-pelan terus tergerus. Ide pluralisme ini mengajarkan bahwa semua agama sama. Ajaran ini mengajak umat Islam untuk menganggap agama lain juga benar. Khusus dalam konteks Natal, itu berarti umat Muslim didorong untuk menerima kebenaran ajaran Kristen, termasuk menerima paham trinitas dan ketuhanan Yesus.

Jika ide pluralisme itu berhasil ditanamkan di tubuh umat Islam, hal-hal yang selama ini sensitif terkait masalah agama seperti pemurtadan, nikah beda agama dan sebagainya akan makin mulus berjalan. Lebih jauh, semangat umat Islam untuk memperjuangkan syariah agar dijadikan aturan untuk mengatur kehidupan masyarakat akan makin melemah.

Di dalamnya juga ada propaganda sinkretisme, yakni pencampuradukan ajaran agama-agama. Spirit sinkretisme adalah mengkompromikan hal-hal yang bertentangan. Dalam konteks Natal Bersama dan Tahun Baru, sinkretisme tampak dalam seruan berpartisipasi merayakan Natal dan tahun baru, termasuk mengucapkan selamat Natal. Padahal dalam Islam batasan iman dan kafir, juga batasan halal dan haram, sudah sangat jelas.

Toleran yang Kebablasan

Toleransi (tasamuh) artinya sikap membiarkan (menghargai), lapang dada (Kamus Al-Munawir, hlm. 702, Pustaka Progresif, cet. 14). Toleransi tidak berarti seorang harus mengorbankan kepercayaan atau prinsip yang dia anut (Ajad Sudrajat dkk, Din Al-Islam. UNY Press. 2009).


Namun, apa yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Muncullah sikap toleran yang kebablasan, khususnya pada sebagian Muslim. Sikap toleran yang kebablasan itu didorong agar dilakukan oleh seluruh Muslim negeri ini.

Diserukanlah bahwa sikap bertoleransi itu harus diwujudkan dengan memberikan selamat—bahkan menghadiri—hari raya non-Muslim.

Yang lebih parah, baru dianggap toleran jika Muslim melepaskan keyakinannya yang tidak sesuai dengan keyakinan orang lain. Misalnya, keyakinan bahwa wanita Muslimah haram menikah dengan pria non-Muslim. Mempertahankan keyakinan demikian dianggap tidak toleran.

Alhasil, toleransi saat ini digunakan sebagai senjata oleh kalangan liberal dan non-Muslim untuk menyasar Islam dan umatnya. Sedikit-sedikit mereka menyebut kaum Muslim tak toleran jika ada masalah yang menyangkut komunitas non Muslim—meski tak jarang sebenarnya itu menyangkut aturan negara.

Padahal banyak tokoh menyebut, tidak ada negara di dunia saat ini yang paling toleran dibandingkan Indonesia. Kaum minoritas non-Muslim di negeri ini seolah mendapat surga.

Begitu tolerannya Muslim di Indonesia, orang-orang non-Muslim pun bisa menduduki jabatan politik yang penting seperti panglima TNI, menteri-menteri kunci, gubernur, bupati/walikota, dsb. Ini tidak terjadi di Amerika dan Eropa yang katanya kampiun demokrasi.

Di sana posisi penting hanya untuk kalangan mayoritas—Kristen. Di Indonesia, semua agama besar ada libur nasionalnya untuk perayaan hari raya, termasuk untuk hari raya minoritas. Lalu adakah libur nasional bagi Muslim selama Idul Fitri dan Idul Adha di Barat? Tidak ada.

Pembangunan gereja di negeri ini pun marak. Malah menurut Kementerian Agama, pertumbuhan gereja setiap tahunnya mencapai 190 persen, sementara pertumbuhan masjid hanya 60 persen.

Jumlah gereja sudah mencapai 135 ribu, sementara masjid dan mushala hanya 600 ribu. Padahal jumlah umat Islam mencapai 88 persen atau 210 juta orang dari 240 juta penduduk Indonesia.

Jangan Salah-Kaprah!

Islam memang mengajarkan sikap toleransi. Toleransi itu membiarkan umat lain menjalankan ritual agamanya, termasuk perayaan agamanya. Toleransi itu tidak memaksa umat lain untuk memeluk Islam.

Adapun dalam konteks muamalah, Rasul saw. berjual-beli dengan non-Muslim secara adil dan fair. Rasul juga menjenguk non-Muslim tetangga beliau yang sedang sakit. Rasul juga bersikap dan berbuat baik kepada non-Muslim.


Toleransi semacam ini telah memberikan contoh bagi masyarakat lain. Bahkan toleransi Islam tetap terasa hingga masa akhir Khilafah Utsmaniyah. TW Arnold dalam bukunya, The Preaching of Islam, menyatakan:
 “Perlakuan terhadap warga Kristen oleh pemerintahan Ottoman (Khilafah Turki Utsmani)—selama kurang lebih dua abad setelah penaklukan Yunani—telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa…”

Namun, toleransi dalam Islam itu bukan berarti menerima keyakinan yang bertentangan dengan Islam. Imam asy-Syaukani dalam Tafsir Fath al-Qadîr menyatakan: Abd ibn Humaid, Ibn al-Mundzir dan Ibn Mardawaih telah mengeluarkan riwayat dari Ibn ‘Abbas bahwa orang Quraisy pernah berkata kepada Rasul saw., “Andai engkau menerima tuhan-tuhan kami, niscaya kami menyembah tuhanmu.” Menjawab itu, Allah SWT menurunkan firman-Nya, yakni surat al-Kafirun, hingga ayat terakhir:

… untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku” (TQS al-Kafirun [109]: 6)

Ibn Jarir, Ibn Abi Hatim dan ath-Thabrani juga mengeluarkan riwayat dari Ibn ‘Abbas, bahwa orang Quraisy pernah menyeru Rasul saw. seraya menawarkan tahta, harta dan wanita. Tujuannya agar Rasul berhenti menyebutkan tuhan-tuhan mereka dengan keburukan.

Mereka juga menawarkan diri untuk menyembah Tuhan Muhammad asal berikutnya Rasul gantian menyembah tuhan mereka. Sebagai jawabannya, Allah SWT menurunkan surat al-Kafirun itu.

Dari sini jelas, umat Islam haram terlibat dalam peribadatan pemeluk agama lain. Umat Islam juga haram merayakan hari raya agama lain, bagaimanapun bentuknya, karena hal itu termasuk bagian dari aktivitas keagamaan dan dekat dengan peribadatan.

Kalaupun memakai atribut Natal dianggap bukan bagian dari peribadatan, yang jelas atribut itu adalah identik dengan Natal. Itu identik dengan orang Nasrani. Memakai atribut Natal berarti menyerupai mereka. Padahal Rasul saw. melarang tindakan demikian.

"Siapa saja yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka".  (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Imam ash-Shan’ani menjelaskan, “Hadis ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa siapa pun yang menyerupai orang kafir, pada apa saja yang menjadi kekhususan mereka—baik pakaian, kendaraan maupun penampilan—maka dia termasuk golongan mereka.”

Berpartisipasi dalam perayaan hari raya agama lain juga jelas terlarang berdasarkan nas al-Quran. Allah SWT berfirman:

"Orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu dan jika mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lewat (begitu saja) dengan menjaga kehormatan diri mereka." (QS al-Furqan [25]: 72).

Az-Zûr itu meliputi semua bentuk kebatilan. Yang terbesar adalah syirik dan mengagungkan sekutu Allah. Karena itu Imam Ibn Katsir—mengutip Abu al-‘Aliyah, Thawus, Muhammad bin Sirrin, adh-Dhahhak, ar-Rabi’ bin Anas dan lainnya—menyatakan bahwa az-zûra adalah hari raya kaum musyrik. (Tafsir Ibnu Katsir, III/1346).

Menurut Imam asy-Syaukani, kata lâ yasyhadûna, dalam pandangan jumhur ulama, bermakna lâ yahdhurûna az-zûra, yakni tidak menghadirinya (Fath al-Qadîr, IV/89).

Menurut Imam al-Qurthubi, yasyhadûna az-zûra ini adalah menghadiri serta menyaksikan kebohongan dan kebatilan.

Ibn ‘Abbas, menjelaskan, makna yasyhadûna az-zûra adalah menyaksikan hari raya orang-orang musyrik, termasuk dalam konteks larangan ayat ini adalah mengikuti hari raya mereka.

Kaum Muslim pun dilarang ikut menyemarakkan, meramaikan atau membantu mempublikasikan hari raya agama lain. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang suka perkara keji (maksiat) itu tersebar di tengah-tengah orang Mukmin, mereka berhak mendapatkan azab yang pedih di dunia dan akhirat." (TQS an-Nur [24]: 19).

Menyebarkan perbuatan keji (fakhisyah)juga mencakup semua bentuk kemaksiatan. Menyemarakkan, meramaikan dan menyiarkan perayaan Natal sama saja ikut terlinbat dalam penyebarlusaan kekufuran dan kesyirikan yang diharamkan. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan:

“Sebagaimana kaum musyrik tidak boleh menampakkan syiar-syiar mereka, tidak boleh pula kaum Muslim menyetujui dan membantu mereka melakukan syiar itu serta hadir bersama mereka. Demikian menurut kesepakatan ahli ilmu.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ahkâm Ahl al-Dzimmah, I/235).

Wahai Kaum Muslim:
Tak layak umat Islam terjebak dalam perangkap seruan toleransi yang diperalat sehingga justru terlibat dalam hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Islam.

Semestinya umat Islam fokus pada agenda utama mereka untuk mewujudkan kehidupan islami melalui penerapan syariah Islam secara total di bawah naungan sistem Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-Nubuwwah.
WalLâh a’lam bi ash-shawâb. abimantrono anwar. [Al-Islam edisi 735, 26 Shafar 1436 H – 19 Desember 2014 M].

Sumber : Voa-Islam



::: Innalillahi.. Dahsyatnya Kristenisasi Di Indonesia.. : "Umat Kristen Membengkak, Muslim Menyusut !" :::

Oleh: Rudi Hendrik
Jurnalis Mi’raj Islamic News Agency

Fakta menunjukkan umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. Bahkan, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

Tetapi, jangan bangga dulu. Benar umat Islam Indonesia mayoritas dan terbesar jumlahnya, tetapi statistik membuktikan angka pertumbuhan umat Islam Indonesia kalah dibandingkan dengan pemeluk Kristen. Sebabnya adalah upaya Kristenisasi yang massif terjadi di negeri ini.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Din Syamsuddin pada bulan April 2014 menunjukkan angka statistik pertumbuhan umat Islam Indonesia. Pada sensus penduduk 1990 jumlah umat Islam mencapai 87,6 persen. Angka ini kemudian meningkat menjadi 88,2 persen pada sensus penduduk 2000.

Yang memprihatinkan, kata Din, angka pertumbuhan tahunan umat Islam hanya 1,2 persen. Sementara Kristen dua kali lipatnya, yakni 2,4 persen per tahun.

Bila diturunkan lagi ke tingkat provinsi, akan lebih memprihatinkan lagi. Din mengutip data seorang penulis Leo Suryadinata yang menyebutkan angka pertumbuhan Kristen terbesar adalah di Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai delapan persen per tahun.

Di bawahnya, ada tiga provinsi yang angka pertumbuhan Kristen mencapai tujuh persen. Ketiganya adalah Sumatera Barat, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Di Jawa Barat itu di wilayah Sukabumi, Cianjur bagian Selatan. Modusnya mereka sewa rumah, kemudian digunakan untuk tempat belajar, main basket, main volly, kemudian dilakukan aktivitas pemurtadan,” jelas Din.

Pesatnya Pertumbuhan Umat Salib

Pada tahun 80-an penduduk Muslim di Indonesia masih lebih dari 90%, maka pada tahun 2000 populasi muslim turun ke angka 88,2% dan tahun 2010 turun lagi menjadi 85,1%. Di Indonesia pertumbuhan agama Islam justru menurun drastis, seperti data di bawah ini:

1. Berdasarkan hasil riset Yayasan Al Atsar Al-Islam (Magelang) dan dalam rangkaian investigasi diperoleh data bahwa mulai tahun 1999-2000 Kristen dan Khatolik di Jateng telah meningkat dari 1-5 % diawal tahun 1990, kini naik drastis 20-25% dari total jumlah penduduk Indonesia.

2. Dari laporan Riset Dep. Dokumentasi dan Penerangan Majelis Agama Wali Gereja Indonesia, sejak tahun 1980-an setiap tahunnya laju pertumbuhan umat Khatolik: 4,6%, Protestan 4,5%, Hindu 3,3%, Budha 3,1% dan Islam hanya 2,75%.

3. Dalam buku Gereja dan Reformasi penerbit Yakoma PGI (1999) oleh Pendeta Yewanggoe, dijelaskan jumlah umat Kristiani di Indonesia (dari Riset) telah berjumlah lebih 20%. Sedangkan menurut data Global Evangelization Movement telah mencatat pertumbuhan umat Kristen di Indonesia telah mencapai lebih 40.000.000 orang (19 % dari total 210 jumlah penduduk Indonesia)

4. BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia melaporkan penurunan jumlah umat Islam di Indonesia. Contohnya di Sulawesi Tenggara turun menjadi 1,88% (dalam kurun waktu 10 tahun). Demikian pula di Jawa Tengah, NTT dan wilayah Indonesia lainnya.

5. Dalam Kiblat Garut 26 Juni 2012, Menteri Agama RI saat itu, Suryadharma Ali mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah umat Islam di Indonesia terus mengalami penurunan. Padahal di sisi lain, jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Semula, jumlah umat Islam di Indonesia mencapi 95 persen dari seluruh jumlah rakyat Indonesia. Secara perlahan terus berkurang menjadi 92 persen, turun lagi 90 persen, kemudian menjadi 87 persen, dan kini anjlok menjadi 85 persen.

6. Menurut data Mercy Mission, sebanyak 2 juta Muslim Indonesia murtad dan memeluk agama Kristen setiap tahun. Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim.(dm).



Sumber:
Mi’raj Islamic News Agency

APAKAH KITA AKAN DIAM SAJA ?



VIDEO KAJIAN KRISTOLOGI UNTUK MENGHADAPI KRISTENISASI

Silahkan Tonton Dan Share Di Sini :
 https://www.youtube.com/user/kristensebenarnya/videos

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬۩Ϫ۩▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

VIDEO ISLAM MENJAWAB FITNAH MISSIONARIS
 VIDEO ISLAM MENJAWAB FITNAH DAN HUJATAN ORANG KAFIR

Silahkan Tonton Dan Share Disini

https://www.youtube.com/channel/UCH9-EMSM_LX1BC9o-rI5cbQ/videos

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬۩Ϫ۩▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

https://www.youtube.com/channel/UC8JTG-CjXmEWh4gyyUxTToA/videos



::: Tinjauan Syariah Hukum Memakai Atribut Natal Bagi Muslim :::

[Pertanyaan]

Assalamu 'alaikum wr. wb.

1. Siapakah sinterklas atau santa claus itu ? Apakah merupakan bagian dari agama nasrani ataukah hanya tokoh rekaan saja ?

2. Bagaimana hukum seorang muslim bila mengenakan pakaian khas sinterklas itu?

Wassalam

[Jawaban Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA]

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

A. Sosok Sinterklas atau Santa Claus

Kalau kita telaah lewat beberapa litratur sesungguhnya tokoh sinterkals atau santa claus ini adalah dua tokoh yang berbeda. Namun keduanya sama-sama tokoh rekaan yang wujud aslinya tidak pernah ada. Ada begitu banyak versi yang saling tumpang tindih. Salah satunya menyebutkan bahwa keduanya adalah tokoh yang diciptakan orang dengan mengambil inspirasi dari sosok seorang pendeta yang bernama Santo Nikolas.

1. Sosok Asli : Santo Nikolas

Sosok yang konon disebut sebagai sosok aslinya adalah seorang pendeta nasrani bernama Santo Nikolas. Konon lahir sekitar tahun 280M di Turki dari ayah seorang Arab. Sumber lain menyebutkan namanya Santo Nikoas dari Myra yang hidup pada abad ke-4 Masehi.

Sosok Santo Nikolas inilah yang banyak disebut-sebut merupakan inspirasi utama figur orang kristen tentang Sinterklas atau Santa Claus. Konon Nikolas adalah seorang uskup yang sangat terkenal akan kebaikannya memberi hadiah untuk orang miskin. Dia digambarkan berjanggut dengan jubah resmi sebagai uskup, lengkap dengan tongkatnya.

Namun kisahnya kurang valid sehingga menimbkan banyak sekali versi sosok yang berbeda-beda. Tiap negeri punya cara penggambaran yang saling berbeda dengan negeri lainnya. Jangan kaget kalau sosok ini muncul di berbagai negara dengan versi yang berbeda-beda.

Pada cerita rakyat Belanda, Santo Nikolas alias Sinterklas ini dibantu oleh seorang budak Afrika yang disebtt Zwarte Piet (di sini dikenal sebagai Piet Hitam). Beberapa cerita melukiskan bahwa Piet Hitam akan memukul anak nakal dengan tongkat dan memasukkannya ke dalam karung. Gambar Sinterklas dan Piet Hitam seperti terlihat di samping (gambar diambil dari Wikipedia).

Karena kedekatan histori antara Indonesia dan Belanda, maka dapat dimaklumi bahwa cerita rakyat Belanda ini-lah yang lebih tersohor di Indonesia. Padahal selain berdasarkan cerita rakyat Belanda, masih ada beberapa versi cerita Sinterklas, walau sumber inspirasinya tetap sama: Santo Nikolas.

2. Santa Clause: Iklan Coca Cola

Walau Santa Claus adalah juga terinspirasi oleh Sinterklas, banyak kalangan yang meyakini bahwa Santa Claus bukanlah Sinterklas. Santa Claus yang sosoknya banyak bermunculan di musim natal di Indonesia sering diyakini sebagai hasil kreasi sebuah perusahaan mninuman bersoda Coca-Cola.

Karakter ini digambar dan disain oleh seorang ahli lukis bernama Haddon Sundblom atas pemintaan Coca-Cola untuk promo peningkatan penjualan di musim liburan. Maka lahirlah tokoh Santa Claus, yang digambarkan sebagai kakek berjubah merah berjanggut putih naik kereta yang ditarik rusa dari kutub utara. Tentu saja ini 100% cerita kartun alias dongeng sejati.

Namun dari sisi marketing, nampaknya pihak Coca cola berhasil. Sebab karakter ciptaannya menjadi "icon" natal di seluruh dunia. Di pusat-pusat perbelanjaan di bulan Desember, banyak perusahaan yang biasanya menggunakan badut lucu, kemudian untuk selama Desember menggantinya dengan karakter Santa Claus ini.

Tidak terkecuali di negeri kita. Beberapa perusahaan retail dan pengelola mal juga latah ikut-ikutan menampilkan sosok ini. Parah, ada saja bos yang mewajibkan karyawannya yang nota bene muslim untuk mengenakan pakaian khas badut ini, setidaknya topi merah panjangnya.

3. Sikap Vatikan

Walaupun Sinterklas merupakan gambaran dari seorang uskup gereja Katolik, Paus tidak yakin akan kebenarannya karena pada kenyataannya lebih banyak dongeng atau khayalan yang dibuat mengenai Sinterklas, bahkan juga tercampur dengan berbagai kepercayaan dan budaya.

Pada 1970 Vatikan menghapus dan mencoret nama Sinterklas dari daftar orang-orang suci, tetapi karena banyaknya protes yang berdatangan, akhirnya Vatikan memberikan kelonggaran dan kebebasan untuk memilih apakah Sinterklas termasuk orang suci atau bukan diserahkan kepada diri masing-masing, tetapi secara resmi Sinterklas bukan termasuk orang yang dianggap suci lagi.

B. Pandangan Syariat Islam Atas Pakaian Santa Claus

Lepas apakah sosok Santa Claus ini hanya rekaan atau asli, tetapi yang jelas seluruh dunia mengenalnya sebagai icon perayaan natal. Posisinya sejajar dengan pohon natal, kayu salib, patung nabi Isa, patung Maryam, lilin-lilin natal dan lainnya. Semua termasuk atribut khas agama Kristen.

Oleh karena itu bila tanpa alasan atau udzur yang syar'i, hukum mengenakannya secara sengaja tentu diharamkan. Dan keharaman mengenakan pakaian yang menyerupai pakaian orang-orang kafir didasarkan dari salah satu sabda Rasulullah SAW :

"Siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum itu." (HR. Abu Daud )

Selain itu juga ada hadits lainnya dimana beliau meminta para shahabatnya untuk berpenampilan lain yang tidak menyerupai orang-orang yahudi.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang-orang Yahudi tidak mau menyemir rambut, karena itu berbedalah kamu dengan mereka.” (HR. Bukhari)

Semua ulama sepakat mengharamkan, namun mereka berbeda dalam intensitas keharamannya. Sebagian berpendapat sekedar haram saja, namun ada sebagian yang lain menyatakan bahwa tindakan itu bukan sekedar haram, tetapi juga melahirkan kekafiran.

1. Kafir


Mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah dan Asy-Syafi’iyah sepakat bahwa seorang muslim yang sudah tahu aturan ini dan secara sengaja mengenakan kostum khas pemeluk agama lain tanpa alasan yang syar’i hukumnya kafir.

Dasarnya adalah hadits di atas yang secara tegas menyebutkan kekafiran dengan kalimat: dia adalah bagian dari mereka.

Selain itu karena pakaian khas orang kafir adalah tanda kekufuran. Dan tidak ada orang yang mengenakannya kecuali memang dia tahu resiko akan dianggap sebagai orang kafir. Seorang yang secara sengaja mengenakan topi khas pemeluk agama Majusi di atas kepalanya, hukumnya kafir secara zhahir.

Namun ada pengecualian, yaitu apabila dia mengenakannya karena ada unsur kedharuratan, atau karena terpaksa dimana saat itu tidak ada lagi pakaian selain pakaian khas orang kafir, sementara keadaan sangat dingin, atau sangat panas.

Dan juga bukan karena sebuah strategi dalam peperangan, dimana prinsipnya perang itu adalah tipu daya, maka hukumnya boleh. Rasulullah SAW bersabda :

Dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya perang itu adalah tipu daya”.

2. Haram

Sedangkan mazhab Al-Hanabilah tidak mengkafirkan seorang muslim yang mengenakan pakaian khas orang kafir, mereka hanya mengharamkan saja.

Al-Buhuty berkata bahwa bila seorang muslim mengenakan pakaian yang menjadi ciri khas agama tertentu, misalnya dia mengenakan kalung salib, maka hukumnya haram, namun dia sendiri tidak bisa dikatakan kafir.

Dan sebagian dari mazhab Al-Hanafiyah dalam salah satu qaul juga tidak mengkafirkan orang yang mengenakan pakaian khas orang kafir, tetapi hatinya masih tetap bertauhid dan lisannya masih tetap mengaku muslim.

Al-Imam Abu Hanifah sendiri mengatakan bahwa seseorang tidak akan keluar dari agama Islam kecuali melalui pintu masuknya. Ketika seorang masuk Islam harus melewati pintu mengucapkan dua kalimat syahadat, maka untuk bisa dikatakan kafir dia harus mencabut pernyataannya itu. Kalau baru sekedar memakai pakaian khas orang kafir, belum sampai mengeluarkannya dari agama Islam.[1]

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

[1] Al-Fatawa Al-Bazzaziyah bil Hamisy Al-Fatawa Al-Hindiyah jilid 6 halaman 332

Sumber:
http://ift.tt/1CmrODy
http://ift.tt/1GMjht9



Zaid Shakir : "Semakin Ia Belajar, Ia Makin Ragu Dg Ajaran Kristen Karena Menemukan Banyak Kontradiksi Dlm Ajaran & Sejarahnya."

Zaid Shakir: Islam, Solusi untuk Menyembuhkan Penyakit Sosial

Nama Imam Zaid Shakir cukup populer di kalangan komunitas Muslim di AS. Ia bukan hanya dikenal sebagai juru dakwah, tapi juga aktif di berbagai kegiatan sosial dan aktif menulis.

Mendapat sebutan “imam” adalah hal yang luar biasa bagi Shakir mengingat perjalanan panjangnya sebelum akhirnya ia mengenal Islam dan menjadi seorang Muslim.

Imam Zaid Shakir masuk Islam pada tahun 1977 ketika ia masih bertugas di dinas angkatan udara AS. Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya dan meraih gelar BA di bidang hubungan internasional dan MA di bidang ilmu politik di AS.

Shakir pergi ke Kairo, Mesir untuk belajar bahasa Arab. Sekembalinya ke AS, ia menjadi imam di Masjid Al-Islam di New Haven Connecticut dari tahun 1988 sampai 1994. Shakir kemudian pergi ke Maroko untuk melanjutkan studinya di Universitas Abi Noor, salah satu universitas Islam bergengsi di Suriah. Di universitas ini ia memperdalam bahasa Arab, hukum Islam, studi Al-Quran dan spiritualitas.

Lulus Universitas tahun 2001, Shakir kembali ke Connecticut lalu pindah ke Hayward, California tahun 2003 untuk mengajar di Institut Zaytuna dan hingga hari ini, Zaid Shakir menjadi salah satu cendikiawan Muslim yang cukup disegani di AS.

Ditanya soal ikhwal ia menjadi seorang muslim hampir 32 tahun yang lalu, Shakir mengatakan bahwa semua bermula dari pencariannya tentang hakekat hidup yang sebenarnya. Sejak usia remaja, ia sering bertanya pada dirinya sendiri apa makna hidup sebenarnya.

Ketika itu, ia menyaksikan banyak hal negatif di lingkungannya mulai dari masalah alkohol, narkoba dan berbagai kasus sosial dan korban rumah tangga yang berantakan. Shakir memikirkan bagaimana ia bisa memberikan kontribusi untuk mengubah kondisi buruk di lingkungannya dan apa yang bisa dijadikan dasar untuk melakukan perubahan itu.

Semua pertanyaan itu sampai pada puncaknya ketika Shakir mulai mempelajari berbagai agama. Karena lahir dari keluarga Kristen dan tumbuh di lingkungan masyarakat Kristen, ia lebih dulu mempelajari ajaran Kristen lebih mendalam bahkan sampai dibaptis.

“Tapi kalau ada orang yang bertanya apa istimewanya pembaptisan dalam ajaran Katolik, saya tidak tahu jawabannya,” kata Imam Zaid Shakir mengenang masa ketika ia mempelajari ajaran Katolik.

Dari situ, ia membaca banyak buku tentang kekristenan, bagaimana peran seorang Yesus, peran kaisar Romawi dalam perkembangan agama Kristen dan munculnya konsili Nicea. Tapi semakin ia belajar, ia makin ragu dengan ajaran Kristen karena menemukan banyak kontradiksi dalam ajaran dan sejarahnya.

KONTRADIKSI DALAM PERJANJIAN BARU (Vol. 2) :
"Sarjana Teologi Akui Banyak Kesalahan Dalam Injil!"


“Itulah yang menjadi perhatian saya ketika itu, bahwa agama Kristen bukan lagi agama yang diturunkan Tuhan untuk umat manusia tapi sudah berubah total menjadi agama buatan manusia,”
ujar Shakir.

Ia lalu beralih ke keyakinan-keyakinan reliji dari Timur. Tapi perlahan-lahan, Shakir malah cenderung ke arah atheisme dan komunisme. Ia bahkan sempat beranggapan bahwa komunisme lah yang paling tepat untuk memperbaiki masyarakat yang sakit.

Kurang lebih setahun Shakir menganut keyakinan itu, sampai ia menyadari bahwa keberadaan Tuhan itu tetap penting. “Saya yakin bahwa harus ada Sang Pencipta yang menciptakan hal yang tidak ada menjadi ada, harus ada yang mengatur kehidupan ini,” pikir Shakir.

Ia lalu belajar ajaran Kristen lagi, tapi ia merasa belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya selama ini. Shakir pun mempelajari agama Budha selama hampir dua tahun dan kerap melakukan meditasi. Saat memperdalam agama Budha itulah, Shakir mendapat sebuah buku tentang Islam berjudul “Islam in Focus”.

Setelah membaca buku itu, Shakir merasa menemukan apa yang dicarinya selama ini. Jawaban atas pertanyaannya tentang siapa itu Tuhan, apa hubungan Tuhan dengan ciptaanNya dan sebagainya.

“Semua pertanyaan itu berawal dari keinginan saya untuk mencari solusi untuk menyembuhkan berbagai penyakit sosial di masyarakat. Dan dalam Islam, saya menemukan tuntutan yang jelas untuk solusi itu. Itu artinya saya sudah menemukan apa yang saya cari, ketika saya mengenal Islam dan saya tidak akan pernah berpaling lagi dari Islam,” tukas Shakir.

Menurutnya, hal yang paling membuatnya tertarik dengan agama Islam adalah gagasan tentang persaudaraan antar sesama manusia, sesama umat Islam di seluruh dunia meski banyak umat Islam yang menganut mazhab yang berbeda-beda.


Shakir tidak pernah melupakan saat pertama ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia selalu menyebutnya sebagai pengalaman yang emosional. Shakir tak bisa menahan tangisnya saat mengucapkan syahadat dan hal itu masih sering terjadi jika ia menyaksikan orang yang bersyahadat untuk menjadi seorang Muslim.

Setelah menjadi seorang Muslim, Shakir yang ketika itu masih bertugas di dinas angkatan udara AS mendapatkan dukungan dari rekan-rekannya yang mualaf. Meski komunitas Muslim sedikit, hubungan antar mereka sangat kuat.

Shakir mengakui Islam telah memberikan banyak perubahan bagi dirinya sebagai manusia. Sebelum masuk Islam, Shakir sering mengalami mimpi buruk sampai membuatnya berteriak ketakutan dan mengagetkan orang di sekitarnya. Tapi setelah menjadi seorang Muslim, dimana ia mulai belajar salat secara rutin, Shakir tidak pernah mengalami mimpi buruk lagi. Allahuakbar ! (ln/readislam)..
 
Sumber :
http://ift.tt/2ifhg5Y


Kamis, 15 Desember 2016

::: Waspadalah.. Ahok Mulai Memainkan PLAYVICTIM (Pura-pura Terdzalimi) ! >> Ketika Sandiwara Airmata Buaya Ahok Terbongkar :::

Ups, Ketahuan Deh ! Ternyata Aksi Rangkul Dramatis Ahok Cuma Sandiwara..



Usai sidang perdana kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa, 13 Desember 2016, ramai beredar foto menggegerkan Ahok di lini massa twitter maupun berbagai pemberitaan.

Foto tersebut menggambarkan Ahok tengah duduk di kursi dan kepala separuh menunduk, sementara di belakangnya seorang perempuan berkerudung merangkul Ahok dengan posisi berdiri. Ramai diberitakan bahwa perempuan itu adalah kakak angkatnya.

Wajah Ahok terlihat sedih, dan foto itu, bagi yang tidak paham kepribadian Ahok, akan membuatnya mudah bersimpati.

Namun ternyata, foto itu merupakan settingan dari orang-orang sekeliling Ahok. Lihat foto di bawah ini:

[Ini adalah Foto Yang Beredar Di Media Massa Pendukung Ahok]


[Banyak Yang Tidak Tahu Bahwa Ternyata Itu Hanya Sandiwara]

AGAR UMAT BERSIMPATI..
PADAHAL ITU HANYA SANDIWARA..


Sumber :
http://ift.tt/2hoQ6Iw

Siapakah "Kakak Angkat Yang Pura-pura Berjilbab" yang Peluk Ahok Itu ? 

Foto Nana Riwayatie mengacungkan jari tengah tersebar di media sosial dan grup-grup WA. Dalam foto di dalam mobil itu, Nana bersama tiga rekan wanita lainnya. Dua di antara tiga temannya itu juga mengacungkan jari tengah.



Seperti diketahui, Mengacungkan jari tengah merupakan gestur umpatan kasar di negara-negara Barat, bahkan beberapa negara Timur, termasuk Indonesia.

Nana Riwayatie mendadak terkenal seiring dengan pelaksanaan sidang perdana kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki T. Purnama di eks gedung PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, kemarin.

Dia menjadi pembicaraan karena tampak menenangkan dan memeluk Ahok dari belakangan di ruang tunggu sidang. Ahok sendiri dalam sidang tersebut sempat mengucurkan air mata.

Nana yang disebut-sebut artis lawas tersebut merupakan kakak angkat Ahok. (rm) | [NUSANEWS]

Sumber :
http://ift.tt/2hzWo67
 
APA ITU PLAY VICTIM ?

Mereka bukanlah Artis atau aktor terkenal tapi jago akting, bahkan aktingnya dapat memukau dunia. Sering tampil didepan kamera para awak media, tidak terlihat canggung sedikitpun dan tampak seolah seperti seorang profesional.



Pasang muka tegar dan sedikit tersenyum, lalu berkata ” saya diserang sana-sini, difitnah, isu SARA dan lain-lain “, begitu ucap salah seorang dari segelintir penguasa dinegeri ini. Terlihat tenang, entah apakah ia paham akan ucapan yang dikeluarkannya atau memang ia sadar kalau dirinya tengah bersandiwara.

Tahukan anda apa itu Play Victim atau mungkin anda sering mendengarnya.

Sengaja atau tidak, cara Play Victim kini semakin digemari oleh banyak orang-orang kita. Dari mereka yang sedang berkuasa ataupun orang-orang yang ingin meraihnya. Orang-orang ini membuat kalau dirinya seakan-akan sering terancam, diftnah, terpinggirkan dan biasanya memainkan isu SARA.

Tahukah anda apa itu Playing/ Play Victim ?

Tehnik Play Victim merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seseorang yang membuat dirinya seolah-olah adalah korban atau pihak yang selalu didzalimi, minoritas, merasa selalu difitnah dan diserang oleh pihak yang lain dengan tujuan agar mendapatkan simpati dari banyak orang sekaligus melempar kesalahan atau tanggung jawab kepada pihak lain.

Tujuan bermain Play Victim adalah mengarahkan opini banyak orang agar menyalahkan orang / kelompok lain seolah-olah menjadi penyebab si tokoh pemain Victim adalah orang baik dan benar yang tertindas oleh orang banyak dan jahat.

Hahah licik bukan ? Nah para pemain dalam Play Victim ini biasanya orang-orang yang cerdas, mereka bukanlah aktor ataupun artis papan atas namun akting dan skenario mereka mampu memukau dunia. memanfaatkan rasa simpati orang banyak, menciptakan sebuah kondisi gaduh dan memikat perhatian banyak orang / public ( decoy ).(dm).


INGATLAH..
KETIKA AHOK MERENDAHKAN RIBUAN UMAT ISLAM YANG DIGUSUR..


BAGAIMANA KOMENTAR NETIZEN MENGETAHUI SANDIWARA AHOK TERBONGKAR ?






::: 30 Group WA Komunitas Islami Terbesar di Indonesia.. Silahkan Gabung.. :::

Anda ingin belajar Islam ?
Ingin bergabung dengan komunitas Islami ?
Ingin diskusi tentang Islam ? namun tidak punya banyak waktu ?

Jangan khawatir kita telah tersedia alat elektronik yang memungkinkan kita tetap memperoleh ilmu ke Islaman dimanapun berada.

Dengan bergabungnya anda ke group dibawah ini Insya Allah seperti berada dalam jamaah yang saling mengingatkan dan menasehati.


Berikut daftar group WhatsApp (WA) berbagai komunitas Islami terbesar di Indonesia:

1. Komunitas One Day One Juz (ODOJ).
    CP. Daftar : 082280080036 (ODOJ Center) Sumbangan Qur’an Gratis

2. Komunitas Tahajud Berantai (KUTUB).
    CP. Daftar : 083872880861 (Mariaman)

3. Komunitas Tahajud Every Night (TEN)
    CP Daftar : 08998608418 (Mba Dian)

4. Komunitas Dhuha Ummat (KODHAM)
    CP. Daftar :
    Ikhwan : 085695769610 (Duto)
    Akhwat : 085878400076 (Ummi Asih)

5. Komunitas Ma'tsurat (KoMa)
    CP. Daftar : 081312283340 (Saiful Rijal)

6. Komunitas Senyum Al Ma'tsurat (SMART)
    CP. Daftar :
    Ikhwan : 085717777097 (Ruly el Hamasyi)
    Akhwat : 081330687620 (ArmiPutri)

7. Komunitas Pencinta Puasa Sunah Ummat (KOPPUSAT)
    CP. Daftar : 081212111096 (Mba Yan Indra)

8. Komunitas Pejuang Subuh
    CP. Daftar : 08989030213 (Radinal)

9. Komunitas Hafidz On The Street (HOTS)
    CP. Daftar :  081299294471 (Hilal Achmad)

10. Komunitas One Day One Ayat (ODOA)
      CP. Daftar :  085691326549 (Sulis)

11. Komunitas Tiada hari tanpa Al Quran (TIARA)
      CP. Daftar : 08999993638 (Syahrul)

12. Komunitas Kajian OnLine Hamba Allah (HA)
      CP. Daftar : 081220181751 (Resti)

13. Komunitas Kajian Rumah Dakwah Indonesia (RDI)
      CP. Daftar : 081331628484 (Sihah Khan)

14. Komunitas Kajian iMAN dan ISlam (MANIS)
      CP. Daftar :
      Ikhwan : 088268039030 (Wawan)
      Akhwat : 081275160013 (Novria)

15. Komunitas Sedekah Harian (SH)
      CP. Daftar : 085607777121 (Okty Silvi)

16. Komunitas Ekonomi Syariah : Ini Lho Bank Syariah (ILBS)
      CP. Daftar : 082361234350 (Ulfa)

17. Komunitas Parenting : OrangTua Berkemampuan Khusus (OBK)
      CP. Daftar : 085249502884 (Masyhuri)

18. Komunitas Tahsin Qur'an, Antara Maghrib Sampai Isya (ANTARIKSA)
      CP. Daftar : 081284439848 (Farid)

19. Komunitas One Day Three Juz (ODTJ)
      CP. Daftar :
      Ikhwan : 085226144736 (Erry)
      Akhwat : 081216414149 (Ferry)

20. Komunitas Sehat Lahir Batin (SAHIBA)
      CP. Daftar : 08170428091 (Mufatul F.)

21. Komunitas Satu Hari Satu Juz (SHSJ)
      CP Daftar : 083813713045 (Azzam Gunadi)

22. Komunitas Sedekah Nusantara (SN)
      Cp daftar : 081510011260 (bang subhi)

23. Komunitas Belajar Bahasa Arab OnLine (LPBA Al Hikmah)
      CP. Daftar : 085288882721 (A. Rofi' Syamsuri)

24. Komunitas Kajian : Tholabul Ilmy (TI)
      CP Daftar : 081586181837 (Dirtha)

25. Komunitas Kajian : Forum Kajian & Dakwah Islam (FKDI)
      CP Daftar : +852 55195534 (Mba Yetti)

26. Komunitas Kajian : Majelis Qur'ani
      CP Daftar : 081807700724 (Dhanang)

27. Komunitas AKU Cinta Islam (ACI)
      CP Daftar : 08567125659 (Diki)

28. Persaudaraan Muslimah (PM) / Persaudaraan Muslim (PM)
      CP Daftar : 
      0821653191714 (Sunarti)
      081288737547 (Wulan)

29. Komunitas Peduli Sampah : Bank Sampah Ta'awun (BST)
      CP Daftar : 08174855570 (Reza Milady)

30. Indonesia Tanpa Pacaran (ITP)
      CP. Daftar : 082326867308 (Founding Father ITP)

Ketik : Join_Komunitas_Nama_No WA_Daerah_Jenis Kelamin

Contoh :         
Join_ODOJ_Abdul _08123498xxxx_Jakarta_Laki2

Sudah saatnya menginvestasikan gadget dan smartphone anda untuk tabungan akhirat dengan bergabung dengan komunitas-komunitas diatas.



Sumber : Grup Whatsapp "Silaturrahim Founder"
Sumber :
http://ift.tt/2hS0oy4