Kamis, 08 Maret 2018

::: 8 MEDIA ANTI ISLAM DAN PENJILAT PENGUASA, BLOKIR DARI CHANEL ANDA :::

Acara reuni Akbar 212 di Monas mengundang banyak perhatian publik, terutama media massa dalam dan luar negeri.

Media mainstream yang selama ini sangat jelas berpihak pada penguasa, di moment ini mereka menampakkan dirinya dengan sangat vulgar mengangkat berita mencari-cari kesalaan dan sisi negatif acara 212, membolak-balikkan fakta sesuai kehendak dan kepentingan mereka.

Dan mereka tidak malu-malu berusaha memojokkan peserta aksi dengan melihat dari sudut pandang berbeda untuk membuat citra buruk islam lebih menonjol.

Tapi sayangnya, media ini gagal mencari kelemahan umat islam, aksi ini berlangsung damai dan tertib, cuaca sejuk, kebersihan juga terjaga. Upaya mereka hanya sia-sia ingin menjelek-jelekkan peserta aksi 212. Karena mereka akan senang bukan main jika mendapati satu saja keadaan dimana umat islam melakukan kesalahan selama aksi berlangsung.

Tapi karena Allah yang menjaga kita dari tangan jahat musuh islam yang ingin mengotori acara besar ini. Semua itu tidak terjadi. Lalu siapa sajakah para pemilik media nasional yang secara terang-terangan memojokkan umat islam dalam aksi reuni 212 kemarin?

1. Metrotv.com dan Media Indonesia

Mengangkat tema yang cukup bernada sindiran keras kepada umat muslim, bahwa aksi 212 adalah bagian dari perayaan intoleransi. Mereka bicara bahwa umat islam sedang merayakan kemenangan intoleransi di monas, dengan tajuk "Meneladani Toleransi Sang Nabi".

2. CNN Indonesia

Media asal Amerika ini juga mengangkat tema serupa, bahkan lebih beragam, mereka mengangkat cerita tentang masyarakat yang cemas dengan kondisi keamanan selama aksi, atau juga mengangkat berita tentang acara ini adalah bagian dari balas budi Anies Baswedan selama masa kampanye. Walaupun sama sekali tidak menunjukkan rasa simpati, media ini sangat jelas ingin mencari celah kesalahan umat muslim.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171204090414-32-259922/reuni-212-dan-beban-utang-politik-anies-baswedan/

3. BBC Indonesia

Media luar asal Inggris ini juga serupa, mereka mengangkat tajuk tentang kondisi pimpinan Ormas FPI yang sedang bermasalah hukum tapi tidak bisa menghadiri acara 212. BBC menyorot dari sisi strukttur organisasi ormas yang ikut serta acara aksi, menurut mereka acara ini sangat tidak layak diikuti oleh khalayak ramai.

http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-42191751

4. Tribune dan Tirto.com

Media online Tribune/Okezone yang satu payung dengan MNC group milik Harry Tanoe ini menyoroti tentang jumlah peserta aksi yang mereka anggap melebih-lebihkan, pihak panitia mengklaim acara ini diikuti oleh 7 juta jiwa, tapi Pihak Tribune dan Tirto menyanggah dengan menyatakan bahwa peserta aksi hanya di 30 ribu orang.

Dengan kondisi penuh sesak seperti itu, siapa yang bisa memastikan jumlah keseluruhan, yang pasti jakarta lumpuh sepanjang sabtu pagi hingga siang, masyarakat terus berdatangan tidak bisa dihentikan. Asumsi sederhananya, jika jumlah total penduduk jakarta 10 juta, anggaplah setengahnya muslim dan hadir sudah terkumpul 5 juta, ditambah yang dari daerah, perkiraan sekitar 5-6 juta, tapi apakah jumlah harus jadi persoalan.

http://www.tribunnews.com/nasional/2017/12/03/panitia-klaim-reuni-alumni-212-dihadiri-75-juta-orang-kata-polisi-30-ribu-orang-mana-yang-benar

5. Jawapost.com

Media lokal satu ini mengangkat berita lebih berani lagi, mereka berkata bahwa Habib Rizieq hadir di acara 212, padahal sesungguhnya tidak. Tapi hanya diputarkan pidato yang sudah direkam dan diputar ulang melalui pengeras suara.

Tajuk: Muncul di Aksi Reuni 212, Habib Rizieq Sampaikan Orasi Menggemparkan SABTU, 02 DEC 2017 09:56 | EDITOR : IMAM SOLEHUDIN

https://www.jawapos.com/read/2017/12/02/171986/muncul-di-aksi-reuni-212-habib-rizieq-sampaikan-orasi-menggemparkan

6. Liputan6.com

Media yang satu gruop dengan SCTV ini mengangkat tema tentang organisasi yang menjadi penyandang dana sebenar 4 miliar yang berhasil dikumpulkan panitia aksi 212. Mereka mempermasalahkan banyaknya uang yang terkumpul dan menyangkan penggunaan dana umat tersebut hanya untuk kegiatan 212.

http://news.liputan6.com/read/3182030/reuni-aksi-212-dari-siapa-dana-rp-4-m

7. Tempo.com

Media satu ini menyorot keberadaan musisi Ahmad Dhani yang membenarkan bahwa acara ini memang berkonten politik. Ahmad Dhani tidak menampik bahwa ini adalah gelaran politik umat islam. Atas pernyataannya ini membuat pihak media makin gencar melayangkan pertanyaan kritis apakah gerakan ini akan mengakibatkan masyarakat terbelah. Namun Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon membantah pernyataan Dhani bahwa aksi 212 membelah masyarakat. Menurut dia, aksi bela Islam sudah konstitusional. "Ini kan karena ada pihak tertentu yang melihat Islam sebagai masalah, seolah mau memecah belah," ujar politikus Partai Gerakan Indonesia Raya itu.

https://nasional.tempo.co/read/1038890/ahmad-dhani-mengakui-reuni-212-bermuatan-politik

8. Kompas.com 

Kalo media yang satu ini lain lagi, mereka lebih suka nyinyir alias menertawakan prosesi 212 yang habis-habisan mereka kuliti acara itu hingga tuntas. Mulai dari siapa saja yang hadir, apa saja isi orasinya, hingga bagaimana peserta aksi membubarkan diri. Kompas tidak mau-malu menunjukkan diri mereka sedang menjelek-jelekan umat islam di halamannya. Bukan hanya melihat pada satu bagian saja, bahkan semua aspek mereka angkat untuk menunjukkan acara ini penuh muatan politik.

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/12/02/11484141/massa-reuni-212-diminta-punguti-sampah-tak-injak-rumput-dan-isi-kotak

Jadi kita sebagai muslim jika sudah mengetahui akan kebusukan mereka ingin menghancurkan imeg islam dengan menggunakan media, tapi untunglah Allah swt tidak membiarkan hal itu terjadi. Maka kini sudah menjadi kewajiban kita untuk memblokir media-media itu dari daftar chanel tontonan kita di rumah atau di media sosial.

Jangan biarkan diri anda menjadi salah satu kelinci percobaan mereka dalam rangka memberangus islam. Nanti kita lihat bagaimana kelangsungan nasib media-media ini tanpa islam, mampukah mereka bertahan di jaman serba tidak menentu ini.

Allah swt saja tidak mau membiarkan hal itu terjadi, maka kita juga sebagai pengguna jasa jangan ikut-ikutan masuk dalam perangkap mereka karena sekarang dari peristiwa #212 kita bisa melihat dengan sangat jelas mereka ingin menghancurkan islam dengan berbagai cara.(dm).

Sumber :
http://nuurislami.blogspot.co.id/2017/12/7-media-anti-islam-dan-penjilat.html


BUKTI KEZALIMAN MEDIA MASSA TERHADAP ISLAM :
http://kezalimanmediamassa.blogspot.co.id/




::: Andrea Wyler Masuk Islam Karena Keajaiban Puasa Untuk Kesehatan.. Allahuakbar ! :::

Andrea Wyler, seorang pakar Sitologi (biologi sel) Amerika penasaran kenapa orang Islam mau begitu saja menahan lapar dan haus selama sebulan.

Kemudian di tahun 1425, Andrea meneliti fungsi organ tubuh selama manusia berpuasa. Dia terkejut karena efek puasa begitu positif bagi tubuh.

"Puasa dapat memperbarui sel-sel tubuh sebesar 10 persen di sepuluh hari pertama bulan Ramadan, sedangkan di sepuluh hari kedua pembaruan sel mencapai 66 persen. Lalu di sepuluh hari terakhir pembaruan sel terjadi di seluruh sel,"kata Andrea dikutip dari buku Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab karya Thariq Muhammad Suwaidan, Kamis (18/6).

Riset yang dilakukan oleh Andrea juga membuktikan daya konsentrasi dan kekebalan tubuh bertambah 10 kali lipat saat seseorang berpuasa.

"Puasa juga membantu pembentukan garam sodium di ginjal yang berperan menghancurkan kerikil yang terbentuk di ginjal karena kekurangan cairan," tambah dia.

Menemukan fakta mengejutkan ini, Andrea langsung meyakini agama Islam dan mengakui Allah adalah tuhan semesta alam serta Muhammad adalah utusannya.

"Puasa telah membuka rahasia yang tidak aku temukan di agama selain Islam," tutup dia.
[rep].

Sumber :
http://www.merdeka.com/ramadan/andrea-wyler-masuk-islam-karena-keajaiban-puasa-untuk-kesehatan.html

Keajaiban Puasa

Sesungguhnya umat Islam dalam menjalankan syariat puasa pada dasarnya  karena dilandasi dengan keimanan. Karena itulah, ayat puasa (QS. 2: 183) didahului dengan sapaan, Ya ayyuha alladzina amanu. Wahai orang-orang yang beriman.


Dengan dasar iman sehingga seorang muslim rela menahan lapar, dahaga, bersenang-senang dengan pasangan halal, atau segala kerja-kerja dan tindakan yang dapat mengahapus pahala puasa, dari masa imsak menjelang Subuh hingga tiba waktu Magrib. Dengan satu tujuan, menjadi orang betakwa, sebuah tingkatan spritual yang selalu berupaya menjauhi segala bentuk larangan agama, dan taat menegakkan syariat Islam.

Seiring bergulirnya zaman, generasi muda terlahir, orang-orang cerdas bermunculan, di antara mereka ada yang mencoba meneliti, manfaat syariat ditinjau dari aspek non religius. Salah satu di antaranya adalah syariat puasa. Ternyata, rukun Islam keempat ini memiliki banyak manfaat jika ditinjau dari pelbagai segi, termasuk medis.

Hasil uji ilmiah menunjukkan bahwa seseorang yang tidak diberi air lebih tidak tahan hidup daripada tidak diberi makanan. Bahkan orang dapat bertahan hidup hingga 40 hari bila ia hanya diberi air, begitulah pentingnya air pada tubuh manusia.

Gerak dan aktivitas tubuh ketika berpuasa menghasilkan energi yang cukup bagi manusia untuk kepentingan berbagai aktivitas sekaligus berperan aktif dalam melumpuhkan racun-racun dan zat-zat asam yang berbahaya pada tubuh manusia. Sedangkan rasa malas dan lesu serta banyak tidur pada saat berpuasa menyebabkan efek yang berlawanan pada tubuh. Antara lain, ketidakstabilan jam tubuh, bertambahnya energi-energi berbahaya, dan minimnya proses pencernaan.

 Mukjizat lain dari puasa, ketika disunnahkan berbuka dengan makanan-makanan tertentu, seperti kurma, susu, buah-buahan, hingga air putih. Karena makanan tersebut mengandung nilai nutrisi yang tinggi dan memiliki keistimewaan muda dicerna dan diserap tubuh serta mampu menggantikan elemen-elemen nutrisi yang sudah terpakai lalu membekalinya dengan energi yang cukup pula, hingga memulihkan kembali daya pada tubuh.

Andrea Wyler, ahli dietetics Amerika, yang telah menjadi muallaf, berkali-kali melakukan penelitian tentang puasa, yang pada akhirnya berkesimpulan: Berpuasa pada sepuluh hari pertama di bulan Ramadhan akan mampu memperbarui 10% sel-sel tubuh manusia, jumlah itu meningkat sampai 66% pada sepuluh hari berikutnya, dan sel-sel tubuh manusia menjadi sempurna secara keseluruhan (100%) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Selain itu, tingkat kecerdasan dan kemampuan fokus semakin bertambah pada siang hari pada bulan puasa, dan daya tahan tubuh manusia meningkat secara alami sepuluh kali lipat berbanding jika tidak berpuasa. Andrea menambahkan, puasa mampu membantu fungsi garam sodium dalam ginjal serta lebih fokus untuk melelehkan kotoran-kotoran ginjal.

Terkait hadis Nabi yang diriwatkan Imam Bukhari, Wahai para pemuda, siapa di antara kalian sudah mampu menikah, hendaklah menikah, dan jika belum mampu, maka berpuasalah!

Andrea berpendapat bahwa puasa akan mengurangi pelepasan 'hormone masculine' dan 'hormon feminine' sekitar sepuluh kali lipat. Pengurangan ini mampu membantu menusia mengontrol dan mengarahkan dorongan seksualnya, selain itu, bagi wanita, puasa dapat menjadi terapi bagi pengidap kelainan hormon untuk bisa mengandung, sebagaimana puasa bagi lelaki yang mampu mengobati kesuburan dan kelemahan seksual.

Prof. Nikolaf Velwy, ahli kesehatan dari Rusia, menyatakan, Seyogyanya bagi setiap orang, khususnya yang hidup di kota-kota besar mengharuskan dirinya berpuasa dengan cara menahan diri dari makan selama tiga sampai empat minggu setiap tahunnya, demi mencapai kesehatan yang baik sepanjang umur.

Alexis Karel, penerima hadiah nobel bidang kedokteran, berbicara tentang puasa, katanya, Sungguh banyaknya makanan yang melimpah menyebabkan lumpuhnya satu fungsi penting yang berperan besar bagi keberlangsungan berbagai spesies hidup dipermukaan bumi ini. Fungsi dimaksud, kemampuan beradaptasi terhadap keterbatasan makanan. Oleh karena itu, umat manusia hendaknya selalu berpuasa setiap masa.

Mungkin karena itu pula, seluruh agama wahyu mewajibkan umatnya berpuasa dengan menahan diri dari makan dan minum dalam jangka masa tertentu. Pada awal-awal melaksanakan ibadah puasa, rasa lapar yang melahirkan 'nervous' lalu diikuti rasa lemas akan terjadi. Namun, pada saat bersamaan secara tersirat terjadi fenomena lain yang teramat dahsyat, yakni zat gula dalam jantung bergerak.

Bersamaan dengan itu lemak-lemak yang tersimpan di bawah kulit ikut bergerak. Selanjutnya setiap bagian tubuh ikut mencairkan simpanan lemaknya demi menjaga stabilitas perangkat tubuh bagian dalam plus kesehatan jantung, kecuali itu, puasa berfungsi membersihkan jaringan tibuh dari berbagai racun dan lemak.

Jika organ-organ tubuh manusia dikosongkan, ia akan istirahat dan menyimpan energinya. Lalu, menstimulasi proses pengosongan tubuh dari zat-zat beracun dan kotoran-kotoran yang berbahaya bagi tubuh, sehingga proses pemulihan sel lebih efisien. Puasa adalah proses penyembuhan paling klasik bagi manusia.

Mukjizat kebenaran syariat Rasulullah terus tersingkap tanpa henti, agar menjadi pelajaran bagi segenap umat manusia, terutama orang-orang yang berakal dan beriman, untuk terus teguh dalam kebenaran. Sebuah keistimewaan bagi umat Islam untuk menjalankan syariat puasa dengan penuh keikhlasan dan berdasarkan pada sunnah agar dapat digolongkan pada orang-orang bertakwa. Puasa syariat menuntun pelakunya pada ketakwaan, namun puasa hakikat mendorong pelakunya menyingkap kebesaran syariat melalui perangkat sains.

Wallahu A'lam!

Ilham Kadir, Peneliti MIUMI Sulsel dan Pengurus KPPSI Pusat.

Sumber :
http://www.ilhamkadir.com/2014/07/keajaiban-puasa.html






Kamis, 01 Maret 2018

::: Masuk Islam, Alasan Arthur Wagner (Politisi Jerman) Ini Bikin Tercengang.. "Kenapa Gereja Ijinkan Pernikahan Gay ?" :::

Berlin – Politisi dari Partai Alternative for Germany (AfD) mengejutkan rekan-rekannya dengan keputusannya masuk Islam.

Arthur Wagner juga menjadi berita utama di seluruh dunia setelah diketahui ia menjadi muallaf.

Wagner mengatakan alasannya masuk Islam karena tidak senang dengan keputusan gereja untuk menerima pernikahan gay. Pria berusia 48 tahun itu telah mengubah namanya menjadi Ahmad.

“Salah satu alasannya adalah bagaimana gereja telah berubah, yang saya tidak mengerti lagi,” kata Wagner dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Bild. Ia sebelumnya adalah seorang Kristen yang taat dan anggota gereja Protestan setempat.

“Ini sikap mereka terhadap AfD, terhadap pernikahan gay,” katanya. Dia juga mengatakan bahwa dia tidak senang karena pendeta Protestan telah mengikuti parade gay di Berlin. “Dengan anak-anak di sana! Itu tidak benar,” tegasnya.

Sebagai informasi, partai yang diikutinya menjadi partai nasionalis pertama yang memenangkan kursi di parlemen Jerman pada tahun lalu. AfD dikenal menyuarakan kampanye anti-Muslim yang terbuka. Salah satu slogan yang diusungnya adalah “Islam tidak memiliki tempat di Jerman.”

Wagner mengatakan dirinya ingin tetap berada di dalam partai tersebut dan membangun jembatan antara Muslim Jerman dengan masyarakat arus utama.

Ini bukan pertama kalinya seorang politisi anti-Islam beralih ke agama yang dia lawan setelah mengetahui kemuliaan Islam.

Pada tahun 2012, Arnoud van Doorn dari Partai Kebebasan Belanda (PVV) yang dikenal anti-Islam, mengumumkan keislamannya. Putra tertuanya, Iskander Amien De Vries juga masuk Islam.

“Saya melihat ayah saya menjadi lebih damai setelah masuk Islam. Saat itulah saya menyadari ada sesuatu yang baik dalam agama ini dan itu membuat saya mengubah persepsi saya tentang umat Islam. Saya mulai belajar Al-Quran,” kata De Vries mengungkapkan alasannya.

Sumber :
https://www.kiblat.net/2018/02/17/masuk-islam-alasan-politisi-jerman-ini-bikin-tercengang/


::: Inilah Aksi Anggota FPI Bantu Korban Banjir Brebes >> Seperti Biasa.. Media Mainstream BUNGKAM !! :::

Laskar Front Pembela Islam (FPI) langsung terjun untuk membantu meringankan para korban banjir Brebes Jawa Tengah.

Aksi yang dilakukan seperti membantu membersihkan puing-puing bangunan yang hancur diterjang banjir, menyalurkan bahan makanan kepada warga dan mendirikan dapur umum untuk warga Brebes yang menjadi korban.

Berikut ini foto susana melakukan aksi sosial didaerah banjir Brebes yang berhasil didokumentasikan oleh netizen bernama Fathan AL Maisan Zhafar.
















Sumber :
http://www.islamedia.id/2018/02/fpi-bantu-korban-banjir-brebes.html

MASIH MEMBENCI FPI ?
MASIH MEMBENCI SAUDARA SENDIRI ?


STOP MEMBACA MEDIA MAINSTREAM KAFIR !
AGAR HATI ANDA TIDAK MEMBUSUK !


Minggu, 25 Februari 2018

::: Waspadai 10 Modus Kristenisasi yang Menggerogoti Umat Islam Indonesia :::

Oleh: Ust. Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd
Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat
Pengamat PAUDNI-Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal

Jumlah gereja liar di kabupaten dan kota Bekasi mencapai 224 lokasi. Di Perumahan Taman Galaxi RT 05 RW 17 terdapat 7 gereja permanen, namun hanya satu yang mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Perkembangan jumlah gereja di Indonesia memang luar biasa. Berdasarkan laporan Kementrian Agama RI bahwa sejak 1974 hingga 2004, jumlah gereja di Indonesia naik hingga 231 %.


Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2008 mengungkapkan, Kristen memiliki 47.106 gereja di seluruh Indonesia. Persebaran gereja Kristen pada sepuluh daerah terbesar adalah Sumatra Utara (11.158 gereja), Papua (4.648 gereja), Sulawesi Utara (4.247 gereja), NTT (3.974 gereja) dan Jawa Tengah (2.519 gereja), sementara DKI Jakarta sebanyak 555 gereja. Lima lainnya yaitu Kalimantan Barat (2.351 gereja), Sulawesi Selatan (2.302 gereja), Jawa Timur (1.947 gereja), Sulawesi Tengah (1.833 gereja) dan Kalimantan Tengah (1.487 gereja).

Indonesia negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Berdasarkan hasil sensus tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia 237.641.326 jiwa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 207,2 juta jiwa(87,18 %) adalah penganut agama Islam, diikuti 16,5 juta jiwa (6,96 %) penganut Kristen, 6,9 juta jiwa (2,91 %) penganut Katolik, 4 juta (1,69 %) penganut Hindu, 1,7 juta (0,72 %) penganut Budha, 0,11 juta (0,05 %) penganut Konghucu, dan 0,13 % penganut agama lainnya.

Meskipun umat Islam berjumlah mayoritas di Indonesia, namun justru menjadi sasaran Kristenisasi. Dengan berbagai macam cara, umat Kristen berusaha memurtadkan umat Islam sejak masa kolonialisme Barat hingga masa sekarang.


Pada masa kolonial, Pemerintah Hindia Belanda yang Kristen bersikap hati-hati terhadap Kristenisasi. Namun setelah Indonesia merdeka, pemerintah RI yang kebanyakan pejabatnya menyatakan diri sebagai muslim malah cenderung membiarkan Kristenisasi, terlebih pascareformasi.

Modus-Modus Kristenisasi

D.W. Ellis menyatakan bahwa kewajiban mengabarkan Injil adalah tanggung jawab setiap orang Kristen yang telah menerima Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamatnya. Menurutnya, setiap orang percaya wajib mengabarkan Injil sesuai kemampuan dan karunia-karunia yang dianugerahkan Roh Kudus kepadanya.

Berdasarkan hal ini, orang Kristen yang tidak melakukan Kristenisasi berarti berkhianat kepada Tuhan mereka. Oleh karena itu, Kristenisasi akan senantiasa muncul selama masih ada orang Kristen dan menjadi problem bagi bangsa yang akan dikristenkan, termasuk umat Islam.
Berikut ini sebagian dari modus-modus Kristenisasi yang terjadi pascareformasi.

1. Membangun Gereja Ilegal
Keberadaan gereja bagi orang Kristen tidak hanya berfungsi sebagai tempat ritual Kristen. Gereja tidak hanya dipandang sebagai sebuah bangunan. J. Darminta, S.J. mengatakan bahwa pada dasarnya Gereja dibentuk untuk melaksanakan misi dari Yesus Kristus, yaitu untuk evangelisasi.

Keberadaan Gereja untuk evangelisasi ini ialah seperti yang dipesankan oleh Yesus Kristus pada akhir Injil Matius, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28: 18-20).



Menurutnya, yang hakiki dan unsur utama evangelisasi ialah pewartaan Yesus Kristus sebagai Penyelamat dan membentuk komunitas para murid Yesus. Lebih lanjut, J. Darminta menegaskan bahwa evangelisasi sungguh merupakan tantangan utama Gereja yang mendesak di Indonesia. Evangelisasi juga menjadi tantangan bagi mereka yang menjadi bagian hidup dan kesucian Gereja, yaitu Tarekat religius-tarekat religius.

Berdasarkan penjelasan J. Darminta, pembangunan dan pembentukan gereja juga mempunyai tujuan untuk menyebarkan agama Kristen. Pembangunan dan pembentukan gereja akan menjadi masalah jika dilakukan di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Oleh karena itulah, pada 1969 dikeluarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 01/BER/MDN-MAG/1969 yang di antaranya menyatakan bahwa setiap pendirian rumah ibadat perlu mendapatkan izin dari Kepala Daerah atau pejabat Pemerintah di bawahnya.

Peraturan ini diperbarui pada 2006 dengan dikeluarkannya Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 et 8/2006. Oleh pihak Kristen, peraturan ini dianggap merugikan mereka. Dalam banyak kasus, mereka juga tidak mengindahkan peraturan ini.

Banyak gereja didirikan atau baru akan didirikan pada era reformasi dengan tidak mengindahkan peraturan tadi, bahkan dilakukan dengan cara manipulasi. Misalnya saja, pihak Katolik berencana mendirikan gereja di Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur dengan cara menyuap warga. Aksi ini nyaris memicu konflik antarwarga pada Idul Fitri 1426 H (Nopember 2005).

Pihak Katolik mengundang warga untuk menandatangani surat pernyataan tidak keberatan atas pendirian gereja Katolik di RW 04 Kampung Kramat dan mengumpulkan fotocopy KTP dan KK. Sebagai imbalannya, warga yang sebagian besar berpendidikan rendah dan tidak mengetahui apa isi surat tersebut diberi dana kompensasi sebesar satu juta rupiah oleh orang yang mengaku bernama Tarmizi. Khusus untuk ketua RT, seperti pengakuan Amir ketua RT 01, ditawari uang 20 juta rupiah. Padahal 99% warga Kampung Kramat beragama Islam.

Pertengahan tahun 2005 menjadi catatan hitam keberadaan gereja-gereja liar. Di Jawa Barat, puluhan rumah yang disalahfungsikan menjadi gereja liar ditertibkan warga setempat. Umumnya, gereja liar tersebut berada di perkampungan yang mayoritas Muslim. Misalnya, pada 14 April 2005, masyarakat Bandung yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP) mengunjungi Gereja Kristen Pasundan (GKP) di Jl. Kebon Jati untuk menuntut penghentian kegiatan penyebaran agama Kristen di pemukiman Muslim dan penertiban gereja-gereja liar.

Pada 8 Mei 2005, masyarakat Lembang Bandung menuntut pejabat pimpinan HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) “Persiapan Lembang” di Jl. Jayagiri 26 Lembang untuk mengembalikan fungsi garasi yang dijadikan sarana kebaktian.

Pada 21 Mei 2005, masyarakat bersama AGAP menutup dan meratakan gereja ilegal di Cisewu, Garut, atas izin dari Gereja Kristen Pasundan Bandung sesuai kesepakatan yang dibuat pada 21 April 2005. Gereja liar ini selama itu dijadikan tempat pemurtadan Muslim Garut.

Bekasi menjadi ladang subur bagi gereja liar. Banyak gereja ilegal tersebar di berbagai perumahan, rumah kontrakan, ruko, mall, dan hotel. Menurut Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, Ustadz Bardruzzaman Busyairi, jumlah gereja liar di kabupaten dan kota Bekasi mencapai 224 lokasi. Di Perumahan Taman Galaxi RT 05 RW 17 terdapat 7 gereja permanen, namun hanya satu yang mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Perkembangan jumlah gereja di Indonesia memang luar biasa. Berdasarkan laporan Kementrian Agama RI bahwa sejak 1974 hingga 2004, jumlah gereja di Indonesia naik hingga 231 %. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2008 mengungkapkan, Kristen memiliki 47.106 gereja di seluruh Indonesia. Persebaran gereja Kristen pada sepuluh daerah terbesar adalah Sumatra Utara (11.158 gereja), Papua (4.648 gereja), Sulawesi Utara (4.247 gereja), NTT (3.974 gereja) dan Jawa Tengah (2.519 gereja), sementara DKI Jakarta sebanyak 555 gereja. Lima lainnya yaitu Kalimantan Barat (2.351 gereja), Sulawesi Selatan (2.302 gereja), Jawa Timur (1.947 gereja), Sulawesi Tengah (1.833 gereja) dan Kalimantan Tengah (1.487 gereja).

Masih dari data BPS, jumlah gereja Katolik di seluruh Indonesia tak sebanyak gereja Kristen, yakni 12.242. Persebaran di sepuluh daerah terbesar terdapat di Kalimantan Barat (2.245 gereja), Sumatra Utara (2.194 gereja), NTT (1.842 gereja), Papua (978 gereja), dan Jawa Tengah (569). Lima lainnya, yakni Sulawesi Selatan (439 gereja), Jawa Timur (415 gereja), Kalimantan Timur (412 gereja), Lampung (361 gereja), Kalimantan Tengah (346 gereja), sementara di DKI sebanyak 188 gereja.
Merujuk pada data BPS itu, jika jumlah gereja Kristen dan Katolik digabung, maka jumlah gereja di seluruh Indonesia sampai tahun 2008 mencapai 59.348. Jumlah ini belum termasuk gereja liar yang bertaburan di rumah-rumah penduduk dan rumah took (ruko) di hampir semua wilayah Indonesia. Gereja-gereja liar ini muncul tanpa izin resmi dari pemerintah daerah setempat.

Sementara itu, umat Islam yang “katanya” mayoritas (sekitar 80 %) dari seluruh jumlah penduduk Indonesia, dari sumber data yang sama hanya memiliki 243.091 masjid di seluruh Indonesia. Artinya, jumlah gereja yang terdaftar di seluruh Indonesia mencapai sekitar 25 % dibanding masjid. Jumlah ini dipastikan membengkak jika ditambahkan dengan gereja liar di seluruh Indonesia. Pertanyaannya, dari hasil sensus BPS 2010 ini, apakah jumlah gereja juga akan terkerek naik lagi?

Sepuluh propinsi yang memiliki jumlah masjid terbanyak di seluruh Indonesia adalah Jawa Barat (53.019 masjid), Jawa Tengah (41.340 masjid), Jawa Timur (39.130 masjid), Sulawesi Selatan (11.043 masjid) dan Lampung (10.505 masjid). Lim lainnya antara lain Banten (8.313 masjid), Sumatera Selatan (7.570 masjid), DIY (6.625 masjid), Riau (5.718 masjid), dan NTB (5.203 masjid), sementara DKI Jakarta memiliki 3.037 masjid.

2. Kristenisasi Melalui pendidikan
Kristenisasi melalui pendidikan dilakukan dengan berbagai cara, misalnya memberi bantuan biaya sekolah dan beasiswa, berkedok kampanye antinarkoba di kalangan pelajar, dan mewajibkan siswa Muslim untuk mengikuti pendidikan agama Kristen. Para pelajar dan mahasiswa pun menjadi sasaran para misionaris.



Pada pertengahan Maret 2001, kelompok misionaris yang menamakan diri Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) membagi-bagikan paket gratis kepada para pelajar di Surakarta berisi sebuah kaset mengenai kisah Yesus menurut Injil Lukas dengan ditutup kampanye antinarkoba bertajuk “Say No Drugs!” dan kiat belajar efektif. Dalam paket itu juga terdapat obat-obatan dan permen produksi sebuah perusahaan obat dan permen terkemuka. Banyak siswa-siswi SMA Negeri 1, 2, dan 3 Surakarta yang menerima paket tersebut.

Di kampung Kamasan di kawasan Anyer Propinsi Banten, gerakan Kristenisasi mendompleng Kementrian Pemberdayaan Perempuan dengan berkedok bantuan dan misi pendidikan. Pada Maret 2004, instansi ini melakukan Bakti Sosial berupa pembagian buku dan alat tulis. Bahan-bahan bacaan agama Kristen yang meliputi Injil dalam versi komik, buku mewarnai bergambar gereja, dan alat-alat lainnya yang bersimbol salib memenuhi paket bantuan. Padahal paket bantuan ini disebar ke beberapa sekolah dasar, bahkan ke madrasah-madrasah yang tersebar di pelosok-pelosok kecamatan Anyer.

3. Kristenisasi Melalui Bantuan dan Kegiatan Sosial
Bencana dan kesusahan yang menimpa umat Islam menjadi kesempatan emas bagi pihak Kristen untuk melakukan Kristenisasi. Mereka menawarkan bantuan, namun berbuntut dengan pemurtadan. Banyak kasus Kristenisasi melalui bantuan dan kegiatan sosial terjadi berulang kali. Misalnya, ketika terjadi bencana dan gempa bumi di Aceh pada Desember 2004, banyak misionaris Kristen datang sebagai relawan membawa bantuan sosial sekaligus melakukan pemurtadan. Scott Binner, misalnya, seorang pastur berkewarganegaraan Amerika.



Dia menceritakan keberhasilan para misionaris di Aceh pascatsunami. Menurutnya, ada sekitar 300 anak asli Aceh yang pada Februari 2005 telah berada di sebuah sekolah Katolik di Medan, Sumatera Utara. Di sekolah yang tidak disebutkan namanya itu, Binnet mengatakan, 300 anak asli Aceh akan dirawat, diobati dan nanti disekolahkan.

Kasus Kristenisasi melalui bantuan dan kegiatan sosial juga terjadi ketika gempa bumi menimpa Yogyakarta pada Juni 2006, lalu Padang pada Oktober 2009. Demikian juga ketika Gunung Merapi meletus pada Nopember 2010. Banyak pengungsi menjadi korban pemurtadan, terutama mereka yang mengungsi ke gereja-gereja.

Beberapa kasus lain terjadi di Bekasi dan Jakarta. Pertama, acara Bekasi Berbagi Bahagia (BBB) yang diselenggarakan Yayasan Mahanaim tahun 2008. Izin acara hanya perlombaan tumpeng dan pernikahan massal. Akan tetapi, Yayasan Mahanaim yang ternyata adalah Yayasan Kristen telah menyiapkan kolam berisi air. Setelah acara berlangsung, seluruh peserta tiba-tiba diminta masuk ke dalam kolam, kemudian diberi roti dan minuman. Ritual ini sebenarnya adalah pembabtisan. Tapi karena acara ini menggunakan logo Pemkot Bekasi, tanpa memunculkan logo gereja atau Kristen, peserta dan masyarakat pun tak menyadarinya, apalagi berbagai hadiah telah disiapkan.

Kedua, masih di Bekasi, dengan memanfaatkan momen hari pendidikan nasional, sebuah yayasan Kristen menggelar acara karnaval Bekasi Anti Narkoba. Selain mencatut Pemkot Bekasi, acara ini juga menempel pada Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi. Tapi faktanya, acara ini merupakan upaya Kristenisasi dengan membuat formasi Salib di halaman masjid Al-Barkah Bekasi dan menggunakan simbol-simbol Kristen. Kegiatan jelas melanggar kode etik penyiaran agama yang sudah diatur pemerintah.

Ketiga, pada momentum kebangkitan nasional sebuah acara nasional digelar oleh LSM Kristen di Monas dengan tajuk “Bangkitlah Indonesiaku”. Tak kurang dari 300 ribu orang dari berbagai kota di sekitar Jakarta terlibat pada acara ini. Bahkan hadir juga utusan dari misi Kristen asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Selain itu, beberapa pengurus majelis taklim diangkut menggunakan bus. Semua acara dikemas dalam bentuk peringatan kebangkitan nasional dan pasar murah.

Beberapa tahun belakangan, Bekasi memang menjadi ladang subur Kristenisasi yang dilakukan dengan berbagai kegiatan, termasuk kegiatan sosial. Ev. Iin Tjipto, salah seorang aktivis Yayasan Mahanaim, menulis, “Begitu pun dengan Bekasi, kota dimana Tuhan menempatkan saya dan teman-teman di Mahanaim. Sejak kami tinggal di Bekasi, secara intens/terus menerus Tuhan membawa dan mengajari kami masuk dalam peperangan rohani untuk mengubah kota Bekasi seperti yang Tuhan mau. Dan kami melihat dampaknya sangat nyata, membawa perubahan dalam suasana kehidupan kota kami.”

4. Kristenisasi Melalui Politik
Pihak Kristen berusaha menguasai politik Indonesia untuk melemahkan pengaruh Islam dan mewujudkan negeri ini sebagai “kerajaan Allah”. Hal ini mereka lakukan sejak Indonesia merdeka hingga pascareformasi. Pada awal reformasi, mereka menggalang opini untuk meruntuhkan kredibilitas pemerintahan Habibie. Bersama kelompok Marxisme-Leninisme, kelompok Katolik Jesuit aktif melakukan demo dan tindakan brutal.


Kemudian pada 2003, kalangan Kristen menurunkan ribuan massa menolak disahkannya Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) menjadi UU di DPR. Undang-Undang ini mewajibkan sekolah agar mengajarkan agama sesuai agama anak didiknya. Mereka pun menunggangi Fraksi PDIP memboikot Rapat Paripurna DPR dengan agenda pencegahan RUU menjadi UU.

Di daerah yang dikuasai oleh mayoritas Kristen, seperti di Manokwari Papua, pihak Kristen melakukan tindakan diskriminatif terhadap umat Islam. Bantuan pemerintah untuk pembangunan tempat ibadah hamper 70% dialokasikan untuk pembangunan gereja, sedangkan untuk masjid dan peribadatan umat lainnya paling besar 30%.

Pada 2007, Pemerintah dan DPRD Kabupaten Manokwari sempat memfasilitasi rancangan peraturan daerah (Raperda) pembinaan mental dan spiritual berbasis Injil. Ide Raperda ini berasal dari sekelompok orang Kristen yang tergabung dalam Gereja Kristen Indonesia. Mereka ingin Manokwari menjadi kota Injil. Raperda ini jelas ditolak oleh umat Islam.

5. Kristenisasi Melalui Hiburan
Kristenisasi melalui hiburan dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, mengamen dengan lagu-lagu gereja di bis kota , menyusupkan video klip berisi propaganda tentang Yesus pada VCD bajakan lagu-lagu Islami Haddad Alwi dan paket wisata seperti yang terjadi di Garut pada awal Januari 2009.

Sebanyak 34 orang dari Kecamatan Kadungora dan 1 orang dari Kecamatan Leles dibaptis dalam acara wisata ke Pangandaran. Setibanya di Pangandaran, mereka dibawa ke sebuah gereja dalam keadaan lapar dan diminta menandatangani surat pernyataan kesiapan pembaptisan. Setelah surat itu ditandangani, mereka dimandikan kemudian dibaptis.

6. Melecehkan Islam dan Memanipulasi Ayat Al-Quran dan Al-Hadits
Tujuan modus ini adalah untuk merusak citra Islam dan meragukan umat terhadap kebenaran ajarannya. Sejak reformasi digulirkan, banyak orang Kristen berani melecehkan Islam dengan terang-terangan. Pada pertengahan 1999, beberapa brosur dan buletin Dakwah Ukhuwah terbitan Nehemia Centre tersebar di kalangan masyarakat Muslim.

Di antara judul brosur tersebut: Siapakah Yang Bernama Allah Itu, Membina Kerukunan Hidup Umat Beragama, dan Rahasia Jalan ke Surga. Ada juga yang berbentuk buku kecil, seperti Upacara Ibadah Haji, Ayat-Ayat Al-Qur’an Yang Menyelamatkan, Isa Alaihisalam dalam Pandangan Islam, dan Riwayat Singkat Pusaka Peninggalan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Buku-buku tersebut dikarang oleh orang yang sama, yaitu Drs Poernomo Winangun alias H Amos, tanpa penerbit. Buletin, brosur maupun buku-buku kecil tersebut banyak mengutip ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits, namun isinya menyerang Islam. Buku Riwayat Singkat Pusaka Peninggalan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, misalnya, menyebut Siti Khadijah sebagai pemeluk Kristen yang sangat patuh dan paham bahasa Arab. Dia menerjemahkan Kitab Injil dari Bahasa Ibrani ke Bahasa Arab (hlm 11). Lalu yang dimaksud dengan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berpegang kepada Alkitab ialah Taurat dan Injil, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, karena Al-Qur’an pada waktu Muhammad SAW wafat belum terwujud. Sementara itu, yang dimaksud dengan Sunnah Rasul-Nya adalah perintah dan perbuatan Nabi yang tercantum dalam Alkitab, yaitu perintah dan perbuatan Nabi Isa as putera Maryam (hlm 44).

Kemudian pada Ramadhan 1424 (Nopember 2003), umat Islam resah dengan tersebarnya buku Islamic Invasion dan Who is This Allah yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta komik yang melecehkan Islam. Komik ini di antaranya menceritakan bahwa kaum Muslimin menyembah Dewa Bulan dan menyuruh untuk membunuh orang lain yang mengatakan demikian. Di beberapa tempat, buku dan komik tersebut dibagi secara gratis oleh para aktivis Kristen kepada para mualaf, bahkan ke murid dan guru Muslim. Aktivis Kristen itu meminta agar guru tersebut membaca buku itu secara tuntas dan menghayati isinya.

Di Malang, pada 17-19 Desember 2006, sekelompok orang Kristen dengan berpakaian Muslim mengadakan training doa. Dalam acara ini, seorang trainer memegang mushaf Al-Qur’an sambil berceramah dengan kata-kata hujatan. Dia lalu mengangkat Al-Qur’an itu tinggi-tinggi sambil berkata, “Di dalam buku ini (maksudnya Al-Qur’an) terdapat ajaran yang menyesatkan berjuta-juta orang. Kemudian, orang itu meletakkan Al-Qur’an di lantai, sedangkan jemaat lain mengitarinya sambil mengeluarkan kata-kata kutukan. Acara yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LPMI) wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara itu selanjutnya disebarkan lewat VCD dan mengundang protes umat Islam.

7. Mengklaim Beberapa Tokoh Islam Telah Masuk Kristen
Untuk meragukan umat terhadap Islam, pihak Kristen memfitnah beberapa tokoh Islam telah masuk Kristen. Seorang pendeta yang mengaku bernama Mohammad Filemon pada 2003 rajin memberikan ceramah kesaksian yang cukup spektakuler. Dia mengaku telah membaptis KH Zaenuddin MZ. Ceramah kesaksian itu direkam dalam VCD dan dijual di gereja. Setahun berikutnya, giliran pelawak Muslim asal Sunda, Kang Ibing, yang difitnah telah dibaptis masuk Kristen. Dalam acara Diklat Antisipasi Pemurtadan di Masjid Al-Fajr Buah Batu Bandung pada 26 Desember 2004, Kang Ibing menolak tuduhan itu.

8. Merekayasa Aliran Sesat
Pihak Kristen turut berperan dalam memunculkan aliran sesat untuk memalingkan umat dari ajaran Islam yang benar. Pada Juni 2005, Robert Paul Walean, rohaniawan Kristen Advent, meramaikan media dengan ide agama Islam hanif. Agama baru yang mencatut nama Islam ini jelas bukan Islam, tapi doktrin Kristen Advent yang diberi label Islam dengan mencomot ayat-ayat Al-Qur’an secara serampangan sehingga mengandung banyak kesalahan. Upaya Robert Paul Walean tidak berhenti sampai di sini. Dia kemudian mendukung Ahmad Moshaddeq agar tampil menjadi rasul dengan ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah.

Pada 17 Mei 2007, diadakan pengajian antara Robert Paul Walean dengan Ahmad Moshaddeq. Dalam pertemuan yang disaksikan para pengikut Al-Qiyadah yang mengaku sebagai Hawariyyin ini, Robert menyampaikan ceramah berjudul “Firman Allah dalam Dimensi Sejarah”. Dalam ceramahnya, Robert menegaskan dan membenarkan kerasulan Moshaddeq sesuai tanda-tanda yang ada dalam Alkitab (Bibel). Polda Jawa Timur akhirnya menangkap Moshaddeq dan anggota Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Dalam proses penangkapan tersebut, aparat kepolisian menemukan Bibel dan buku pegangan yang mengutip ayat Bibel.

9. Memacari, Memperkosa, Menghamili, lalu Memurtadkan (Modus Sandi Air Mata 3 M)
Korban Kristenisasi dengan modus seperti ini adalah para remaja Muslimah. Pada akhir 1998, umat Islam Indonesia digemparkan dengan kasus penculikan dan pemurtadan seorang siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Gunung Pangilun Padang Sumatera Barat yang bernama Khairiyah Eniswah (Wawah). Berawal dari perkenalannya dengan seorang gadis Protestan berjilbab yang pandai berbahasa Arab dan Inggris, Wawah kemudian menjadi target Kristenisasi jaringan Gereja Kristen Protestan Indonesia Barat (GPIB). Dia diculik, lalu dibaptis, diperkosa, dan dilarikan ke Malang Jawa Timur untuk menghilangkan jejaknya dari upaya pencarian keluarganya. Kasus serupa juga terjadi di tempat lain.


Majalah Sabili edisi Mei 2000 menampilkan berita mengenai Kristenisasi dengan modus ini. Di Jakarta Timur, seorang Muslimah asal Sukabumi menjadi korban pemurtadan hingga diperdaya menikah di gereja. Masih di Jakarta Timur juga, seorang Muslimah anak Ketua Masjid telah melangsungkan pernikahan di gereja.

Di Tambun Bekasi, seorang Muslimah anak mubaligh minum racun serangga hingga mati setelah dihamili dan diajak menikah di gereja, serta aktivis Muslimah anak dari LDK-Lembaga Dakwah Kampus yang sehari-harinya memakai jilbab panjang di Kampus PUSPITEK Tangerang, Banten inisial S mengajari seorang pria yang ingin mempelajari Islam nyatanya sekarang malah Perempuan yang inisial S tersebut pindah agama dan ke kampus tidak pake pakaian muslimah lagi malah pake pakaian you can see, inillallillahi wa innalillahi rojiun, hati-hatilah banyak pria kafir yang seolah-olah ingin mempelajari Islam dengan seorang muslimah padahal dia itu adalah srigala berbulu domba yang siap menerkam mangsanya, dan lelaki tersebut masih berkeliar di kampus tersebut dan mencari mangsa baru, jadi apabila ada seorang pria kafir ingin masuk Islam lebih baik diserahkan saja ke seorang Ustadz/Da’i jangan gegabah mengajari agama kepadanya, wallohu’ alam.

10. Menggunakan Bantuan Jin
Usaha pemurtadan dan Kristenisasi lewat sihir, jin dan hipnotis terjadi di beberapa daerah. Pada akhir 2003, sembilan santri putri Pesantren Khairu Ummah mengalami kesurupan. Dalam proses penyembuhan atau ruqyah, jin-jin yang merasuki tubuh anak-anak santri tersebut meminta tolong kepada Bunda Maria dan Yesus serta terus menerus menyebut Haleluya.

Selain itu, jin-jin yang merasuki para santri belia itu menyebut nama seseorang sebagai pengirim mereka. Namanya adalah Donarius, salah seorang warga sekitar yang beragama Kristen. Kasus lain yang tidak kalah menghebohkan juga terjadi di kampus Politani Universitas Andalas, di Payakumbuh. Sebanyak 23 mahasiswi berjilbab kesurupan dan menyebut-nyebut nama Bunda Maria, Yesus dan kata-kata Salib. Hampir pada waktu bersamaan, peristiwa serupa juga menimpa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Payakumbuh. Pada 23 September 2003, sebanyak 11 siswi kesurupan dan menunjukkan perilaku yang tidak berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya.

Penutup
Kristenisasi yang marak terjadi pascareformasi sebenarnya merupakan kesinambungan dari Kristenisasi yang telah dimulai sejak para penjajah Barat masuk ke negeri ini. Hal ini bukan saja ancaman bagi umat Islam, namun juga merupakan tantangan untuk senantiasa meningkatkan dakwah dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Sebuah nasihat bijak disampaikan oleh pendahulu kita, HM Rasjidi, mengenai pentingnya ukhuwah Islamiyah.

Ukhuwah Islamiyah pada waktu ini sangat penting, karena umat Islam sedang dirongrong oleh kekuatan Internasional yang sangat besar, yaitu misi Katolik dan zending Kristen. Ini adalah soal hidup atau mati. Tetapi kalau Ukhuwah Islamiyah di Indonesia pada waktu sekarang ini disamaratakan dengan Ukhuwah Wathaniyah, maka akan berarti bahwa tidak ada bahaya Kristenisasi, marilah kita berbondong-bondong masuk agama Masehi, toh semua agama sama saja, bahkan mungkin agama Kristen si A lebih baik daripada agama Islam si B.


Persoalannya adalah melihat keadaan dan kedudukan. Ukhuwah Wathaniyah adalah baik, tetapi dalam keadaan ribuan kalau tidak jutaan umat Islam menjadi mangsa Kristenisasi, kita harus tunggu dulu, kita harus menginsafkan saudara-saudara kita yang ber“ukhuwah wathaniyah” agar sadar bahwa mengkristenkan umat Islam akan mengganggu ukhuwah wathaniyah.

Kalau tiap-tiap soal, tiap-tiap kata kita bahas sendiri, tanpa melihat hubungannya dengan keadaan dan realitas yang kita hayati, maka ke mana kita akan memimpin umat kita, Umat Islam?

Umat Islam harus mengambil hikmah dan pelajaran dari kasus-kasus Kristenisasi yang telah terjadi. Dari kasus-kasus tersebut, mungkin saja ada yang terjadi karena kesalahan dan kelalaian umat Islam sendiri. Misalnya saja, umat Islam mudah berpecah belah, gampang diprovokasi, kurang peduli terhadap sesama Muslim, kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan kurang gigih dalam berdakwah. Dalam kondisi demikian, misi Kristen datang untuk memurtadkan umat Islam. Bukankah ini kelalaian umat Islam sendiri? Mari kita introspeksi diri! Wallohu a‘lam

Sumber data dari Ustadz Drs. H. Abu Deedat Syihab MH (Pengamat Kristologi, Penulis Buku Membongkar Gerakan Pemurtadan Umat Islam Dokumen Kristenisasi, Penerbit: Pustaka Tazkia Az Zahra, Jakarta), Data dari FAPB-Front Anti Pemurtadan Bekasi dan dari Ustadz Drs. Bernard Abdul Jabbar, M.Pd (Mantan Misionaris tinggal di Bekasi, Ketua Kamra-Komite Advokasi untuk Muslim Rohingnya Arakan, Ketua Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia/DDII Bekasi Raya).(nahimunkar.com).


Sumber :
http://www.nahimunkar.com/waspadai-10-modus-kristenisasi-yang-menggerogoti-umat-islam-indonesia/


 APAKAH KITA AKAN DIAM SAJA ?


Sabtu, 17 Februari 2018

::: Menyesal Tembaki Masjid, Ex Marinir AS Menangis Minta Maaf :::

HARTFORD – Medio 2015 lalu, seorang mantan personel Marinir Amerika Serikat (AS), Ted Hakey Jr., memendam begitu banyak kebencian pada umat muslim.

Saking dengkinya, Hakey bahkan menembaki sebuah masjid dekat rumahnya di Kota Harftord, Connecticut, AS.

Saat itu Hakey tengah mabuk setelah minum 10 gelas alkohol dari sebuah bar. Sepulangnya Hakey dari bar, veteran Marinir berusia 48 tahun itu mengambil sepucuk pistol kaliber 9 milimeter dan senapan M14 miliknya.

Keluar rumah dengan membawa senjata, Hakey pun menembak tanpa arah di halaman rumahnya yang kemudian diarahkannya ke pintu samping Masjid Baitul Aman. Namun pada Sabtu, 2 April 2016 lalu waktu setempat, Hakey menghaturkan permintaan maafnya, sembari menyerahkan cokelat berbentuk telur Paskah sebagai pemberian.

Hickey datang bersama istrinya, Myra ke masjid tersebut, setelah diundang pemimpin masjid, Dr. Mohammed Qureshi dalam sebuah event, “True Islam and the Extremist”, terlepas jelang penahanan terhadap dirinya.

Ya, pada Februari lalu, Hakey mengaku bersalah terkait perusakan properti keagamaan yang terlingkup dalam dakwaan kejahatan berdasarkan kebencian. Hackey baru akan divonis pada Mei 2016 mendatang dengan hukuman 14 bulan penjara.

Namun sebelum itu, dia mendatangi undangan tersebut dan terpana melihat umat muslim menyambutnya dengan hangat. Hakey kemudian meminta maaf sembari menangis dan bahkan, menyempatkan diri bersujud di masjid itu.

“Suasananya sangat emosional. Dia datang sambil menangis dan gemetaran. Saya bisa merasakan ketulusan hatinya. Sebuah momen yang langka di mana Anda melihat seseorang yang pernah membenci Anda, justru kini datang dan minta maaf,” tutur Qureshi, diwartakan Independent, Sabtu (9/4/2016).

Menerima penyesalan Hakey tersebut, Qureshi menambahkan bahwa dia dan umat muslim jamaah masjidnya, akan melakukan segalanya untuk meringankan hukuman Hakey, jelang penjatuhan vonis pada Mei mendatang.

Sementara itu selain minta maaf, Hakey berjanji akan menjembatani orang-orang seperti dia yang pernah membenci Islam, agar bisa lebih paham perbedaan antara seorang muslim dan militan teroris.

“Ke depannya, saya ingin membantu Anda untuk menjembatani gap (di masyarakat) dan membantu seseorang, agar tak melakukan kesalahan yang sama seperti saya,”
timpal Hakey.

Dia juga mengaku akan terus memantau sosial media Facebook, demi merespons netizen lain yang masih menganggap bahwa seorang muslim sama saja dengan seorang teroris. Sebelum melakukan penembakan terhadap masjid tersebut, Hakey juga diketahui acap menggunakan Facebook untuk menyebarkan kebenciannya terhadap Islam.

“Tolong dengarkan saya. Anda salah tentang hal ini. Saya pernah menembaki masjid, tak perlu dibicarakan lagi. Tapi Anda harus dididik. Setiap hari Anda menyebar gambar-gambar negatif dan mem-posting kutipan Alquran dengan keliru,” tutupnya.

Sumber :
http://www.atjehcyber.net/2016/04/menyesal-tembaki-masjid-ekx-marinir-as.html



::: Dibakar Teroris, Masjid di Swedia Hancur Total >> Kristen Toleran ? :::

Sebuah masjid di kota Orebro di Swedia selatan hancur total dalam dugaan serangan pembakaran, kata seorang pejabat pemadam kebakaran pada Selasa (26/9/2017), sebagaimana dilansir World Bulletin.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi pada pukul 2 pagi waktu setempat, namun masjid tersebut benar-benar telah hancur, ungkap kepala pemadam kebakaran Orebro Ulf Jacobsen.

Tidak ada yang terluka dalam kebakaran tersebut, tandas Jacobsen. Dia juga mengatakan, bukti menunjukkan bahwa masjid tersebut dibakar.

Masjid Orebro – yang memiliki kapasitas 250 jamaah – dibangun pada tahun 2007 di lingkungan Vivalla, yang merupakan tempat tinggal bagi umat Islam dari berbagai negara.

Sebuah investigasi oleh Dewan Kerjasama Islam di Swedia mengungkapkan pada tahun 2015 bahwa tujuh dari 10 masjid di negara tersebut telah diserang.(kl/kb)

Sumber :
https://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/dibakar-teroris-masjid-di-swedia-hancur-total.htm

KRISTEN TOLERAN ?