Rabu, 07 September 2016

7 Ulama Dunia Rekomendasi Muzakarah Tauhid Tasauf Se Asia Tenggara ke 4


Bismillahirrahmanirrahim

Muzakarah Tauhid Tasauf Se Asia Tenggara kali ke 4 dengan tema "Menyonsong Generasi Baru, Memberkahi Nusantara "pada 25 hingga 27 Agustus 2016 di Pondok Pesantren Raudhoh Al-Hikam,Cibinong,Bogor,Jawa Barat,Indonesia.

Setelah bermuzakarah selama 3 hari 3 malam yang turut di isi dengan majliz zikir,khatamul Quran serta bacaan Manaqib telah bersepakat menyatakan bahwa :

Ajaran Tauhid Tasauf (Tauhid Sufi) adalah suatu ajaran yang benar berdasarkan Manhaj Ahlu Sunnah wal Jamaah,Tauhid Tasauf memfokuskan kepada permurnian tauhid yg bisa menyucikan syirik-syirik yang halus,amanah diri,masyarakat dan umat sedunia.Natijah/hasil dari ajaran tauhid sufi adalah jiwa yg bertaqwa,cinta pada Allah dan Rasul,Ibadah yang khusuk,akhlaq yg bagus,kasih sayang sesama insan,negara yang aman serta dunia yang damai dan makmur.

7 Ulama Dunia Rekomendasi Muzakarah Tauhid Tasauf Se Asia Tenggara ke 4

Maka Muzakarah juga merekomendasikan :

1. Semua pihak khususnya para ulama,penguasa,hartawan,cendekiawan islam disarankan untuk mendapatkan tauhid sufi yang benar daripada masyayikh yang ahli agar segala amal dan ilmu mereka terjaga dari fitnah-fitnah bathin yg merusakkan.

2. Semua Murabbi Tauhid Tasauf harus menyebarkan ajaran tauhud sufi,agar sinarnya ajaran ini dapat menyinari seluruh bani adam supaya dapat kembali sebagai hamba yang diridhai Allah.

Pernyataan dan Rekomendasi ini ditandatangani oleh 7 Ulama Dunia, Yaitu :

1. Abuya Syekh Haji Amran Waly Al-Khalidi (Ulama dari Nanggroe Aceh)

2. Dr. KH M Diauddin Kuswandi (Ulama dari Indonesia)

3. Tokku Hj. Ibrahim bin Mohamaf (Ulama dari Malaysia)

4. Syekh Rohimuddin Nawawi Al-Bantani (Ulama dari Indonesia - Cucu Syekh Nawawi AlBantani)

5. Dr. Wan Abdul Qadir (Ulama dari Pattani, Thailand)

6. KH. Zein Djarnuzi (Ulama dari Indonesia - Ketua Majelis Muzakarah)

7. Hj. Razali Daud (Sekretaris Majelis Muzakarah)
Baca Juga:Kisah Tukang Cukur Dan Ulama
SILAHKAN SHARE, KARENA DENGAN MENYEBARKAN INI BERARTI KITA SUDAH IKUT MENYEBARKAN DAKWAH YANG TELAH DIMUZAKARAHKAN OLEH ULAMA 


Minggu, 04 September 2016

::: Kisah Susan Carland.. 'Boleh Menikahi Pengedar Narkoba, Asal Jangan Nikahi Muslim' :::

Seorang ibu sangat tidak membolehkan anaknya menikah dengan pemeluk Islam.

Bahkan, sang ibu sampai mengatakan, "Aku tak peduli kamu mau menikahi pengedar narkotika, asal jangan nikahi Muslim"?
Permintaan tersebut benar-benar dikatakan oleh seorang ibu kepada anaknya, Susan Carland.

Saat itu, Susan baru berusia 17 tahun setelah ia menyatakan bahwa salah satu resolusi pada tahun barunya, yakni mempelajari keyakinan lain.

Tentu bagi Susan, agama Islam bukanlah menjadi agama prioritasnya. Pasalnya, ia menilai Islam sebagai agama yang penuh dengan kekerasan, gender, dan terlihat asing.

Namun, siapa sangka, dua tahun kemudian tepatnya saat berusia 19 tahun, Susan justru menjadi seorang mualaf. Susan yang dibesarkan dengan baptis memutuskan untuk memeluk agama Islam tanpa adanya pengaruh dari orang lain.

Suatu hari, ibunya memasak daging babi untuk makan malam. Saat itu juga, kemudian ibunya menyadari putrinya telah menjadi 'korban' Islam. "Ibuku memelukku, tapi dia menangis," kata Susan, dilansir dari
OnIslam.net. Beberapa hari kemudian, Susan pun memutuskan mengenakan kerudung.

Selama delapan tahun setelah menjadi mualaf, hubungan Susan dengan ibunya pun retak. Namun, saat ini, kata dia, hubungan mereka baik-baik saja.

"Sekarang, ibuku bahkan membelikanku kerudung dan mengirimkan hadiah untuk anak-anakku saat Hari Raya," kata dia. Susan menyadari di dalam Islam tak ada kesenjangan intelektual antara pikiran, tubuh, dan jiwa yang ia temukan dalam agama Kristen.

Selain itu, Susan juga memutuskan untuk memeluk Islam karena ia menyadari sifat Allah dalam Islam. "Menarik bagiku," katanya.

Susan merupakan dosen di Universitas Monash di Melbourne dan ahli dalam bidang gender dan sosiologi agama. Ia pun mengaku mencintai Islam tanpa adanya sedikit pun keraguan. "Orang-orang yang paling menginspirasi dan hebat yang pernah aku temui adalah Muslim," kata Susan.

Pada Februari 2002, Susan menikah dengan seorang pengacara Melbourne, Waleed Aly yang merupakan eksekutif Dewan Islam Victoria. Waleed Aly saat ini juga menjadi dosen ilmu politik di Universitas Monash dan bekerja di Pusat Penelitian Terorisme Global.

Susan pun menegaskan, saat dirinya memutuskan menjadi mualaf, tak ada orang lain yang mempengaruhinya dan itu merupakan keputusannya sendiri. Sebab, saat menjadi Muslim, ia belum menikah dengan Waleed.

Dalam Islam, Susan mengatakan ia menemukan keyakinan yang damai, egaliter, berkeadilan sosial, dan memiliki keseimbangan jiwa dan intelektual yang indah. Masya Allah.. Allahuakbar ! (dm).

KISAH SELENGKAPNYA..
SILAHKAN TONTON VIDEO BERIKUT..

Muallaf Cantik SUSAN CARLAND MEMBANTAH Fitnah JILBAB Lambang Penindasan Muslimah..
https://youtu.be/PJgWXimpdp8





Sumber : 
http://ift.tt/1D56ZYi

 


::: Kekesalan Mualaf dan Mantan Anggota Yakuza Jepang Kepada Umat Islam :::

Jika selama ini ummat muslim salut dan iri dengan kemajuan teknologi di negara Jepang.

Berbeda dengan perasaan warga Jepang yang satu ini. Ia justru merasakan sebaliknya.  

Taki Takazawa yang sudah memeluk agama Islam ini menyampaikan kekesalannya kepada ummat Islam dalam sebuah pertemuan.

Dikutip dari laman facebook, netizen dengan nama Raden Mas Diko Yudha yang berbagi informasi tentang kekesalan mantan anggota Yakuza Jepang ini. Berikut isi kekesalannya.

***

Seorang mantan tato maker YAKUZA Jepang berkata saat pertemuan umat islam di Malaysia.

Kalian orang islam zolim kepada kami orang Jepang…!

Kami buat mobil kirim ke kalian
Kami buat ipad kirim ke kalian
Kami buat mesin cuci kirim ke kalian
Semua yang dapat memenuhi kebahagiaan dunia kalian kami buat kami kirim ke kalian

Tapi kalian dzolim kepada kami orang jepang. Kalian punya ISLAM yang dapat membahagiakan hidup kalian dunia dan akhirat tetapi kalian tidak kirim kepada kami orang Jepang

Di Jepang jutaan orang mati dalam keadaan kafir, tapi kalian hanya diam dan tidak kirim islam kepada kami !

[Taki Takazawa Sebelum Memeluk Islam]


Sumber :
http://ift.tt/2cf6ec3 





 




Sabtu, 03 September 2016

::: Pierre Vogel, Dulu Benci Islam, Kini Ribuan Warga Jerman Syahadat Atas Bimbingannya.. Masya Allah.. :::

Mantan penganut Kristiani dan mantan petinju ini dahulu dikenal sebagai sosok yang sangat membenci Islam.

PAGI itu cuaca di Madinah masih terasa dingin. Seperti biasa pagi di Masjid Nabawi selalu disambut oleh ratusan merpati yang menanti bulir-bulir gandum dari jamaah umrah.

Pagi itu saya mencari hotel tempat Muhammad Hasbi Farouqi menginap. Hasbi adalah sahabat saya yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Jerman.

Alhamdulillah, tak beberapa meter dari Masjid Nabawi, saya menemukannya. Hari itum dia ditemani beberapa kawanya berkebangsaan Jerman. Mereka semua menyapa kami dengan hangat dan bersahabat.

“Marhaban ya akhi, kaifa haaluk?” Sapanya dengan senyum yang khas.

“Bagaimana kabar dakwah di Jerman?” tanya saya spontan.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ujarnya dengan senyuman.

Perbincangan kami lanjutkan dengan sarapan pagi menuju hotel. Di hotel dia banyak cerita soal dakwah di Jerman.

“Dakwah di Eropa tidak mudah. Di sana masyarakatnya kritis, namun sekali engkau mematahkan argumen mereka, maka mereka akan mengikutimu,” ujar Hasbi.



Selama beberapa hari di Madinah saya menyempatkan waktu untuk bincang-bincang ringan bersamanya, sekaligus menambah pengalaman. Apalagi ia dikenal pribadi yang sangat ramah dan humoris, semuanya menyenangkan.

Kedatangan Hasbi ditemani Pierre Vogel. Pria kelahir 20 Juli 1978 di Frechen ini adalah mantan petinju profesional dari klub Sauerland yang tidak terkalahkan. Namun perubahan hidupnya terjadi ketika tahun 2001, saat Vogel menyatakan memeluk Islam. Ia kemudian terlibat dalam kursus-kursus studi Islam di Jerman hingga berkesempatan belajar di Madina.

Kini,  mantan penganut Kristiani yang dahulu dikenal sebagai sosok yang sangat membenci Islam ini telah berganti nama menjadi Abu Hamzah dan dikenal sebagai pendakwah.

Atas izin Allah Subhanahu Wata’ala, keseriusannya dalam berdakwah banyak menjadikan  masyarakat Jerman mendapat hidayah melalui perantaranya.

Satu hal yang saya kagumi darinya, yaitu kesungguhan nya dalam mempelajari Islam. Ia bahkan menguasai bahasa Arab dengan baik. Kemanapun pergi, ia selalu mendengarkan kajian melalui iPod miliknya. Akhlaknya juga sangat mencerminkan kemuslimannya.



Ia bercerita, suatu hari di tahun 2011 saat sedang mempresentasikan Islam di hadapan rakyat Jerman yang kebanyakan menganut agama Kristiani dan Komunis, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak “Islam? ajaran teroris apakah masih laku?”

Vogel pun dengan tersenyum dan memanggil orang itu untuk naik ke atas mimbar. Di hadapan ribuan pengunjung saat itu ia berkata dengan kalimat-kalimat yang membuat orang terperangah.

“Perang Dunia Pertama 17 juta orang tewas, apakah disebabkan oleh orang Islam?

Perang Dunia Kedua 50-55 juta tewas, apakah juga disebabkan oleh perbuatan orang Islam?

Di Nagasaki bom atom menewaskan lebih dari 200 ribu orang, apakah disebabkan oleh orang Islam?

Perang di Vietnam telah menyebabkan lebih dari 5 juta orang tewas, apakah pelakunya Muslim?

Perang di Bosnia / Kosovo yang menewaskan lebih dari 500 ribu tewas, apakah pelakunya Muslim?

Perang di Iraq (sejauh ini) telah menelan korban 1,2 juta orang, apakah disebabkan oleh orang Islam?

Apakah Anda masih berpikir bahwa Islam adalah masalah, apakah Islam Teroris?”,
begitu kalimatnya kala itu.

Siapa mau menjawab? tantang Vogel.



“Seharusnya kalian berfikir, kenapa Islam difitnah? Itu tandanya ada sesuatu yang tersimpan di dalamnya. Kalian bisa menciptakan produk terbaik untuk dunia ini apakah kalian tidak bisa memaksimalkan akal kalian untuk mencari kebenaran tersebut?” tambah pria yang menikahi Muslimah asal Maroko ini.

Lalu ia mengutip ayat Al-Quran dan hadits nabi.
“Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (Qur’an Surat Al Baqarah:11)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Siapa pun yang mengajarkan seseorang pada kebaikan, maka dia akan meraih pahala yang sama dengan pelaku kebaikan tersebut).” [HR Sahih Muslim]

Alhamdulillah, setelah kejadian tersebut ratusan hadirin telah mengucapkan syahadat, diikuti dengan pekikan takbir yang menggema.

Hingga kini ribuan warga Jerman telah masuk Islam di bawah bimbingannya. Semoga Allah senantiasa menjaganya. Aamiin.... *(Diceritakan Aan Chandra Thalib dari komunitas Kota Nabi).


Sumber : Hidayatullah




Kamis, 01 September 2016

The Five Gospels : "Ketika Para Ilmuwan Kristen Menelanjangi Kepalsuan Injil !"

Kehidupan masyarakat Eropa yang sangat sekuler membuat gereja semakin merana. Lantaran kekurangan jemaat, akhirnya banyak gereja yang dijual, salah satunya gereja Katolik Santo Petrus di Stoke on Trent Inggris.

Gereja ini dijual kepada umat Islam setelah menyatakan diri bangkrut. “Ini bukan pertama kalinya, muslim membeli gereja setelah penutupan gereja itu,” ungkap seorang penggiat pers seperti dilansir BBC (22/10/2013).

Sementara itu, juru bicara gereja Stoke menyatakan jumlah umat Katolik menyusut secara drastis. Keuskupan Agung Birmingham memiliki lebih dari 200 gereja paroki dan jumlah umat Katolik di sana diperkirakan lebih dari 285.000.

Sebuah survey di Inggris pada tahun 2007 mengungkapkan bahwa hanya 15 persen warga Inggris yang sudi ke gereja sebulan sekali. Tidak hanya di Inggris, gereja-gereja di Belanda, Perancis, Belgia dan sederet negara lain juga dijual.



Di daratan Eropa secara umum, masyarakat sudah tidak tertarik lagi masuk gereja, hanya segelintir orang saja yang mengikuti ritual Misa. Gereja-gereja sudah ditinggal jemaatnya, dan karena itulah musti dijual.

Fenomena berpalingnya umat Kristen dari gereja disebabkan gereja tidak mampu memberikan pencerahan secara logis. Praktek pedopeli (pelecehan seks terhadap anak-anak) yang dilakukan para pendeta juga turut merusak nama gereja. Keabsahan Injil sebagai kitab suci juga banyak disangsikan oleh umat Kristiani.

Beberapa waktu lalu sekelompok ahli teologi dan sejarawan di Amerika Utara mempertanyakan keberadaan Yesus serta keakuratan Kitab Perjanjian Baru. Sekitar 76 sarjana  pakar Alkitab yang terdidik di kampus terbaik Eropa dan Amerika Utara bersama ahli bahasa Ibrani membentuk tim peneliti yang dinamakan “The Jesus Seminar”.

Mereka menggali kembali pemahaman-pemahaman baru tentang kehidupan Kristus, terlepas dari apa yang mereka namakan sebagai “dogma dan mitos gereja selama berabad-abad”. Salah satu anggota tim itu adalah Marcus Borg yang merupakan seorang Profesor Agama dan Budaya di Oregon State University di Corvallis. Ia adalah ilmuwan alumni OxfordUniversity, lembaga pendidikan paling bergengsi di Inggris.



Para anggota “The Jesus Seminar” itu mengaku bahwa tugas pokok mereka adalah menggali bukti-bukti yang akurat secara historis dan saintifik mengenai status Yesus dan Alkitab. Masalah teologis akan mereka kaji belakangan. Mereka sadar bahwa temuan-temuan mereka bisa saja berseberangan dengan pandangan-pandangan serta asumsi-asumsi tradisional kaum kristiani.

Namun demikian, mereka berpendapat bahwa itu bukanlah hal yang buruk dan mereka percaya bahwa karya mereka akan memperkuat keyakinan kaum kristiani. Memang, bagi kebanyakan kaum Kristen di Amerika Utara, cara lama dalam memahami Yesus sudah tidak bermanfaat lagi bagi mereka dan malah memperlemah iman mereka. Cara pandang yang eksklusif bahwa Kriten adalah satu-satunya jalan keselamatan kini mereka ragukan kebenarannya.

Setelah melalui proses penelitian yang sangat intens, tujuh puluh enam pakar Alkitab itu menerbitkan laporan lengkap hasil “Jesus Seminar” dalam bentuk buku berjudul “The Five Gospels, What Did Jesus Really Say?”The Search for the Authentic Words of Jesus”. Dirilis pada tahun 1993, buku ini bisa dikatakan sebagai buku paling ilmiah dalam menilai shahih (akurat) atau dhaif (tidak akurat)-nya kitab Injil.



“The Jesus Seminar” dinaungi Westar Institute dan diketuai Robert W Funk, seorang ahli Perjanjian Baru bergelar profesor di Montana University. Tujuan seminar ini adalah menganalisis ke-4 Injil kanonik (Matius, Lukas, Markus dan Yohanes) serta Injil Tomas kemudian menentukan ayat mana yang sebenarnya berisi sabda Yesus, dianggap menyerupai sabdanya, dan ayat mana yang merupakan karangan orang lain.

Setelah melewati penelitian, diskusi dan voting, maka terkumpullah lebih dari 1500 sabda Yesus. Sabda-sabda itu kemudian diberi kode warna untuk penggolongan dengan rincian sebagai berikut:

    Merah : berasal dari sabda Yesus.
    Merah muda : ucapan Yesus yang masih diragukan atau telah mengalami perubahan-perubahan selama proses salinan.
    Abu-Abu   : ucapan yang tidak diucapkan oleh Yesus tetapi mengandung gagasan Yesus.
    Hitam : Bukan dari Yesus.



Hasil penelitian 76 ilmuwan yang sangat kompeten di bidangnya itu sungguh mencengangkan. Dalam Injil karangan Markus hanya ada satu ayat yang dianggap ucapan asli Yesus. Padahal Injil ini memuat  16 pasal dan 678 ayat. Sabda asli Yesus dalam Injil ini berbunyi,

Jesus said to them : “Pay the Emperor what belongs to the emperor, and God what belongs to God, and they were dumbfounded at him.” (Markus 12:17).

Artinya, Yesus berkata kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!, dan mereka sangat heran mendengar Dia.

Kemudian, mereka mengkoreksi Injil Karangan Matius. Dari  28 pasal dan 1071 ayat dalam Injil ini, yang berwarna merah hanya 22 ayat yang terdapat pada 4 pasal. Diantaranya Matius 5:44, 39-42, Matius 6:9; Matius 13:33; dan Matius  20:1-15. Salah satu ayat itu berbunyi :

“But I Tell You : Love your enemy and pray your persecutors.” Artinya, “Tetapi aku berkata kepadamu : cintailah musuhmu dan berdoalah bagi yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44)

Pada Injil karangan Lukas, Hanya ada 22 ayat dalam 6 pasal yang berwarna merah, seperti Lukas 6:20-21,27,29-30; Lukas 10:30-35; Lukas 11:2; Lukas 13:20 Lukas 16: 1-8 dan Lukas 20:25. Padahal jumlah keseluruhan adalah  24 pasal dan 1151 ayat. Salah satu ayat yang otentik berbunyi,

“He said to them, ‘When you pray, you say: Father, your name be revered. Impose your imperial rule.” (Lukas 11 : 2). Artinya, “Ia berkata kepada mereka, ‘Ketika Anda berdoa, Anda berkata: “Bapa, dikuduskanlah namamu,. datanglah Kerajaan-Mu.”’ (Lukas 11 : 2)

Injil karanganThomas lain lagi. Dari 114 pasal, hanya ada 6 ayat dalam tiga pasal (20:2-4; 54, dan 100:2-3) yang dinilai sebagai asli ucapan Yesus. Salah satu ayat yang otentik berbunyi,

Jesus said, ‘congratulation to the poor, for to you belongs heaven’s domain. (Thomas 54)

Artinya Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang miskin. Sebab engkaulah yang empunya kerajaan sorga.” (Thomas 54)

Yang paling memilukan adalah Injil karangan  Yohanes. Di “Kitab Suci” ini tidak ada satu pun ayat yang lolos penilaian sebagai ucapan Yesus yang asli dan hanya satu yang disebut sebagai ‘mungkin’ asli, yakni Yohanes 4:44 yang diberi warna merah muda. Ayat ini berbunyi,

“Remember, (Jesus) himself had observed, “ A Prophet gets respect on his own turf .” Artinya, “Ingatlah, Yesus sendiri telah bersaksi, Seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.”  Padahal secara keseluruhan Injil karangan Yohanes berisi 21 pasal dan 878 ayat.

Walhasil, para ilmuwan itu menyimpulkan, “Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the gospels were not actually spoken by him.” Artinya, “Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus dalam Injil tidak benar-benar diucapkan olehnya (Yesus).” (The Five Gospels, What Did Jesus Really Say, halaman 5).
 

Ungkapan bahwa Yesus adalah Juru Selamat ternyata musti dipersoalkan. Betapa tidak, ayat-ayat yang menyinggung ihwal ini ternyata dhaif alias palsu. Dalam Yohanes 14:6 termuat ayat ini,

Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Pada halaman 450 buku laporan The Jesus Seminar, ayat ini diberi warna hitam  yang menandakan Yesus sama sekali tidak pernah mengatakannya. Simak pula ayat berikut ini,

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Injil Karangan Yohanes 3:6, dalam buku tersebut (halaman 408) tidak termasuk kategori yang dinilai sehingga tidak diberi warna karna memang bukan berasal dari Yesus.

Tak hanya itu, ayat-ayat yang menjadi dasar kepercayaan Trinitas ternyata juga dinilai palsu. Trinitas berarti kesatuan dari tiga. Trinitas dalam Kristen adalah Tiga Tuhan, yakni Tuhan Allah, Tuhan Yesus dan Tuhan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu. Dogma ini berasal dari paham Platonis yang diajarkan oleh Plato (347 SM), dan dianut para pemimpin Gereja sejak abad II (Tony lane 1984). Dalil–dalil yang mereka gunakan antara lain ayat berikut:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19)

Dalam Buku The Five Gospels What Did Jesus Really Say halaman 270, ayat ini di beri warna hitam , artinya ayat ini bukanlah pernyataan Yesus. Selain ayat di atas, mereka juga mendasarkan Trinitas pada ayat yang satu ini,

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”(Yohanes 1:1).

Masih dalam buku The Five Gospels What Did Jesus Really Say,  ternyata Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 bahkan sampai ayat  14 tidak masuk kategori yang dinilai atau yang diseminarkan, lantaran ayat-ayat ini dianggap bukan sabda atau ucapan Yesus. Ayat-ayat itu hanyalah ucapan Yohanes saja dan tidak masuk dalam kategori red, pink, gray dan black.

Ayat-ayat yang dijadikan doktrin penginjilan (menyebarkan ajaran Injil) keseluruh dunia juga sangat kentara kepalsuannya. Para pemuka Nasrani memegang ayat berikut ini sebagai landasan motivasi penginjilan ke seluruh muka bumi,

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." ( Matius 28:19)

Kalau kita baca dengan seksama, Injil karangan Matius pasal 28 akan berakhir pada ayat 15. Ini berarti Matius 28:15 adalah penutup injil Matius. Robert W Funk, Proffesor Ilmu Perjanjian Baru, bersama Roy W Hoover dan The Jesus Seminar berkata Matius pasal 28 berakhir pada ayat 15, sisanya adalah sisipan yang dilakukan oleh penginjil. Seandainya kaum Nasrani Eropa dahulu sadar bahwa ayat-ayat penginjilan ternyata bikinan para pendeta mereka, tentu mereka tak bakal sudi berlayar jauh-jauh demi upaya penginjilan. Ayat penginjilan yang lain adalah,

Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia dan siarkanlah Kabar Baik dari Allah itu kepada seluruh umat manusia." (Markus 16:15)

Dalam Manuskrip tertua (codex Sinaiticus dan Codex Vaticanus) Injil Karangan Markus berakhir pada pasal 16 ayat 8, sedangkan 12 ayat sesudahnya (ayat 9-20) adalah sisipan, sehingga Robert W Funk bersama Roy W Hoover dan The Jesus Seminar membuang habis ke 12 ayat tersebut. Ulasan detailnya bisa dilihat di situ http://goo.gl/YgphtU.

Sayangnya, di indonesia buku ini sangat susah didapat, bahkan diluar negeri sekalipun. Sepertinya ada upaya untuk membendung penyebarluasan  buku ini karena sangat berbahaya jika bisa tersebar. Umat Kristen yang seolah kebakaran jenggot ramai-ramai menyanggah hasil penelitian The Jesus Seminar dengan berbagai alasan.

Alasan pertama, mereka menolak karena The Jesus Seminar menganggap bahwa Injil Thomas adalah tulisan atau naskah yang otentik. Hal ini sangat bertentangan dengan kanonisasi yang telah dilakukan pada abad kedua dan ketiga yang tidak pernah menyertakan Injil Thomas ke dalam kanon Alkitab. Dengan kata lain, Injil Thomas yang meskipun menggunakan nama rasul, besar kemungkinannya dinilai oleh Bapa-Bapa Gereja sebagai tulisan yang tidak berasal dari rasul Thomas. Alasan ini terkesan dibuat-buat. Seandainya hanya karena alasan ini mereka menolak, lantas mengapa mereka juga menolak ke 4 injil kanon yang lainnya (Matius, Markus,Lukas,Yohanes) yang sudah diakui oleh dunia?

Alasan kedua, mereka menganggap The Jesus seminar secara keseluruhan menggunakan hasil voting. Mereka sepenuhnya keliru. Para ilmuwan itu butuh waktu 6 tahun untuk menyelesaikan seminar ini. Andai mereka menggunakan voting, seminar itu bisa saja selesai dalam sehari mengingat adanya teknologi komputer yang canggih ini.

Kepalsuan-kepalsuan Injil membuat kaum Nasrani di negeri Barat menjauhi gereja-gereja. Mereka sekarang terkesan sekuler, bahkan sebagian mulai merapat ke Islam. Sadar akan kehilangan umat di sana, para penginjil kian gencar melangsungkan kristenisasi di negara-negara muslim, salah satunya di Indonesia.

Berbagai cara mereka lakukan, bahkan dengan tipu muslihat yang sangat kentara. Baru-baru ini mereka meluncurkan video murtadnya seorang muslim yang mengaku keturunan Baginda Nabi SAW bermarga al-Attas. Video itu sengaja mereka unggah ke Youtube agar bisa disaksikan umat manusia di seluruh dunia. Usaha mereka ini tergolong naif, sebab sebentar kemudian tipu muslihat ini terbongkar. Lelaki di Video ternyata bukanlah seorang sayid bermarga al-Attas, melainkan seorang lelaki yang murtad bernama Ali Ahmed Mohammed Al-Assad. Ia didatangkan ke Indonesia untuk berkampanye berpindah-pindah tempat menyebarkan kebohongan dan pemurtadan. Kasus ini kian menegaskan bahwa para penginjil adalah penyebar kepalsuan/pembohong besar. (dm*).

UNTUK UMAT KRISTEN..
SILAHKAN BACA SENDIRI BUKU "THE FIVE GOSPEL"



Sumber :
http://ift.tt/2cfX26g




Hati-hati Dengan Tanda Hitam di Jidat Karena Shalat

Perbanyaklah sujud namun jagalah wajahmu supaya tetap tampak bagus dan hindari munculnya tanda hitam di dahi atau jidatmu karena dikhawatirkan timbul riya’,ujub (bangga diri) dan kesombongan…..
Apabila cara sujud benar,maka tidak akan memburukkan wajah melainkan sebaliknya, menjadi bercahaya dan berseri-seri.Adapun jika jidat menjadi ‘kapalan’ maka artinya harus memperbaiki gerakan shalat.Sebab yang menjadi penopang utama adalah kedua tangan, saat sujud, bukan kepala.

Hati-hati Dengan Tanda Hitam di Jidat Karena Shalat

Abdullah bin Umar bin Khattab RA.salah seorang shahabat terkemuka tidak menyukai adanya bekas hitam di dahi seorang muslim.
عَن�' سَالِمٍ أَبِى النَّض�'رِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى اب�'نِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَي�'هِ قَالَ : مَن�' أَن�'تَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَي�'نَ عَي�'نَي�'هِ سَج�'دَةً سَو�'دَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَي�'نَ عَي�'نَي�'كَ؟ فَقَد�' صَحِب�'تُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَك�'رٍ وَعُمَرَ وَعُث�'مَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَن�'هُم�' فَهَل�' تَرَى هَا هُنَا مِن�' شَى�'ءٍ؟

Dari Salim Abu Nadhr,ada seorang yg datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam,Ibnu Umar bertanya kepadanya,“Siapakah anda? ”.“Aku adalah anak asuhmu”,jawab orang tersebut.Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yg berwarna hitam di antara kedua matanya.Beliau berkata kepadanya,“Bekas apa yg ada di antara kedua matamu?Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah,Abu Bakr,Umar dan Utsman.Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku? ” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

عَنِ اب�'نِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَب�'دَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَج�'هُهُ ، فَلاَ تَشِن�' صُورَتَكَ.
Dari Ibnu Umar,beliau melihat ada seorang yg pada dahinya terdapat bekas sujud.Ibnu Umar berkata,“Wahai hamba Allah,sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya.Janganlah kau jelekkan penampilanmu!”(Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).
عَن�' أَبِى عَو�'نٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّر�'دَاءِ ام�'رَأَةً بِوَج�'هِهَا أَثَرٌ مِث�'لُ ثَفِنَةِ ال�'عَن�'زِ ، فَقَالَ : لَو�' لَم�' يَكُن�' هَذَا بِوَج�'هِكِ كَانَ خَي�'رًا لَكِ.

Baca Juga:Inilah Binatang Pembawa Pesan Kiamat Yg Di Namakan DABBAH!!!…
Dari Abi Aun,Abu Darda’ melihat seorang perempuan yg pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yg ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata,‘Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).


Rabu, 31 Agustus 2016

Yg Menteror Warga Madinah Dilaknat Allah


Rasulullah bersabda :

لا يكيد أهل المدينة أحد إلا انماع كما ينماع الملح في الماء
“Tiada seorang pun yg melakukan tipu daya (kejahatan) kepada penduduk Madinah akan tetapi dia akan lebur sebagaimana leburnya garam di dalam air.” (HR. Bukhari no : 1877)
Dalam riwayat Imam Muslim Rasulullah :

لا يريد أحد أهل المدينة بسوء إلا أذابه الله في النار ذوب الرصاص،أو ذوب الملح في الماء. ”

“Tiada seseorang pun yg ingin ke atas warga Madinah dgn keburukan melainkan Allah akan meleburkannya dalam neraka sebagaimana leburnya timah,atau leburnya garam dalam air. ” (Muslim no : 1363)

Balasan terhadap yg menteror Madinah
Dari Sa`ib bin Khallad sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda :
“Barangsiapa yang menakut-nakuti penduduk Madinah niscaya Allah menjadikannya takut dan dia mendapatkan laknat Allah,Malaikat dan manusia semuanya.Allah tidak menerima taubat maupun tebusan darinya pada Hari Kiamat. ” HR Ahmad

 Yg Menteror Warga Madinah Dilaknat Allah

Seperti menteror Rasulullah shallallahu alaih wa sallam
Baca Juga:Kiamat Sudah Dekat Inilah Tandanya DiMekkah
Dari Jabir bin Abdullah;Salah seorang pemimpin jahat datang ke Madinah.Ketika itu Jabir telah buta,maka dikatakan kepadanya ‘Sebaiknya engkau menyingkir daripadanya’.
Jabir lantas berjalan dengan dipapah kedua anaknya hingga ia disandarkan,kemudian dia berkata;“Celakalah orang yg menteror Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam“.Lalu kedua anaknya atau salah satu dari keduanya berkata;Wahai ayahku bagaimana dia bisa menteror Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam padahal beliau telah meninggal? (Jabir bin Abdullah radliyallahu’anhuma) menjawab;Saya mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:“Barangsiapa yg menteror penduduk Madinah berarti ia telah menakut-nakuti sesuatu yg berada di antara kedua rusukku (hatiku). ” (HR Ahmad).