Selasa, 23 April 2019

::: Sebarkan Agama Kristen ke Umat Islam, 4 Misionaris Hampir Dihajar Warga >> Stop Kristenisasi :::

GUNUNG PUTRI, BOGOR - Pelanggaran Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 menteri terkait penyebaran agama, kembali dilakukan oleh beberapa misionaris di wilayah Gunung Putri, Bogor.

Penyebaran agama ke pemeluk yang sudah beragama ini sangat mencederai keharmonisan dan toleransi hubungan antar umat beragama karena bisa menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat.

Menurut Hanny Kristianto, ada empat misionaris yang kepergok melakukan tindakan penyebaran agama kepada umat yang sudah beragama di desa Wanaherang, Gunung Putri, Bogor beberapa hari yang lalu.

"Mereka mendatangi beberapa rumah warga di desa Wanaherang dan mencoba menyesatkan dengan kata-kata dan pemahaman injil versi mereka,  karena tidak terima hampir saja masyarakat melampiaskan kemarahannya pada mereka," ungkap mantan pendeta yang akrab disapa Koh Hanny ini.

Lebih lanjut Koh Hanny menjelaskan bahwa tim misionaris ini terdiri dari 2 laki-laki (yang 1 berjenggot dan satu lagi tidak berkumis mengaku mantan muslim) dan 2 wanita. Mereka mengaku dari gereja GISI dan HKBP.

"Para misionaris ini beruntung karena sebelum diamuk massa, ada Karang Taruna dan pak Kapolsek AKP Niih Hadi Wijaya yang segera menangani serta mengamankan mereka ke Polsek Gunung Putri?," tambah Koh Hanny.

Bagi Koh Hanny seharusnya pelaksanaan penyiaran agama dilakukan dengan semangat kerukunan, tenggang rasa, saling menghargai, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) menteri agama dan menteri dalam negeri tahun 1979.

Dalam SKB tanggal 2 Januari 1979 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H. Amir Mahmud dan Menteri Agama (Menag), H. Alamsjah Ratoe Perwiranegara menandatangani surat keputusan dengan Nomor 1 Pasal 4 Tahun 1979 bertajuk “Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1979 1 Tahun Tahun 1979, tentang Tatacara Pelaksanaan Penyiaran Agama dan Bantuan Luar Negeri Kepada Lembaga Keagamaan di Indonesia”

Dalam BAB III, Pasal 3, tentang Tatacara Pelaksanaan Penyiaran Agama disebutkan, pelaksanaan penyiaran agama dilaksanakan dengan kerukunan dan saling menghormati sesama umat beragama.

“Pelaksanaan penyiaran agama dilakukan dengan semangat kerukunan, tenggang rasa, saling menghargai dan saling menghormati antara sesama umat beragama serta dengan dilandaskan pada penghormatan terhadap hak dan kemerdekaan seseorang untuk memeluk/menganut dengan melakukan ibadat menurut agamanya.”

Lebih jelas bahkan terdapat dalam Pasal 4 yang melarang menyiarkan agama kepada orang yang sudah menganut agama lain, apalagi menggunakan iming-iming dan bujuk-rayu.

Di bawah ini bunyi Pasal 4;

“Pelaksanaan penyiaran agama tidak dibenarkan untuk ditujukan terhadap orang atau kelompok orang yang telah memeluk/menganut agama lain dengan cara:

Menggunakan bujukan dengan atau tanpa pemberian barang, uang, pakaian, makanan dan atau minuman, pengobatan, obat-obatan dan bentu-bentuk pemberian apapun lainnya agar orang atau kelompok orang yang telah memeluk/menganut agama yang lain berpindah dan memeluk/menganut agama yang disiarkan tersebut.

Menyebarkan pamflet, majalah, bulletin, buku-buku, dan bentuk-bentuk barang penerbitan cetakan lainnya kepada orang atau kelompok orang yang telah memeluk/menganut agama yang lain. Melakukan kunjungan dan rumah ke rumah umat yang telah memeluk/menganut agama yang lain.[fq]


KRISTEN TOLERAN ?

Sumber :
http://www.voa-islam.com/read/world-news/2017/12/15/54847/sebarkan-agama-ke-umat-islam-4-misionaris-hampir-dihajar-warga/


::: Pemimpin Kafir Walaupun Jujur dan Tidak Korupsi, Tetap Tidak Berkah :::

KH Maulana Kamal Yusuf
Ketua Syuriah PWNU DKI Jakarta
   
Warga masyarakat Jakarta resah dan galau dipimpin oleh seorang gubernur kafir Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang arogan, tidak beretika dan amburadul.

Bahkan ditengarai Ahok terlibat kasus korupsi terkait pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Kepemimpinan gubernur Ahok akan berakhir sampai dengan tahun 2017. Provinsi DKI Jakarta akan mengikuti Pilkada serentak kedua pada 2017 nanti.    

Masalahnya, Ahok sebagai incumbent diduga akan mengikuti dan maju lagi bertarung mempertahankan kedudukannya sebagai gubernur Jakarta. Ahok akan maju tidak melalui jalur partai politik, tapi akan maju melalui jalur idependen. Konon dalam persiapan Pilkada 2017, Ahok sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk penggalangan dukungan melalui tim “Teman Ahok”. Diperkirakan Ahok sudah berhasil mengumpulkan satu juta KTP sebagai prasyarat administrative Calon Gubernur.
   
Tentu warga Muslim Jakarta, utamanya para ustaz, habaib, dan ulama, merasa sangat khawatir sekali dengan tekad Ahok maju lagi sebagai gubernur untuk kedua kalinya. Maka, untuk mengahdang Ahok, para ulama, habaib, tokoh-tokoh Muslim Jakarta, berupaya menggalan daya dan upaya agar kedepan Jakarta tidak lagi dipimpin oleh gubernur kafir, tapi dipimpin oleh seorang gubernur Muslim yang handal.
   
Para ulama, ustaz, ulama dan tokoh-tokoh Islam Jakarta menggagas suatu Muzakarah untuk mempersatukan kekuatan umat Islam Jakarta, agar bersatu padu memenangkan pertarungan Pilkada Jakarta 2017 nanti. Muzakarah Ulama Untuk Gubernur Muslim itu sudah berlangsung tiga kali dan telah menghasilkan suatu Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah, yang nantinya bertugas untuk memilih dan menyeleksi serta memunculkan satu pasangan calon gubernur Muslim DKI Jakarta dalam pertarungan Pilkada 2017.
   
Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah dipimpin oleh Habib Rizieq Syihab, dengan salah satu anggotanya ulama khos Jakarta KH Maulana Kamal Yusuf, yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta.
   
Untuk lebih menyosialisasikan urgensinya pemimpi Muslim di DKI Jakarta ini, terutama dalam rangka menyukseskan program pokok Muzakarah Ulama untuk memenangkan gubernur Muslim DKI Jakarta dalam pilkada 2017 nanti, Suara Islam mewawancara KH Maulana Kamal Yusuf. Berikut petikannya :

Bagaimana esensi pentingnya pemimpin Muslim bagi Umat Islam ?
   
Pertama kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat iman dan Islam. Dengan kenikmatan inilah kita bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akherat. Bahkan di dalam prinsip kehidupan kaum muslimin, Nabi telah memberikan penjelasan dalam salah satu sabdanya : Sesungguhnya saya di utus untuk menyempurnakan kehidupan di dunia maupun di akherat.
   
Berarti Nabi di utus untuk membawa kebahagiaan dunia dan akherat. Prinsip ini berbeda dengan prinsip-prinsip yang di luar Islam. Dalam Al-Baqarah  dijelaskan bahwa ada manusia, yaitu orang kafir itu yang hanya memilih kehidupan dunia semata. Mereka tidak meminta akherat, bahkan mereka tidak mempercayai kehidupan akherat.
   
Berarti orang kafir hanya memilih pemimpin itu hanya memburu kebahagiaan dunia saja. Ini yang menyebabkan bahwasanya memilih pemimpin kafir itu hanya urusan dunia saja, tak ada kaitannya dengan akherat. Bahkan mungkin mereka mencari kebahagiaan dunia  bukan dari Allah. Tetapi dari petunjuk-petunjuk syaitan,  berhala, dan orang-orang kafir lainnya.
   
Dalam Alquran dijelaskan, Allah memimpin orang-orang beriman mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya iman. Tapi bagi orang kafir, yang menolong mereka adalah toghut, yaitu para berhala, setan dan orang-orang kafir lainnya.
   
Prinsip kedua adalah waminhum robana atina fidunya hasanah wafil akhiroti hasanah, waqina adzabbannar. Bagi mereka kaum beriman yang berdoa Ya Allah berikan kami kehidupan dunia yang baik, kehidupan akherat yang baik dan hindarkan dari siksa api neraka.
   
Bagi orang beriman, selalu berharap kehidupan dunia mereka baik, harta mereka baik (hasanah). Orang beriman di ajarkan selalu semuanya dalam keadaan baik (hasanah). Otomatis kalau semua kehidupannya di dunia baik (hasanah) maka kehidupannya di akherat akan baik. Allah akan memberikan keridhoannya, memberikan nikmatnya. Dan orang beriman akan selalu memohon supaya dilindungi dari siksa api neraka..
   
Nah, itu dua prinsip yang bertentangan, bertolak belakang. Makanya kita sebagai orang Muslim, mengajak kepada semua orang Islam, kalau ingin bahagia dunia akherat, akhirilah memilih pemimpin kafir, pilihlah pemimpin yang muslim, mukmin yang berakhlaqul karimah.
   
Banyak ayat-ayat Alquran menegaskan larangan memilih pemimpin kafir, atau di luar Islam, karena nantinya akan menjadi suatu beban pertanyaan, pertanggungjawaban  di akherat kepada Allah. Ini isyarat Allah melarang memilih pemimpin kafir.

Sekarang berkembang wacana lebih baik memilih pemimpin kafir tapi jujur, baik dan tidak korupsi, ketimbang pemimpin Islam yang tidak jujur dan korupsi. Bagaimana pendapat pak kyai?
   
Kalau saya punya prinsip, jika kita dipimpin oleh orang kafir yang jujur, adil dan tidak korupsi, tidak membawa berkah.

Jadi ada empat prinsip dalam kepemimpinan. Pertama, Pemimpin yang Muslim dan ahli dalam kepemimpinannya. Ini akan membawa keberhasilan dan keberkahan. Kedua, Pemimpin Muslim tapi kurang tidak ahli dalam kepemimpinannya. Ini akan berdampak tidak ada keberhasilan dalam kepemimpinannya, tapi keberkahan masih ada. Kalau bisa pemimpin yang begini jangan kita pilih. Ketiga, pemimpin kafir dan tidak ahli. Ini akan berakibat ketidakberhasilan dalam kepemimpinannya, dan bahkan kegagalan total, disertai ketidakberkahan.

Pemimpin kafir tapi ahli. Ini akan membawa keberhasilan dalam kepemimpinannya, tapi tidak ada keberkahan dunia dan akherat. Bagi orang Islam, buat apa keberhasilan kalau tidak ada keberkahan. Tidak ada manfaatnya di akherat kelak. Tidak bisa mencapai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
   
Nah sekarang bagi pemilih, kalau dia memilih seorang pemimpin karena duni, ini akan terkena ancaman Nabi dalam hadits shahih. Allah tidak akan melihat dia, tidak akan memberikan pahala, tidak akan memberikan ampunan, bahkan nanti akan disiksa dengan siksaan yang pedih.
   
Seorang Muslim harus memilih berdasarkan keimanan dan keikhlasan. Makanya nanti kalau ada calon pemimpin kafir yang memberi amplop, kan sering dalam pemilu istilah serangan fajar atau serangan subuh. Jangan dipilih. Ambil uangnya nggak apa-apa tapi jangan dipilih. Kalau dipilih nanti akan terkena ancaman tadi. Memilih pemimpin karena dunia.

Pak Kyai sebagai seorang ulama di Jakarta mempunya banyak jamaah bahkan murid-murid yang tergolong ustad dan dai-mubaligh. Tentu akan membawa dampak simultan-berantai jika bapak melakukan sosialisasi pentingnya memilih Gubernur Muslim dalam Pilkada 2017 nanti?.
   
Insya Allah saya akan usahakan. Dan dari sekarang saya sudah siapkan di majelis-majelis taklim yang saya bimbing, selalu saya member pengarahan untuk jangan memilih pemimpin kafir, dan harus berusaha keras memenangkan Gubernur Muslim.
   
Kelihatannya sudah mulai berdampak positif. Jaaah pengajian saya banyak di, Jakarta Timur, Cimanggis, Cengkareng, Kebayoran Baru, Tanjung Priok. Kalau Jakarta Pusat memang daerah binaan saya dari sejak lama, termasuk pengajian setiap Selasa pagi ba’da subuh di daerah Sunda Kelapa, Guntur, itu jamaahnya ada sekitar 200 orang, kebanyakan para ustaz  dan ulama. Saya ngajar di situ bersama Ustaz Mahfud Asirun. Saya mengajarkan kitab Mizan dan Ihya Ulumuddin, Pak Mahfud Asirun mengajarkan kitab Bulughul Maram.

Bapak juga aktif di organisasi keagamaan ?
   
Ya, saya masih sebagai Rais Syuriah Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta. Saya ini lebih dikenalnya karena keterlibatan saya mendukung kegiatan Ru’yatul Hilal di Cakung. Karena, kadang hasil ru’yatnya tidak sama dengan keputusan NU pusat maupun keputusan resmi pemerintah. Ru'yat Cakung itu saya percaya karena itu semua teman-teman saya yang sangat bisa dipercaya. Orang-orangnya memang ahli dalam ru’yat. Ru’yat Cakung itu sudah lama, dibuat guru saya sejak tahun 1950.

Warga Jakarta kebanyakan Nahdhiyin. Tentang Kepemimpinan NU yang sekarang berada dibawah KH. Said Aqil Siraj yang cenderung liberal. Bagaimana pendapat bapak ?
   
Saya kira semua jamaah NU merasakan itu. Tapi beliau itu dipilih berdasarkan keputusan Munas. Dalam NU selama ini tradisinya tidak pernah ada kekerasan, tidak pernah gugat menggugat, dongkel mendongkel. Banyak orang NU yang tidak sepaham dan sependapat dengan Pak Aqil Siraj. Tapi  di dalam NU lebih dikembangkan sikap tasamuh, toleransi. Termasuk misalnya KH. Sholahuddin Wahid, Pak Hasyim Muzadi, dan lainnya.
   
Memang riskan dan berbahaya pemahaman liberal ini. Seringkali paham liberal mengalahkan atau mengabaikan Quran. Misalnya, kawin campur beda agama dibolehkan. Alasannya konteks jaman sekarang keadaan di Indonesia kan agama beragam.
   
Padahal Quran jelas-jelas melarang kawin beda agama. Pemikiran liberal itu sudah tidak memperdulikan dalil-dali Alquran lagi. Pemikirannya bebas. Karenanya, di dalam NU ada kelompok yang menentang paham liberal, yaitu yang sering disebut NU Garis Lurus.
   
Begitulah NU sekarang, sudah tidak seperti jamannya Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari, pendiri NU yang ingin mengembangkan Islam kaffah, ahlus sunnah, tidak tercemari pemikiran-pemikiran baru seperti liberal, dan pemikiran sesat seperti Syiah.

Sumber :
http://www.suara-islam.com/read/index/16762/-Pemimpin-Kafir-Walaupun-Jujur-dan-tidak-Korupsi--tetap-tidak-Berkah


::: Vince Focarelli, Mantan Ketua Geng Motor Australia Yang Jadi Mualaf :::

Apa yang terlintas di benak Anda jika mendengar ketua geng motor?

Pasti Anda berpikir ketua geng motor adalah sosok orang yang garang, menakutkan, kejam dan hobi berkelahi.

Mungkin gambaran itu cocok bagi pria bernama Vince Focarelli ini yang pernah menyandang gelar sebagai ketua sebuah geng motor di Australia, sebelum akhirnya dia tersentuh dengan Islam dan jadi mualaf.

Dulu, Vince pernah bergabung dengan geng motor paling terkenal di Australia, yakni Comanchero. Pria berusia 43 tahun itu bahkan menyandang gelar sebagai pemimpin tertinggi geng motor Comanchero.

Kepada media, Vince pernah menceritakan pengamalan kelam hidupnya selama jadi ketua geng motor. Dia pernah beberapa kali menghadapi percobaan pembunuhan, bahkan dia pernah ditembak sebanyak enam kali. Dalam insiden penembakan yang terjadi pada tahun 2012 itu, Vince berhasil selamat, tapi anak tirinya, Giovanni harus meregang nyawa.

Masalah selalu datang menghampirinya. Tak hanya menghadapi percobaan pembunuhan, pria kelahiran Italia itu juga pernah dipenjara selama 14 bulan atas tuduhan kepemilikan senjata api tanpa izin dan likan narkoba. Kemudian pada tahun 2017, Vince harus dideportasi dan berakhir di lembaga permasyarakatan karena tindakan kriminal yang pernah dilakukannya.

Di tahun yang sama, Vince memutuskan meninggalkan Australia dan memilih kembali ke Italia. Setelah itu, dia pindah ke Kuala Lumpur, Malaysia dan memutuskan memulai hidup baru di sana. Dia sangat berharap bisa memulai kehidupan yang lebih baik di Malaysia dan bisa melupakan kehidupan masa suramnya di Australia dulu.

Ketika baru pertama kali pindah ke Malaysia, istri dan putrinya belum ikut pindah, mereka masih tetap berada di Australia. Sementara sang bunda yang sedang menderita kanker memutuskan datang ke Malaysia pada tahun 2017.

Vince menemukan kedamaian dalam Islam.

Dia perlahan-lahan mengenal Islam dan menemukan kedamaian dalam Islam. Sejak saat itu, Vince memutuskan jadi mualaf. Setelah masuk Islam, ia mengganti namanya jadi Imran Abdul Salam. Sosoknya dulu yang kejam kini sudah ia tinggalkan, sekarang ia berubah jadi sosok orang yang baik hati dan penolong.

Abdul Salam bahkan sering berdakwah menceritakan pengalaman kelamnya dulu hingga memeluk Islam seperti sekarang. Dia bersyukur kepada Allah atas nikmat Islam yang telah diberikan kepadanya.

Dia bahkan membuka restoran halal La Fig Cucina di Carrington Street, Adelaide. Dia sering membagikan makanan gratif kepada kaum tidak mampu. Dia juga berharap bisa bersedekah lebih banyak dan membantu orang yang tidak mampu. Dia percaya setiap melakukan kebaikan, maka kebaikan akan berbalik kepadanya.

Islam telah merubah Vince jadi sosok yang lebih lembah lembut dan baik hati dari yang awalnya menakutkan. Islam juga telah membawakan kedamaian dan telah melepaskan Vince dari kehidupan suramnya dulu.

Semua permasalahan yang dia hadapi dulu, mulai dari kehilangan putrinya hingga harus mendekam di penjara telah mengantarkan Vince pada hidayah. Allah itu memang Maha Kuasa dan hanya Allah yang berhak memberikan hidayah kepada siapa saja yang dihendaki-Nya.


Sumber :
https://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/vince-focarelli-mantan-ketua-geng-motor-australia-yang-jadi-mualaf.htm


::: Mendengar Suara Adzan, Pilot Ini Akhirnya Bersyahadat :::

Pemilik nama lengkap Aisha Jibreel Alexander ini tak tahu apa yang terjadi mengapa ia sampai seperti itu.

Ia kemudian membuka kacamata hitamnya dan menghapus air mata tersebut. “Saat itu rasanya aku berkata, ayo, kamu berhenti menangis dan dengarkanlah merdunya  panggilan azan tersebut,” katanya.

Secara tak sengaja, lantunan kumandang seruan shalat itu terlintas di kedua telinganya saat ia berada di Bahrain.


Ia sedang berada di jalan menuju ke sebuah restoran dan mendengar suara azan. Merdu dan syahdu lantunan suara azan tersebut menyentuh relung jiwanya. Ia pun tergugah untuk memutuskan memeluk agama Muhammad SAW ini. “Di momen tersebut, saya yakin bahwa Islam memang untuk saya,” katanya.

Kisah pertemuannya dengan Islam itu mengalir begitu saja, tentu ada kuasa Allah SWT di sana. Ini tak terlepas pula dari profesi pilot yang ia lakoni. Pekerjaannya ini membawanya keliling dunia dan bertemu dengan bermacam-macam orang dan budayanya.

Pertama kali ia bersinggungan dengan Muslim adalah saat ia bekerja di sebuah perusahaan Kanada yang dimiliki oleh orang Islam. Hanya saja, ia belum terlalu tertarik, selain masih muda juga fokus pada karier. “Itu sekitar 2001,” tutur dia.

Banyak negara telah dikunjunginya, termasuk Malaysia dan negara di Timur Tengah. Bekerja jauh dari keluarga seperti ini selalu membuatnya merasa kesepian. Doa yang dipanjatkan setiap pagi dan malam pun tak bisa mengikis rasa sepi tersebut. Karena kesibukannya, ia juga tak pernah sempat pergi ke gereja.

Pengalamannya saat pergi ke negara di Timur Tengah membuatnya mengenal lebih dalam tentang Islam. Pertama, yang membuatnya tertarik adalah aturan untuk memakai pakaian yang tidak boleh seksi dan ketat. Saat itu, ia ikut mengenakan pakaian panjang nan longgar untuk menghormati budaya setempat dan ia merasa nyaman dengan pakaian tersebut.

Keyakinannya mulai berubah saat itu. Ia kemudian mengunduh program Alquran dan berbagai program pendidikan dasar Islam. Ia mulai mencari tahu lebih banyak tentang Islam. Hingga akhirnya sewaktu sedang berada di Argentina, ia menghubungi komunitas Muslim setempat untuk bergabung dan mempelajari Islam.

Katolik

Hidayah yang ia terima itu tentunya sangat bertolak belakang dengan keyakinan yang ia peluk selama ini. Aisha Jibreel Alexander terlahir dan dibesarkan oleh keluarga Katolik Roma yang taat. Ia pun menimba ilmu dasar hingga perguruan tinggi di yayasan Katolik.

Sebenarnya ketika usia remaja, ia penasaran dan mempertanyakan apa yang dikenal dengan “dogma” dari iman Katoliknya, juga tentang prinsip trinitas ketuhanan.

Namun, setiap ia bertanya mengenai hal tersebut, jawaban yang diberikan oleh para biarawati selalu sama: “Kau harus memercayai semua ini dan tidak perlu meragukannya. Jika kau meragukannya, berarti kau telah melakukan sebuah dosa.”

Jawaban ini selalu mengekangnya. Ia pun selalu takut untuk menantang imannya. Untuk amannya, ia tetap berada di jalan iman tersebut hingga ia biasa dan belajar berkompromi untuk percaya pada prinsip ketuhanan Katolik. Hingga akhirnya, peristiwa azan itu membuka pintu hidayah dalam kehidupan Aisha.(jk/rol).

Sumber :
https://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/mendengar-suara-adzan-pilot-ini-akhirnya-bersyahadat.htm


Rabu, 10 April 2019

::: Ustadz Farid Okbah: "Malam Lailatur Qadr, Pakar NASA Masuk Islam." :::

PAKAR NASA MASUK ISLAM

Oleh: Ustadz Farid Okbah

Sembunyikan Fakta Ilmiah Malam Lailatul Qadar, kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan, Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA) telah menyembunyikan kepada dunia bukti empiris ilmiah tentang (malam) Lailatul Qadar.

Ia menyayangkan kelompok jutawan Arab yang kurang perhatian dengan masalah ini sehingga dunia tidak mengetahuinya.

Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” ;tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.

Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” ;tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.

”Sayyid menegaskan, terbukti secara ilmiah bahwa setiap hari (hari-hari biasa) ada 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali malam Lailatul dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun.

Hal ini sudah pernah ditemukan Badan Antariksa NASA 10 tahun lalu. Namun mereka enggan mempublikasikannya dengan alasan agar non Muslim tidak tertarik masuk Islam.

Statemen ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA Corner , seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir. Abdul Basith Sayyid, Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid dalam sebuah program di TV Mesir  Sayyid juga menegas kan, pakar Carner akhirnya masuk Islam dan harus kehi langan jabatannya di NASA.

Ini bukan pertama kalinya, NASA mendapatkan kritikan dari pakar Islam. Pakar geologi Islam Zaglol Najjar pernah menegaskan, NASA pernah meri-move satu halaman di situs resminya yang pernah dipublish selama 21 hari. Halaman itu tentang hasil ilmiah yakni cahaya aneh yang tidak terbatas dari Ka’bah di Baitullah ke Baitul Makmur di langit. 

Sayyid menegaskan, “jendela” yang berada di langit itu mirip yang disebutkan dalam Al-Quran.  
“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya. tentulah mereka berkata: “Sesungguhnya panda ngan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”.” (Al-Hijr: 14)

Saat itu Carner dengan bukti jelas bahwa jagat raya saat itu gelap setelah “jendela” itu tersibak. Karenanya, setelah itu Carner mendekla rasikan keislaman nya.   Setelah Carnar masuk Islam, ia menafsirkan fenomena “mencium Hajar Aswad” atau mengisyaratkan kepadanya – seperti turut Abdul Basith Sayyid – bahwa batu itu merekam semua orang mengisyarat kan kepadanya (dengan lambaian tangan) atau menciumnya.

Carner juga mengungkapkan tentang sebagian potongan Hajar Aswad yang pernah dicuri. Setelah 12 tahun diteliti, seorang pakar museum Inggris menegaskan bahwa batu tersebut memang bukan dari planet tata surya matahari. 

Carnar kemudian mendatangi pakar Inggris itu dan melihat sample Hajar Aswad sebesar biji (kacang) hims. Ia menemukan bahwa batu itu melancarkan gelombang pendek sebanyak 20 radiasi yang tidak terlihat ke segala arah. Setiap radiasi menembus 10 ribu kaki.

Karena itu, tegas Sayyid Abdul Basith, Imam Syafi’i menyatakan bahwa Hajar Aswad menca tat nama setiap orang yang mengun junginya baik dalam haji atau umroh sekali saja. Carner menambahkan, batu itu mampu mencatat nama-nama orang yang berhaji dengan radiasi gelombang nya. (voa-islam.com).

Sumber :
http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2015/07/02/37979/ustadz-farid-okbah-malam-lailatur-qadr-pakar-nasa-masuk-islam/


::: Christopher Patrick Nelson : "Hanya Islam yang Bisa Menyembuhkanku." :::

Christopher Patrick Nelson, warga negara AS keturunan Irlandia, masuk Islam ketika ia berusia 26 tahun.

Sebelumnya, lelaki yang menganut agama Kristen ini pernah mempelajari berbagai keyakinan mulai dari Jainisme, ajaran Budha, Hindu, untuk menyembuhkan “penyakit”nya.

Sampai akhirnya ia menemukan Islam dan memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Ia mengakui Nabi Muhammad Saw sebagai model dari sebuah kehidupan spiritual yang komprehensif, dan Islam telah menyelamatkannya dari “penyakit kejiwaan” yang dideritanya serta membuatnya merasa menemukan jiwanya yang hilang.

Sejak kecil Christopher Patrick Nelson, sudah memiliki perilaku dan emosi yang labil. Pada usia 14 tahun, ia pernah dirawat di bangsal untuk pasien yang mengalami gangguan kejiwaan, karena tingkah lakunya yang tak terkontrol.

Hingga usia dewasa, Nelson kerap mengalami depresi, tidak punya gairah melakukan apapun, inginnya tidur terus, dan yang terburuk merasa ingin mati saja. Beberapa kali Nelson melakukan percobaan bunuh diri, dengan mengiris pergelangan tangganya.

Pertama, ia didiagnosis menderita “paranoid-schizophrenia”, sebuah istilah dalam bidang psikiatrik ketika para ahli tidak bisa menentukan dengan pasti problem yang diderita pasiennya. Kemudian, ia dinyatakan memiliki perangai “Bipolar”, perangai ganda yang ekstrim, yang saling bertolak belakang. Sejak itu, Nelson berjuang menjalani kehidupannya yang kadang mengalami perubahan suasana hati yang ekstrim.

Orang-orang di lingkungan Nelson seringkali menyalahkan dirinya atas perilakunya yang tidak dewasa, karena tidak mengerti problem kejiwaan yang dialaminya. Kondisi ini menyulitkan Nelson dalam mendapatkan pekerjaan dan membina hubungan dengan sesamanya. Ia pernah bekerja kurang dari seminggu di sebuah restoran pizza. Nelson dipecat karena perilakunya yang kurang sopan pada pelanggan.

“Depresi itu seperti neraka. Rasa ini menyelinap dalam diri saya secara diam-diam seperti hantu. Saya ingat, saya menatap ke sebuah benda, misalnya sebuah meja tempat menyajikan kopi, tiba-tiba saya akan merasa kebingunan dan merasa hidup ini tak berarti,” tukas Nelson.

Untuk menyembuhkan diri, Nelson mengikuti pengobatan yang disebutnya pengobatan gaya barat, seperti meditasi dan terapi bagi para penderita gangguan psikiatrik, di sebuah klinik di San Jose. Tapi ia merasa, pengobatan macam itu hanya menolongnya sesaat, tidak menyembuhkannya.

Sampai akhirnya, ia menemukan Islam bagi “penyakit”nya , tepat di depan sebuah tempat perawatan gangguan kejiwaan. “Saya selalu merasa, di lubuk hati saya, bahwa penyakit saya berhubungan dengan sesuatu dalam jiwa saya–obat-obatan dan terapi–oleh sebab itu, tidak akan pernah bisa menyembuhkannya,” kata Nelson.

Dengan memeluk Islam, ia mempelajari ajaran Islam yang menurutnya mengajarkannya untuk membersihkan jiwa dari berbagai penyakit hati. “Islam memberi saya rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri,” ujarnya.

“Saya merasakan, membaca doa tertentu pada Allah sangat membantu, untuk melindungi diri saya dari gangguan setan yang bisa menjerumuskan saya. Sikap disiplin dan berdoa membantu saya untuk mengendalikan emosi dan saya yang labil …”

“Ketika rasa gelisah dan depresi itu menerpa, saya merasa dikelilingi oleh puluhan polisi, yang melempari saya dan mencaci maki saya. Saya pun berdoa, mendengarkan dan meyakini kata-kata yang saya ucapkan dalam doa saya. Seketika jiwa saya kembali tenang dan merasakan kedamaian,” sambung Nelson.

Ia mengakui, untuk ketenangan jiwa, tidak cukup hanya doa tapi juga dipengaruhi oleh apa yang ia makan dan dengan siapa seseorang berkumpul. Menurut Nelson, berkumpul dengan sesama saudara seiman di masjid, banyak membantunya untuk menenangkan jiwa.

“Mengalami gangguan kejiwaan adalah sebuah perjuangan seumur hidup. Tapi setelah masuk Islam, saya merasakan akhirnya bisa mengendalikan diri saya. Islam mengajarkan saya untuk memurnikan hati dan jiwa saya,” tandas Nelson. (kw/PNS).

Sumber :
http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/islam-menyembuhkanku-dan-mengembalikan-jiwaku.htm


::: Muslim Harus Ketahui Peristiwa Peristiwa di Alam Kubur :::

Oleh : Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." [Ali Imrân/3:185]

Allâh Azza wa Jalla memberikan pemberitaan umum kepada seluruh makhluk, bahwa setiap jiwa akan merasakan kematian. Hanya Allâh Yang Maha Hidup, tidak akan mati. Adapun jin, manusia, malaikat, semua akan mati.

Kematian merupakan hakekat yang menakutkan. Dia akan mendatangi seluruh orang yang hidup dan tidak ada yang kuasa menolak maupun menahannya. Maut merupakan ketetapan Allâh Azza wa Jalla . Ini adalah hakekat yang sudah diketahui. Maka sepantasnya kita bersiap diri menghadapinya dengan iman sejati dan amal shalih yang murni.

Di dalam tulisan ini insya Allah akan kami sampaikan beberapa peristiwa yang terjadi di alam kubur sehingga menjadikan kita lebih waspada dalam menjalani kehidupan dunia ini agar selamat di alam kubur.

ALAM KUBUR MENAKUTKAN

Hani’ Radhiyallahu anhu , bekas budak Utsmân bin Affân Radhiyallahu anhu , berkata, “Kebiasaan Utsman Radhiyallahu anhu jika berhenti di sebuah kuburan, beliau menangis sampai membasahi janggutnya. Lalu beliau Radhiyallahu anhu ditanya, ‘Disebutkan tentang surga dan neraka tetapi engkau tidak menangis. Namun engkau menangis dengan sebab ini (melihat kubur), (Mengapa demikian?)’ Beliau, ‘Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya) ‘Kubur adalah persinggahan pertama dari (persinggahan-persinggahan) akhirat. Bila seseorang selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih mudah darinya; bila seseorang tidak selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih berat darinya.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ‘Aku tidak melihat suatu pemandangan pun yang lebih menakutkan daripada kubur.’” [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah; dihasankan oleh syaikh al-Albâni]

Karena fase setelah kubur lebih mudah bagi yang selamat, maka ketika melihat surga yang disiapkan Allâh Azza wa Jalla dalam kuburnya, seorang Mukmin mengatakan, “Ya Rabb, segerakanlah kiamat agar aku kembali ke keluarga dan hartaku.” Sebaliknya, orang-orang kafir, ketika melihat adzab pedih yang disiapkan Allâh Azza wa Jalla baginya, ia berseru, “Ya Rabb, jangan kau datangkan kiamat.” Karena yang akan datang setelahnya lebih pedih siksanya dan lebih menakutkan.

GELAPNYA ALAM KUBUR


Hal iniditunjukkan oleh hadits shahih :

Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa seorang wanita hitam -atau seorang pemuda- biasa menyapu masjid Nabawi pada masa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mendapatinya sehingga beliau n menanyakannya. Para sahabat menjawab, ‘Dia telah meninggal’. Beliau n berkata, ‘Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?’ Abu Hurairah berkata, ‘Seolah-olah mereka meremehkan urusannya’. Beliau n bersabda, ‘Tunjukkan kuburnya kepadaku’. Lalu mereka menunjukkannya, beliau pun kemudian menyalati wanita itu, lalu bersabda, “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya, dan sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyinarinya bagi mereka dengan shalatku terhadap mereka.”
[HR. Bukhari, Muslim, dll]

HIMPITAN ALAM KUBUR

Setelah mayit diletakkan di dalam kubur, maka kubur akan menghimpit dan menjepit dirinya. Tidak seorang pun yang dapat selamat dari himpitannya. Beberapa hadits menerangkan bahwa kubur menghimpit Sa’ad bin Muadz Radhiyallahu anhu , padahal kematiannya membuat ‘arsy bergerak, pintu-pintu langit terbuka, serta malaikat sebanyak tujuh puluh ribu menyaksikannya. Dalam Sunan an-Nasâ’i diriwayatkan dari Ibn Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Inilah yang membuat ‘arsy bergerak, pintu-pintu langit dibuka, dan disaksikan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh ia dihimpit dan dijepit (oleh kubur), akan tetapi kemudian dibebaskan.” [Dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah ; Lihat Misykâtul Mashâbîh 1/49; Silsilah ash-Shahîhah, no. 1695]

Dalam Musnad Ahmad diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Sesungguhnya kubur memiliki himpitan yang bila seseorang selamat darinya, maka (tentu) Saad bin Muâdz telah selamat.
[HR. Ahmad, no. 25015; 25400; Dishahihkan oleh Syaikh al-Albâni di dalam Shahîhul Jâmi’ 2/236]

Himpitan kubur in akan menimpa semua orang, termasuk anak kecil. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Seandainya ada seseorang selamat dari himpitan kubur, maka bocah ini pasti selamat
[Mu’jam ath-Thabrani dari Abu Ayyub Radhiyallahu anhu dengan sanad shahih dan riwayat ini dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jâmi, 5/56]

FITNAH (UJIAN) KUBUR

Jika seorang hamba telah diletakkan di dalam kubur, dua malaikat akan mendatanginya dan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Inilah yang dimaksud dengan fitnah (ujian) kubur. Dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad rahimahullah dari sahabat al-Barro bin ‘Azib Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, “Siapakah Rabbmu ?” Dia (si mayyit) menjawab, “Rabbku adalah Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?”Dia menjawab: “Agamaku adalah al-Islam”.

Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?” Dia menjawab, “Beliau utusan Allâh”.


Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah ilmumu?” Dia menjawab, “Aku membaca kitab Allâh, aku mengimaninya dan membenarkannya”.


Lalu seorang penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari surga, (dan berilah dia pakaian dari surga), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga.


Maka datanglah kepadanya bau dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, “Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)”. 


Maka ruh orang Mukmin itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shalih”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada istriku dan hartaku”.

Pertanyaan ini juga dilontarkan kepada orang kafir, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya. Kedua malaikat itu bertanya, “Sipakah Rabbmu?” Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”.

Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah agamamu?” Dia menjawab, “Hah, hah, aku tidak tahu”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?”Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”.


Lalu penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) dusta, berilah dia hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka.” Maka panas neraka dan asapnya datang mendatanginya. Dan kuburnya disempitkan, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan.


Dan datanglah seorang laki-laki berwajah buruk kepadanya, berpakaian buruk, beraroma busuk, lalu mengatakan, “Terimalah kabar yang menyusahkanmu ! Inilah harimu yang telah dijanjikan (keburukan) kepadamu”. Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, janganlah Engkau tegakkan hari kiamat”.
[Lihat Shahîhul Jâmi’ no: 1672]

Dari hadits yang telah dikemukakan di atas menunjukkan bahwa pertanyaan dalam kubur berlaku untuk umum, baik orang Mukmin maupun kafir.

ADZAB DAN NIKMAT KUBUR

Banyak sekali hadits yang menjelaskan keberadaan adzab dan nikmat kubur. Hal ini telah disepakati oleh Ahlus Sunnah wal Jamâ’ah. Imam Ibnu Abil ‘Izzi rahimahullah , penulis kitab al-Aqîdah ath-Thahâwiyah, berkata, “Telah mutawatir hadits-hadits dari Rasûlullâh tentang keberadaan adzab dan nikmat kubur bagi orang yang berhak mendapatkannya; Demikian juga pertanyaan dua malaikat. Oleh karena itu, wajib meyakini dan mengimani kepastian ini. Dan kita tidak membicarakan bagaimana caranya, karena akal tidak memahami bagaimana caranya, karena keadaan itu tidak dikenal di dunia ini. Syari’at tidaklah datang membawa perkara yang mustahil bagi akal, tetapi terkadang membawa perkara yang membingungkan akal. Karena kembalinya ruh ke jasad (di alam kubur) tidaklah dengan cara yang diketahui di dunia, namun ruh dikembalikan ke jasad dengan cara yang berlainan dengan yang ada di dunia.” [Kitab Syarah al-Aqîdah ath-Thahâwiyah, hlm.450; al-Minhah al-Ilâhiyah fii Tahdzîb Syarh ath-Thahâwiyah, hlm. 238]

Kalangan atheis dan orang-orang Islam yang mengikuti pendapat para filosof mengingkari adanya adzab kubur. Mereka beralasan bahwa setelah membongkar kubur, mereka tidak melihat sama sekali apa yang diberitakan oleh nash-nash syariat. Mereka semua tidak mempercayai apa yang di luar jangkauan ilmu mereka. Mereka mengira bahwa penglihatan mereka dapat melihat segala sesuatu dan pendengaran mereka dapat mendengar segala sesuatu, padahal kita saat ini telah mengetahui beberapa rahasia alam yang oleh penglihatan dan pendengaran kita tidak dapat menangkapnya.

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan membenarkan berita-Nya.

Di dalam al-Qur’ân terdapat isyarat-isyarat yang menunjukkan adanya adzab kubur. Antara lain adalah Firman Allâh Azza wa Jalla tentang Fir’aun dan kaumnya :

Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras”.
[al-Mukmin/40: 45-46]

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini, “Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk”, yaitu tenggelam di lautan, kemudian pindah ke neraka Jahim. “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang”, sesungguhnya ruh-ruh mereka dihadapkan ke neraka pada waktu pagi dan petang sampai hari kiamat. Jika hari kiamat telah terjadi ruh dan jasad mereka berkumpul di neraka. Oleh karena inilah Allâh Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras”, yaitu kepedihannya lebih dahsyat dan siksanya lebih besar. Dan ayat ini merupakan fondasi yang besar dalam pengambilan dalil Ahlus Sunnah terhadap adanya siksaan barzakh di dalam kubur, yaitu firmanNya ‘Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang’. [Tafsir surat al-Mukmin/40: 45-46]

Imam al-Qurthubi t mengatakan, “Mayoritas Ulama menyatakan bahwa penampakan nereka itu terjadi di barzakh, dan itu merupakan dalil penetapan adanya siksa kubur”. [Fathul Bâri 11/233]

SEBAB-SEBAB SIKSA KUBUR[1]

Sebab-sebab yang menjadikan seseorang mendapatkan siksa kubur ada dua bagian, mujmal (global) dan mufash-shal (rinci). Sebabnya secara mujmal (global), yaitu kebodohan terhadap Allâh Azza wa Jalla , menyia-nyiakan perintah-Nya, dan menerjang larangan-Nya. Sedangkan sebabnya secara mufash-shal (rinci), adalah perkara-perkara yang dijelaskan oleh nash-nash sebagai sebab siksa kubur.

Di sini akan kami sebutkan di antara sebab mufash-shal sehingga kita bisa menjauhinya:

1. Namimah, yaitu menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain untuk merusak hubungan mereka.
2. Tidak menutupi diri ketika buang hajat.
3. Ghulul, yaitu mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi oleh imam.
4. Dusta.
5. Memahami al-Qur’ân namun tidak mengamalkannya.
6. Zina
7. Riba
8. Mayit yang ditangisi keluarganya, jika mayit tersebut tidak melarang sebelumnya.

HAL-HAL YANG MENYELAMATKAN DARI SIKSA KUBUR

Perkara yang akan menyelamatkan seseorang dari adzab kubur adalah orang yang mempersiapkan diri sebelum menghadapi kematian yang datang tiba-tiba.

Di antara persiapan menghadapi maut adalah segera bertaubat, menunaikan kewajiban syariat, memperbanyak amal shalih, memperbaiki akidah, berjihad, berbuat baik pada orang tua, menyambung silaturahim, dan amal-amal shalih lainnya.

Dengan amalan tersebut Allâh Azza wa Jalla memberinya jalan keluar dari tiap kesulitan dan kesusahan.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dengan mengutip hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Abu Hâtim dalam shahih-nya, “Sesungguhnya orang mati dapat mendengar suara langkah kaki orang-orang yang pergi meninggalkannya. Jika ia seorang Mukmin, maka shalat berada di dekat kepalanya, puasa berada di sebelah kanannya, zakat disebelah kirinya, perbuatan baik seperti berkata benar, silaturahim, dan perbuatan baik kepada manusia berada di dekat kaki. Ia lalu didatangi (oleh malaikat) dari arah kepalanya, maka shalat berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’ Kemudian ia didatangi dari sebelah kanan, maka puasa berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’ Kemudian ia didatangi dari sebelah kiri, maka zakat berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’ Kemudian ia didatangi dari arah kedua kakinya, maka perbuatan baik, seperti berkata benar, silaturahim, dan berbuat baik kepada manusia, berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’ Lalu dikatakan kepadanya, ‘Duduklah.’ Ia pun duduk. Kepadanya ditampakkan bentuk serupa matahari yang hampir terbenam. Ia ditanya, ‘Siapa lelaki ini yang dulu bersama kalian? Apa pendapatmu tentangnya?’ Ia menjawab, ‘Tinggalkan aku, aku ingin shalat.’ Mereka menyahut, ‘Sungguh kamu akan melakukannya, tetapi jawablah pertanyaan kami.’ Ia berkata, ‘Apa pertanyaan kalian?’ Mereka menanyakan, ‘Apa pendapatmu tentang lelaki ini yang dulu bersama kalian? Apa persaksianmu terhadapnya?’ Ia menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa ia adalah utusan Allâh, dan dia membawa kebenaran dari Allâh.’ Lalu dikatakan kepadanya, ‘Dengan dasar keimanan itulah kau telah hidup, dan dengan dasar itu kau telah mati, dan dengan dasar itu pula kau akan dibangkitkan, insya Allâh.’ Kemudian dibukakan baginya pintu surga, lalu dikatakan kepadanya, ‘Ini tempat tinggalmu di surga dan segala yang telah Allâh siapkan untukmu.’ Ia bertambah senang dan gembira. Kemudian dibukakan pintu neraka, dan dikatakan, ‘Itu adalah tempat tinggalmu dan segala yang telah Allâh siapkan untukmu (jika kau mendurhakai-Nya).’ Ia bertambah senang dan gembira. Kemudian kuburnya diluaskan seluas tujuh puluh hasta dan diterangi cahaya, jasadnya dikembalikan seperti semula, dan ruhnya dijadikan di dalam penciptaan yang baik, yaitu burung yang bertengger di pohon surga.”

MEMOHON PERLINDUNGAN KEPADA ALLAH DARI FITNAH DAN ADZAB KUBUR

Fitnah (ujian) dan adzab kubur adalah masalah besar, sehingga Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan dari hal itu, baik dalam shalat maupun di luar shalat. Beliau pun sangat menekankan kepada umatnya untuk memohon perlindungan kepada Allâh dari segala fitnah dan azab kubur.

ORANG-ORANG YANG TERPELIHARA DARI UJIAN DAN SIKSA KUBUR


Sebagian kaum Mukmin yang melakukan amal-amal besar atau tertimpa musibah besar akan terjaga dari fitnah atau ujian dan azab kubur, Diantara mereka :

Pertama : Orang yang mati syahid.
an-Nasâ’i rahimahullah meriwayatkan dalam Sunan-nya bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Ya Rasûlullâh, mengapa kaum Mukmin diuji dalam kubur kecuali yang mati syahid?” Beliau menjawab, “Cukuplah baginya ujian kilatan pedang di atas kepalanya.” [Dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah. Lihat Shahîhul Jâmi’ 4/164]

Kedua : Seseorang yang gugur ketika bertugas jaga di jalan Allah
Fadhdhalah ibn Ubaid meriwayatkan dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bahwa beliau bersabda, “Setiap orang yang meninggal amalnya ditutup, kecuali yang meninggal ketika bertugas jaga di jalan Allâh. Amalnya terus tumbuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah kubur.” [HR. Tirmidzi dan Abu Dawud; dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah. Lihat Misykâtul Mashâbîh 2/355]

Ketiga : Seseorang yang meninggal hari Jum’at
Dalam hadits Abdullah ibn Amru, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap Muslim yang meninggal pada hari Jum’at akan dijaga oleh Allah dari fitnah kubur.” [HR. Ahmad dan Tirmidzi; Dinyatakan kuat oleh syaikh al-Albâni rahimahullah dalam Ahkâmul Janâiz, hlm. 35]

Keempat : Seseorang yang meninggal karena sakit perut
Abdullah bin Yasar Radhiyallahu anhu berkata, “Aku pernah duduk bersama Sulaiman bin Shard dan Khalid ibn ‘Urafthah. Mereka menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang meninggal karena sakit perut. Keduanya ingin menyaksikan jenazahnya. Salah satunya mengatakan kepada yang lain, ‘Bukankah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Orang yang meninggal karena sakit perut tidak akan diadzab di dalam kubur.’ Yang satunya menjawab, ‘Engkau benar.’ [HR. an-Nasa’i dan Tirmidzi; dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah]

(Sumber: al-Qiyâmah Shugra, hlm. 41-72, karya Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, dengan beberapa tambahan dari rujukan yang lain)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun XV/1433H/2012M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196] -

Dikutip dari Al Manhaj

Sumber :
http://www.eramuslim.com/hadits/muslim-harus-ketahui-peristiwa-peristiwa-di-alam-kubur.htm